• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

KPAI Prihatin Dengan Aksi Kekerasan Terhadap Santriwati di Tasikmalaya

by Eneng Susanti
7 tahun ago
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Rhio/Islampos

Foto: Rhio/Islampos

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

JAKARTA — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku sangat prihatin dan mengecam aksi kekerasan guru terhadap sembilan anak atau santriyah di pondok pesantren di kawasan Gunung Tanjung, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Apalagi, menurut KPAI kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan atas nama menertibkan atau mendisiplinkan peserta didik.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengatakan, kekerasan ini tentu saja mencoreng dunia pendidikan di Tanah Air.

BACA JUGA: Agar Anak Tak Kecanduan Gim, Ini Saran KPAI untuk Para Orangtua

ArtikelTerkait

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

“Kekerasan semestinya tidak boleh dilakukan dengan maksud dan tujuan apapun dan oleh siapapun. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik, bukan justru menjadi tempat suburnya kekerasan terhadap anak,” ujar Retno melalui keterangan tertulisnya Kamis (25/4/2019).

Ia menjelaskan, dari informasi yang dihimpunnya diketahui bahwa kekerasan yang menimpa sembilan santri perempuan di pondok pesantren di kawasan Gunung Tanjung, Tasikmalaya, Jawa Barat, terjadi, Kamis (10/4/2019) lalu.

Kekerasan katanya diduga dilakukan oleh oknum guru ngaji laki-laki, sekaligus keamanan di pondok pesantren tersebut.

Sembilan santriwati dipukuli dengan kayu pada bagian betis dan paha oleh oknum guru ngaji laki laki tersebut.

“Korban dipukuli karena absen mengaji. Satu kali absen mengaji, korban dipukul tiga kali di bagian betis dan paha. Bahkan salah seorang santriwati mengaku dipukul lima puluh tujuh kali setelah absen sembilan belas kali. Selain lebam di bagian kaki, seluruh korban tidak bisa jalan empat hari hingga mengalami pecah pembuluh darah,” papar Retno.

BACA JUGA: KPAI Desak Polisi Usut Kekerasan Anak di Pontianak

Usai dipukuli, kata Retno, para santriwati tidak diizinkan menghubungi keluarga.

“Mereka bahkan diperingati untuk tidak melapor pada orang tua mereka. Karennya orangtua salah satu korban mengaku baru mengetahui anaknya dianiaya saat pulang untuk pencoblosan pemilu,” kata Retno.

Selin itu, tambah Retno, berdasarkan pengakuan salah satu santriwati yang dianiaya alasan ia absen mengaji karena kelelahan usai ujian atau kegiatan ekstra kurikuler di sekolah umum. []

REPORTER: RHIO

Tags: kekerasan terhadap anakKPAIreportaseTasikmaaya
ADVERTISEMENT
Previous Post

Surat Terbuka MUI Sorong Imbau Kiai Ma’ruf Mundur, Ini Kata Din Syamsuddin

Next Post

19 Bocah di Garut Kecanduan ‘Main Dodombaan’

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

JISc

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

24 Juni 2025
Mam Fifi, JISc

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

18 Mei 2025
Israel

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

9 April 2025
Depok

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

28 Maret 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.