• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kisah Kakak Beradik Muslim Kolo-Yaya Toure, Dari Tukang Semir Sepatu Jadi Pemain Sepakbola Internasional

by Eneng Susanti
6 tahun ago
in Muslimbiz
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kolo-Yaya Toure. Foto: 
Bleacher Report

Kolo-Yaya Toure. Foto: Bleacher Report

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

PENGGEMAR Sepakbola khususnya Liga Inggris dan Liga Spanyol pasti tak asing dengan nama Kolo Toure dan Yaya Toure. Ya, mereka adalah kakak-beradik yang sama-sama berprofesi sebagai pemain sepakbola internasional. Kolo yang kini merumput di Celtik dan Yaya yang sekarang bermain di Qingdao Huanghai, Cina, sempat bersama-sama merumput di tim kenamaan Liga Inggris, Mancester City.

Kakak beradik ini tak banyak tersorot pemberitaan, namun mereka menyimpan cerita inspiratif yang bisa jadi pelajaran bagi banyak orang.

Kolo-Yaya berasal dari negara yang pernah mengalami konflik, Pantai Gading. Mereka adalah potret pesepakbola asal Benua Afrika yang tak kenal lelah. Mereka juga potret dari pesepakbola muslim asal Afrika yang berhasil menaklukan kerasnya persaingan Liga Eropa. Keduanya berhasil keluar dari kemiskinan di Abidjan, kampung halamannya di Afrika, dan menjadi pesepakbola sukses di Eropa.

Dilansir dari Life Bogger, Kolo dan Yaya merupakan anak pertama serta kedua dari sembilan bersaudara dari pasangan Mory Toure dan sang istri.

ArtikelTerkait

Gimana Sih Cara Atur Keuangan Rumah Tangga?

Berapa Idealnya Tabungan Minimal yang Harus Dimiliki di Zaman Sekarang?

30 Cara Memperbaiki Kesalahan di Tempat Kerja

Cara Mengelola Keuangan di Usia 40 Tahun

Sang ayah hanya berstatus pensiunan tentara dan menjadi buruh tani. Sebagai anak sulung, Kolo berusaha membantu ekonomi sang ayah dengan menjadi tukang semir sepatu. Maklum, Mory kesulitan menafkahi anak-anaknya secara layak.

Sedangkan, Yaya yang merupakan anak kedua, mengikuti jejak sang kakak dengan ikut menjadi penyemir sepatu.

Nasib mereka perlahan berubah ketika Kolo mendapat kesempatan memperkuat salah satu akademi klub di Abidjan. Dia berhasil memperkuat klub profesional Pantai Gading, ASEC Mimosas. Dari klub itu pula dia langsung dilirik salah satu pemandu bakat Arsenal. Impiannya pun jadi kenyataan. Kolo akhirnya berhasil memperkuat salah satu klub raksasa di Liga Inggris itu.

BACA JUGA: Satu Lagi Pesepakbola Muslim Tangguh di Liga Inggris, Kenalin nih Ismaila Sarr

Ketika Kolo menempa diri di klub lokal, Yaya lagi-lagi terinspirasi untuk mengikuti jejak sang kakak. Dia juga mendapat kesempatan memperkuat klub lokal sebagai anak tangga pertama menuju sukses keluar dari kemiskinan. Namun, Yaya benar-benar merintis dari tangga ke tangga. Tak seperti sang kakak, Yaya harus menjalani petualangan ke klub-klub Eropa. Dari klub Liga Belgia Beveren, dia hijrah ke klub Liga Ukraina Metalurh Donetsk. Kemudian dia melanjutkan karier ke klub Liga Yunani Oympiakos Piraeus dan klub Liga Prancis AS Monaco hingga pernah bergabung ke klub elite Spanyol, Barcelona pada 2007 hingga 2010. Setelah itu Yaya merapat ke klub kaya Liga Inggris, Manchester City, selama delapan tahun.

Yaya dan Kolo Toure merasakan masa kejayaan ketika memperkuat klub yang sama, Manchester City. Sang kakak lebih dahulu bergabung sebagai bek tengah pada 2009.

Kolo memang menjadi pembuka jalan bagi adiknya untuk merumput di Liga Inggris. Bek tengah itu kali pertama berkarier di Inggris dengan memperkuat Arsenal dari klub Pantai Gading, ASEC Mimosas, pada 2002. Setahun setelah Kolo bergabung dengan Man City, Yaya yang berposisi sebagai gelandang menyusul kakaknya membela The Citizens. Kolo kemudian hengkang ke Liverpool pada 2013, sedangkan Yaya bertahan bersama Man City hingga 2018.

Tak hanya kesuksesan karir di lapangan hijau yang mereka torehkan. Sebagai muslim, kakak beradik ini dikenal sebagai muslim yang taat dan dekat dengan masjid. Di Liga Eropa, mereka tetap mempertahankan prinsip dalam ajaran agama Islam.

Dilansir dari The Guardian, Mory Toure mengatakan kedua anaknya, terutama Kolo Toure merupakan muslim yang taat. Khusus untuk Kolo, Mory mengatakan sang anak tak pernah jauh dari masjid.

Selama membela Man City, Kolo selalu aktif dalam kegiatan komunitas muslim di Masjid Stretford yang terletak tidak jauh dari markas Manchester United. Dia juga kerap terlibat dalam kerja-kerja komunal dan mendonasikan uang ke yayasan-yayasan di Pantai Gading.

“Kami adalah muslim yang taat. Dia rela melakukan apapun demi keluarganya dan tak akan pernah bersentuhan dengan obat-obatan terlarang dan minuman keras,” ujar Mory.

Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, juga pernah mengungkapkan kesan positif tentang Kolo.

“Dia memiliki kehidupan yang jernih, sangat jujur, dan selalu berada di rumah. Dia adalah tipe pria yang mementingkan keluarga,” ujar Wenger.

Mark Hughes, mantan pelatih Man City yang memboyong Kolo ke klub itu, menyebut Kolo sebagai seorang profesional yang baik.

Sementara itu, Yaya yang selalu berusaha menjadikan Kolo sebagai anutan di dalam dan luar lapangan pun menunjukkan sikap serupa dengan kakaknya.

BACA JUGA: Bintang Sepakbola Muslim yang Sederhana dan Rendah Hati, Inilah 5 Sikap Terpuji Sadio Mane

Salah satu cerita menarik adalah ketika Yaya terpilih sebagai Man of The Match usai membela Man City di Liga Inggris pada 2012. Yaya menolak pemberian sampanye dari rekan setimnya, Joleon Lescott.

Sampanye merupakan hadiah yang selalu diberikan kepada pemain berstatus Man of the Match. Meski demikian usai sesi wawancara, Yaya secara halus menolak pemberian itu.

“Saya tidak minum [minuman beralkohol] karena saya muslim. Jadi kamu simpan saja,” ujar Yaya kepada Lescott sembari tersenyum kemudian menepuk dada rekan setimnya itu dikutip dari Daily Mail.

Yaya dan sang kakak juga dikenal sebagai pemain yang tetap menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan meski harus menjalani beratnya kompetisi di Eropa. Bagi mereka puasa justru semakin menambah kekuatan fisik asalkan dengan menu makanan bernutrisi.

“Saya sudah beberapa kali mengamati bahwa berkarier di sepak bola selama Ramadan memang berat. Namun saya merasa semakin kuat karena kondisi mental saya mampu mengendalikan.”

“Tentu saja berat, namun ketika Anda percaya Tuhan, tidak ada yang mustahil,” ujar Kolo dikutip dari situs klub Liverpool. []

SUMBER: LIVERPOOL ECHO | DAILY MAIL | THE GUARDIAN | LIFE BLOGGER

Tags: Kolo ToureMuslimpesepakbola muslimSepakbolayaya toure
ADVERTISEMENT
Previous Post

Waspada Manipulasi Iblis

Next Post

Hati-hati dengan Kunjungan Malaikat Maut

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Larangan Rasulullah dalam Berdagang, Akad Istishna Keuangan, Keuangan

Gimana Sih Cara Atur Keuangan Rumah Tangga?

2 Juli 2025
Ciri Penghuni Surga dan Neraka

Berapa Idealnya Tabungan Minimal yang Harus Dimiliki di Zaman Sekarang?

19 Juni 2025
Cara Membuat Produk Digital, Sikap Tidak Terpuji di Tempat Kerja, Kerja

30 Cara Memperbaiki Kesalahan di Tempat Kerja

28 Mei 2025
Cara Mengelola Keuangan, Utang

Cara Mengelola Keuangan di Usia 40 Tahun

25 Mei 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.