• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Lantaran Mudik ke Pakistan, AS Larang Mahasiswa Ini Lanjutkan Kuliah

by Riza Fauzi Saputra
9 tahun ago
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: The University of Chicago Booth School of Business.

Foto: The University of Chicago Booth School of Business.

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

KARACHI–Bagi Zia Shah, mendapat beasiswa Fulbright untuk belajar di University of Chicago merupakan mimpi yang jadi kenyataan. Tapi, usai mengajarkan anak-anak Pakistan soal toleransi beragama dan baru satu musim studi di AS, mimpi itu seakan telah direnggut.

Zia yang terdaftar di University of Chicago pada awal tahun akademik ini, kembali ke rumah untuk kunjungi orang tuanya selama liburan musim dingin. Tapi, pada 4 Januari lalu saat hendak datang ke bandara di dekat rumahnya di Karachi, ia kaget karena dilarang ke AS untuk melanjutkan studinya.

Sejumlah petugas bandara mengaku telah menerima email rahasia dari AS untuk memblokirnya, dan tentu tidak bisa melanjutkan studi keagamaan yang sebelumnya disponsori AS. Padahal, Zia sendiri bukanlah tipe orang yang layak ada di daftar pengawasan belum lagi usahanya sebarkan perdamaian.

“Pada saat itu saya tidak percaya, saya pikir semua usaha saya telah jadi sia-sia, dan semuanya berantakan,” kata Zia seperti dilansir dari The Independent, Selasa (11/4/2017).

ArtikelTerkait

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

Sedangkan, pada 2014 lalu, ia mendapatkan dana dari United States Agency for International Development (USAID) untuk menjalankan Ravvish. Ravish merupakan perusahaan sosial yang menjalankan lokakarya bagi siswa-siswa muda pada agama dan keyakinan yang berbeda.

“Pekerjaan kami bertujuan memungkinkan ada koneksi manusia, sehingga stereotip negatif dapat diatasi dan perdamaian dapat dikedepankan antara Pakistan dengan negara-negara lain, termasuk dengan tetangga India,” ujar Zia.

Pelarangan ini mengejutkan bukan cuma bagi teman-teman Zia di Pakistan, tapi guru dan sesama siswa di University of Chicago yang merasa pelarangan itu sangat tidak perlu. Bahkan, beberapa orang telah menyiapkan kampanye di media sosial menggunakan tagar Justice for Zia.

“Zia adalah permata, ia mengembangkan kurikulum pendidikan untuk mempromosikan perdamaian agama, ironi ia ditolak masuk ke AS,” lata Yousef Casewit, salah satu dosen yang mengajar Zia di University of Chicago.

Setelah tiga bulan, Zia masih tidak mendapatkan penjelasan pelarangannya kembali ke AS untuk melanjutkan studinya. Karenanya, ia berharap, otiritas perbatasan AS bisa lebih teliti lagi melakukan penelitian mereka, sebelum memutuskan untuk melakukan pelarangan terhadap siapapun. []

Sumber: Republika

Tags: donald trumplarangan perjalanan ASmahasiswa
ADVERTISEMENT
Previous Post

Segeralah Lakukan Amalan Shaleh sebelum 6 Hal Ini Terjadi

Next Post

Fariq Naik: Kalau Ada yang Ekstrem Baiknya, Apa Salahnya?

Riza Fauzi Saputra

Riza Fauzi Saputra

“Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan,” (Bediuzzaman Said Nur).

Related Posts

gaza, palestina

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

18 Juni 2025
Los Angeles

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

10 Januari 2025
jepang

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

16 Desember 2024
DAUD KIM

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

14 Mei 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.