• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 4 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Hamzah bin Abdul Muthalib Memeluk Islam 

by Dini Koswarini
2 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mushab bin Umair, Nabi Sulaiman, ﷺ , Abu Bakar, Bilal bin Rabbah, Umar bin Khattab,,Jasad Para Nabi Masih Utuh, Amul Huzni, Keutamaan Ustman bin Affan, Hamzah bin Abdul Muthalib, Imam Ahmad, Nabi Isa, Abu Hanifah, Umar bin Khattab, Hari Asyuro

Foto: PInterest

Di tengah suhu yang diliputi awan kezaliman dan penindasan, tiba-tiba muncul seberkas cahaya yang menyinari jalan, yaitu masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muthalib. Dia masuk Islam pada penghujung tahun ke-6 dari kenabian, lebih tepatnya pada bulan Dzulhijjah.

Hamzah bin Abdul Muthalib merupakan sahabat, paman, sekaligus saudara sepersusuan Nabi yang memeluk agama Islam pada periode pertama atau dikenal sebagai as-sabiqun al-awwalun. Hamzah dan Muhammad memiliki kedekatan hubungan yang erat karena keduanya banyak melakukan hal bersama sedari kecil
sehingga Hamzah pun sangat mengenal serta menyayangi Muhammad.

Ketika Muhammad sedang berupaya untuk menyebarluaskan dakwah mengenai ajaran agama Islam, Hamzah masih belum menjadi seorang Muslim. Akan tetapi, rasa hormat untuk melindungi Nabi Muhammad selalu ada pada dirinya. Bahkan ia tidak pernah rela jika ada salah seorang yang menjelekkan atau menyakiti keponakannya itu.

BACA JUGA:  Kemarahan Hamzah Bin Abdul Muthalib terhadap Abu Jahal

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Mengenai sebab keislamannya adalah bahwa suatu hari, Abu Jahal melewati Rasulullah di bukit Shafa, lalu dia menyakiti dan menganiaya beliau.

Rasulullah diam saja, tidak berbicara sedikit pun kepadanya. Kemudian, dia memukuli tubuh beliau dengan batu di bagian kepala sehingga memar dan darah mengalir. Selepas itu, Abu Jahal pulang menuju tempat pertemuan kaum Quraisy di sisi Ka’bah dan berbincang dengan mereka.

Kalau itu, budak wanita Abdullah bin Jud’an berada di kediamannya di atas bukit Shafa dan menyaksikan pemandangan yang belum lama terjadi. Kebetulan, Hamzah bin Abdul Muthalib datang dari berburu dengan menenteng busur panah. Maka, dia langsung memberitahukan kepadanya tentang perlakuan Abu Jahal tersebut.

Menyikapi hal itu, sebagai seorang pemuda yang gagah lagi punya harga diri yang tinggi di kalangan suku Quraisy, Hamzah bin Abdul Muthalib marah berat dan langsung bergegas pergi dan tidak peduli dengan orang yang menegurnya. Dia berkonsentrasi mempersiapkan segalanya bila berjumpa dengan Abu Jahal dan akan memberikan pelajaran yang paling pahit kepadanya.

Keturunan Syarif dan Syarifah, Nabi Palsu, Bahasa Arab, Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah, Nabi Musa, , Keutamaan Imam Hasan dan Imam Husein, Said bin Amir, Abdullah bin Umar, Rasulullah, Jabalah bin al-Iham, ustman bin affan, Nabi Ayyub, Abu Hurairah, Kisah Zaid bin Tsabit, Ustman bin Affan, Sahabat Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib
Foto: Pinterest

Maka, ketika dia masuk Masjidil Haram, dia langsung tegak persis di arah kepala Abu Jahal sembari berkata, “Hai si hina dina! Engkau berani mencaci maki keponakanku, padahal aku sudah memeluk agamanya?”

Kemudian, Hamzah bin Abdul Muthalib memukuli Abu Jahal dengan gagang busur panah dan membuatnya terluka dan babak belur. Melihat hal itu, sebagian orang dari Bani Makhzum—yakni dari suku Abu Jahal—terpancing emosinya, demikian pula dengan orang-orang dari Bani Hasyim, dari suku Hamzah.

Abu Jahal melerai dan berkata, “Biarkan Abu Imarah (julukan Hamzah!) Sebab, aku memang telah mencaci maki keponakannya dengan cacian yang amat jelek.”

BACA JUGA: Hamzah bin Abdul Muthalib, Paman yang Dikasihi Nabi

Keislaman Hamzah bin Abdul Muthalib pada mulanya adalah sebagai pelampiasan rasa percaya diri seseorang yang tidak sudi dihina oleh tuannya. Namun kemudian, Allah melapangkan dadanya. Dia kemudian menjadi orang yang berpegang teguh dengan tali yang kukuh (Islam) dan menjadi kebanggaan kaum muslimin.

Hamzah bin Abdul Muthalib menjadi pengikut ajaran Rasul dan sosoknya paling terdepan dalam membela Islam. Terutama ketika kaum Quraisy gencar menghasut yang memicu peperangan.

SUMBER: SIRAH RASULULLAH | PUSAT STUDI QURAN

Tags: Hamzah Bin Abdul Muthalib
Previous Post

5 Perkara yang karena Lakukan Dosa-dosa Ini, maka Muncul Akibat-akibat Ini

Next Post

Ketum MUI Tanggapi Candaan Zulhas soal AMIN dan Tahiyat dalam Shalat

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.