• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 25 Februari 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Kritik atau Pujian, Mana yang Bermanfaat?

by Yudi
5 tahun ago
in Motivasi
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tingkatan Nafsu Manusia

Ilustrasi: Unsplash

TERKADANG kita membutuhkan sebuah kritikan untuk membangun sebuah kehidupan. Karena akan berbeda, anak yang dibesarkan dengan sebuah pujian dan kritikan.

Misalnya, ketika seorang anak membawa hasil ujiannya mendapat nilai C dan lulus. Kemudian orang tuanya berkata, “Ya, bagus.”

BACA JUGA: Ini 6 Pengkritik Pemerintah Dunia yang Diracun

Keesokan harinya anak tersebut akan merasa tenang-tenang saja ketika mendapat nilai C, karena ia merasa sudah cukup puas dengan apresiasi dari orang tuanya. Dalam diri anak tersebut akan tertanam bahwa nilai C tidak terlalu jelek, yang penting bisa lulus.

ArtikelTerkait

10 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

Kuisioner: Seberapa Bugar Tubuh Anda

10 Pilih Mana Dulu?

KUIS: Apakah Saya Orang Overthinking?

Tentunya respon anak tersebut akan berbeda ketika ia mendapatkan nilai C dan orang tuanya berkata, “Cuma nilai C yang bisa kamu dapatkan?”

Akan sangat berbeda respon yang dihasilkan anak tersebut. Bisa jadi, ketika mendengar jawaban orang tuanya tersebut anak itu akan lebih termotivasi untuk mendapatkan nilai A. Karena ia tahu bahwa orang tuanya tidak merasa puas dengan hasil ujian yang ia dapatkan.

Hidup kita sama seperti anak tersebut. Terkadang, kita terlalu nyaman dengan sebuahn pujian-pujian dan kita merasa sudah puas dengan apa yang sudah kita capai. Padahal, apa yang kita capai hari ini belum tentu bisa memuaskan.

BACA JUGA: Nasihat Iblis kepada Nabi Yahya

Kita akan membutuhkan sebuah kritik untuk membangun diri kita. Ibarat kuda, kita butuh pecutan untuk bisa berlari lebih kencang lagi. Itulah mengapa Allah hadirkan ujian dalam hidup kita.

Ibarat kita ini adalah seekor kuda, maka Allah beri kita pecutan agar kita bisa lari lebih kencang, bahkan melewati batas kemampuan kita. []

Tags: Kritikkritik membangunPujian
ADVERTISEMENT
Previous Post

5 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan saat Kamu Bekerja

Next Post

Pekerjaan Terbaik adalah Bertani, Benarkah?

Yudi

Yudi

Related Posts

Korea Selatan, Rahasia

10 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

6 Juli 2025
Arti mimpi gigi copot, sendi manusia, Kesalahan Sebelum Menikah, keutamaan bersabar, , Doa Ketika Dipuji Orang Lain, Ciri Orang yang Ikhlas, Jenis Kesabaran, kuisioner

Kuisioner: Seberapa Bugar Tubuh Anda

26 Juni 2025
Ilmu, Ilahi Rabbi, sabar, manusia hebat, tingkatan sabar, Hal yang Harus Dihindari saat Hadapi Masalah, Kelelahan yang Disukai oleh Allah SWT, Cinta yang Harus Dihindari oleh Seorang Muslim, Cara Atasi Nafsu Syahwat, Niat, ujian hidup, Amalan yang Tak Terputus, Letak Kebahagiaan, Sabar, Cara Sehat ala Rasulullah, musibah, Orang Baik,Renungan Akhir Tahun, Obat Penyakit Hati, Cara Kendalikan Nafsu Syahwat, Sabar, pertanyaan dengan jawaban tidak terduga, Pertanyaan,, Pengetahuan Islami, pilih

10 Pilih Mana Dulu?

16 Juni 2025
Perilaku Aneh, Overthinking

KUIS: Apakah Saya Orang Overthinking?

29 Mei 2025
Please login to join discussion
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.