• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 2 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kisah Mengharukan Sultan Abdul Hamid 2 Didatangi Pedagang Karena Lupa Shalawat

by Dini Koswarini
6 tahun ago
in Ibrah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sultan Abdul Hamid II

Foto: YouTube

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SUATU hari, pengawal Sultan Abdul Hamid 2 yang dipanggil dengan nama Basya, mendatangi ruangan Sultan.

Dia melaporkan bahwa ada seseorang bernama Faisal yang mengaku bahwa Sultan berhutang kepadanya.

“Wahai Sultan Hamid, ada orang yang mengaku bahwa engkau punya hutang kepadanya. Saya sudah panggil dia ke istana dan memberinya sejumlah uang, tapi dia belum mau pergi juga,” kata Basya.

“Di mana dia?” tanya Sultan.

ArtikelTerkait

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

Istighfar dan Para Ulama Salaf

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

“Di depan pintu, wahai Sultan,” jawab Basya.

“Biarkan dia masuk,” ujar Sultan.

Basya pun menyuruh penjaga agar Faisal segera menghadap Sultan.

BACA JUGA: Detik-detik Wafatnya Sultan Abdul Hamid II

“Silahkan sampaikan keluhanmu,” kata Basya kepada Faisal.

Dengan penuh takzim, Faisal berkata kepada Sultan.

“Wahai Sultan, Anda punya hutang kepadaku.”

Dengan tenang Sultan bertanya, “Bagaimana dan sejak kapan saya berhutang kepadamu?”

“Sultan, aku adalah seorang pedagang. Lalu aku bangkrut. Aku berhutang hingga hutangku mencekikku. Kemudian aku berdoa kepada Allah setiap malam…”

Belum selesai Faisal bicara, Basya langsung menyanggahnya.

“Faisal, Sultan bertanya padamu bagaimana Sultan bisa berhutang padamu,” sanggah Basya.

Namun, Faisal tetap melanjutkan ucapannya, “Seperti yang aku katakan tadi, aku berdoa kepada Allah setiap malam sebelum tidur.”

“Dan kemarin, aku bertemu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam mimpiku,” lanjut Faisal.

Sontak, Sultan dan Basya terkejut mendengarnya.

“Shallallahu alaihi wa sallam,” ucap Sultan dan Basya sambil meletakkan tangan kanannya di dada.

“Wahai Sultan, beliau bersabda, katakan pada Hamidku, bahwa ia biasanya bershalawat untukku setiap malam, tapi malam kemarin ia lupa. Datangilah Sultan, dan katakan keperluanmu kepadanya,” tutur Faisal.

Mendengar penjelasan Faisal, Sultan langsung berdiri. Tampak wajahnya begitu terharu.

“Bagaimana sabda Beliau?” tanya Sultan.

“Hamidku…” jawab Faisal.

Belum selesai dia melanjutkan, Sultan mengisyaratkan Faisal untuk berhenti bicara. Sultan lalu membuka laci mejanya, dan memberikan Faisal sekantong uang.

“Bagaimana sabda Beliau?” tanya Sultan.

“Hamidku…” jawab Faisal.

Belum selesai dia melanjutkan, Sultan kembali memotong dan mengambil sekantong uang, lalu diberikan kepada si pedagang itu.

Sultan kembali bertanya, “Bagaimana sabda Beliau?”

Faisal menjawab, “Hamidku…”

Sultan Hamid lagi-lagi memberi isyarat kepada Faisal untuk berhenti bicara dan kembali memberikan Faisal sekantong uang.

Melihat hal itu, Basya segera menegur Faisal, “Wahai Faisal, tidakkah cukup apa yang Sultan telah berikan untukmu?”

Faisal yang sudah terlihat kerepotan memegang 3 kantong uang, menjawab “Sudah cukup wahai Basya, aku akan segera melunasi semua hutangku.”

BACA JUGA: Saat Sultan Hamid II Ingin Jadi Tukang Sapu di Makam Nabi

Kedua mata Sultan Hamid pun mulai berkaca-kaca.

“Semoga Allah merahmatimu,” kata Sultan kepada Faisal yang langsung pamit dari istana.

“Wahai Sultan, hampir saja orang itu menghabisi seluruh uangmu,” kata Basya.

“Apa yang kau katakan Basya, bila dia meminta seluruh harta dan jabatanku, akan aku berikan seluruhnya untuk dia,” kata Sultan sembari menangis.

Malam kemarin, lanjut Sultan, aku bekerja hingga larut malam di meja kerja hingga aku tertidur dan lupa bershalawat. Padahal aku selalu rutin bershalawat setiap malam.

Basya yang mendengar cerita Sultan, tidak sanggup menahan air matanya. Keduanya pun menangis tak kuasa menahan haru. []

Tags: lupa shalawatPedagangshalawatsultan abdul hamid 2
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bagaimana Cara Istighfarnya Rasulullah?

Next Post

Jangan Pernah Meremehkan Perbuatan Baik meski Kecil

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

Sultan Abdul Hamid II

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

7 Juli 2025
Imam Syafi'i, Ulama, Madzhab, Istighfar

Istighfar dan Para Ulama Salaf

5 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

4 Juli 2025
Pahala, Sunnah Keluar Rumah

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

21 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.