• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 3 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

LPP RRI Luncurkan Seribu Kentongan di Subang

by Eneng Susanti
7 tahun ago
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: istimewa (saifal/Islampos)

Foto: istimewa (saifal/Islampos)

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SUBANG – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radion Republik Indonesia (RRI), meluncurkan seribu kentongan di Desa Tenjolaya, Kabupaten Subang, Senin (11/11/19). Kegiatan tersebut dihadiri oleh wakil Gubernur Jawab Barat UU Ruhzanul Ulum.

Menurut Uu, seribu kentongan tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan kembali alat tradisional asal Tanah Pasundan, tetapi juga sebagai alat pemberitahuan bencana alam. Maka itu, dia mengapresiasi penggagas program tersebut.

BACA JUGA: Ketua Komisi Fatwa MUI: Sistem di Situs nikahsirri Haram

“Kentongan sangat multifungsi, selain panggilan jika ada maling dan bencana, alat tradisional ini juga akan mengajak masyarakat untuk berkumpul dan bergotong royong,” kata Uu.

ArtikelTerkait

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

Uu juga mengatakan, masyarakat akan memahami informasi yang disampaikan kentongan dari jumlah ketukan atau irama bunyi. Pada kesempatan yang sama, ratusan masyarakat dan santri Tenjolaya melakukan simulasi penggunaan kentongan.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan edukasi kepada masyarakat dan RRI juga telah bersinergi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jabar, Basarnas, dan BMKG,” ucapnya.

Selain itu, kata Uu, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar pun berkomitmen untuk terus mengurangi risiko bencana via program-program mitigasi bencana. Oleh karena itu, dia berharap gerakan seribu kentongan berjalan di seluruh daerah Jabar.

“Gerakan ini akan terus kami dukung karena sangat bermanfaat,” katanya.

Kentongan sendiri merupakan alat yang terbuat dari batang bambu maupun kayu. Dulu, kentongan menjadi alat komunikasi massa. Sebab, masyarakat tahu apa yang ingin disampaikan pengguna kentongan dari irama maupun jumlah ketukan.

Direktur Program dan Produksi LPP RRI Soleman Yusuf mengatakan, kentongan adalah kearifan lokal, yang salah satunya, berguna bagi traditional early warning system dan namanya berbeda-beda di tiap daerah.

“Bunyi kentongan merupakan tanda untuk berkumpul yang sangat efektif tapi kadang kita lupakan,” katanya.

Program seribu kentongan ini sudah diluncurkan secara nasional di Provinsi Banten beberapa waktu lalu. Menurut Soleman, masyarakat Jabar sangat antusias dengan program tersebut. “Di desa Tenjolaya ini saya sangat terkejut dengan begitu antusiasnya masyarakat,” katanya.

BACA JUGA: Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Bakal Disubsidi, Ini Kata Menkes

Tujuan program tersebut bukan sekedar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga evakuasi kepada lansia saat bencana alam terjadi.

Soleman menyatakan, perpaduan teknologi modern dan kearifan lokal yang ada di negara Jepang menjadi inspirasi akan lahirnya program seribu kentongan. Menurut dia, Jepang yang teknologinya sangat maju tidak pernah melupakan budayanya.

“Sebagai negara ring of fire yang sama dengan Indonesia, Jepang memberikan pendidikan kepada masyarakatnya tentang bagaimana agar sigap dan adaptif menghadapi bencana. Jadi perpaduan antara teknologi modern dan kearifan lokal inilah yang melahirkan program kentongan,” ucapnya. []

REPORTER: SAIFAL

Tags: LPPRRIseribu kentongansubangUu Ruzhanul Ulumwarta Bandung
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini Dia Jenis-jenis Riba dalam Perspektif Islam

Next Post

28 Resep Hidup Sehat

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

JISc

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

24 Juni 2025
Mam Fifi, JISc

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

18 Mei 2025
Israel

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

9 April 2025
Depok

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

28 Maret 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.