• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kisah Pemuda PDP Corona di Garut: Sempat Kabur Naik Elf dan Akhirnya Meninggal

by Yudi
6 tahun ago
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PDP di RSUD Garut yang kabur ditangkap. Foto: Kumparan

PDP di RSUD Garut yang kabur ditangkap. Foto: Kumparan

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SEORANG pemuda berusia 20 tahun di Garut menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) corona usai pulang dari Bogor. Pemuda yang berasal dari Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, itu pulang kampung dari tempat bekerjanya di Bogor pada Rabu (18/3/2020).

Ketika pulang ke Garut, dia sempat pergi ke salah satu puskesmas untuk berobat karena mengeluh sakit gigi dan demam.

Pada Kamis (26/3), pemuda tersebut pun dilakukan pemeriksaan epidemiologi oleh petugas kesehatan. Saat itu, dia mengeluh gejala demam, sakit tenggorokan, sesak nafas, lemah, nyeri otot, mual, sakit menelan, dan susah makan.

BACA JUGA: Polisi Tangkap 5 Warga Gowa yang Tolak Pemakaman PDP Corona

ArtikelTerkait

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

Pasien itu kemudian dirawat selama dua hari di salah satu puskesmas itu. Pada Sabtu (28/3), pemuda itu dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut. Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Garut, Ricky R. Darajat, mengatakan pada saat itu kondisi pasien memiliki gejala corona. Pasien pun dirawat di ruang isolasi corona RSUD Garut.

Beredar informasi yang menyebut pasien itu sejak di Bogor sudah sakit. Namun hal itu dibantah oleh Ricky.

Ricky menyebut bahwa pemuda tersebut pulang dalam kondisi biasa, tapi sempat dirawat di puskesmas.

“Dia punya penyakit penyerta,” ujar Ricky. Namun ia tak menjelaskan penyakit penyerta apa yang diderita pasien itu. Sempat Kabur dari Ruang Isolasi RSUD Garut Merasa tak betah berada di ruang isolasi RSUD Garut, pemuda itu kabur ke rumahnya di Kecamatan Cigedug.

Komandan Koramil Bayongbong, Kapten Infanteri Jaja, yang juga mengevakuasi pemuda itu dari rumahnya, menyebut pasien tersebut kabur karena merasa takut dirawat di rumah sakit.

Jaja mengisahkan saat itu, pemuda tersebut sedang dirawat pura-pura izin pergi ke toilet yang lokasinya cukup jauh dari ruang isolasi.

“Kata pasien ini memang di ruang isolasi tidak ada toilet. Sebetulnya di rumah sakit juga orang tua pasien ini ada menunggu di luar, tapi pasien ini tetap kabur,” kata Jaja.

Jaja melanjutkan, dari pengakuan pasien, saat kabur ia mengaku menggunakan elf dan ojek untuk bisa sampai di rumahnya. Sementara, nasib penumpang elf dan sopir ojek yang ditumpangi PDP corona ini sedang dilacak oleh Dinkes Kabupaten Garut.

Pada Ahad (29/3), pemuda itu dijemput oleh Tim Satgas COVID-19 Kabupaten Garut dibantu dengan TNI dan sejumlah aparat keamanan. Pemuda itu dibawa lagi ke RSUD Garut. Pemuda tersebut meninggal dunia pada pada Rabu (1/4) sekitar pukul 23.00 WIB.

BACA JUGA: Klaim Zero Kasus, Turkmenistan Larang Penggunaan Kata Coronavirus

Wakil Direktur RSUD dr Slamet Garut, Een Suryani mengungkapkan pemuda itu belum dinyatakan positif corona lantaran masih menunggu hasil pemeriksaan di laboratorium.

Sample swab pemuda itu baru diambil pada 27 Maret 2020 dan langsung dikirim ke Labkesda Provinsi Jawa Barat di Bandung.

Een mengatakan pemuda itu meninggal karena dipicu penyakit bawaan. Dia tak menyebut jenis penyakitnya. Menurut Een, saat masuk ke RSUD Garut, pemuda itu sudah mengalami demam, batuk, dan sakit tenggorokan. []

SUMBER: KUMPARAN

Tags: pasien coronaPDP CoronaVirus Corona
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polisi Tangkap 5 Warga Gowa yang Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona

Next Post

Kewalahan Kremasi Jenazah Korban Covid-19, Krematorium di New York Lembur

Yudi

Yudi

Related Posts

JISc

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

24 Juni 2025
Mam Fifi, JISc

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

18 Mei 2025
Israel

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

9 April 2025
Depok

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

28 Maret 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.