• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 28 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kisah Cinta Muhammad dan Khadijah

by Adam
10 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: The Indian Express

Foto: The Indian Express

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SAYYIDAH Khadijah adalah sedikit dari kaum Quraiys yang bisa membaca dan menulis. Dia pun memiliki seorang sepupu lanjut usia yang merupakan seorang pendeta ahli kitab. Darinyalah Sayyidah Khadijah mengetahui bahwa telah datang masa terutusnya nabi akhir zaman. Dan, melihat berbagai macam pertanda, tahulah Khadijah bahwa Muhammad putra Abdullah adalah calon yang terutus itu. Ia pun memutuskan untuk melamarnya karena Allah.

Meski pada saat itu manusia mulia yang dikenal kejujuran dan amanahnya itu adalah seorang laki-laki miskin dan tidak memiliki pekerjaan tetap sementara Khadijah adalah janda kaya yang dermawan, kebaikannya membuat semua lelaki Qurays berharap menjadi pendamping hidupnya.

Khadijah sendiri ingin menikah dengan Nabi Muhammad agar ketika datang waktu terutusnya Nabi Muhammad sebagai seorang rasul, ia yang menjadi istrinya kala itu akan segera beriman, berjuang dalam agama, dan membantu Nabi dengan semua yang ia punya. Silakan simak apa yang disampaikan Khadijah beberapa hari sebelum pernikahan mereka:

“Wahai Muhammad, sungguh demi Allah, Engkau harus tahu bahwa aku ingin menikah denganmu bukan karena berharap sesuatu. Aku melakukannya karena kukira Engkau adalah nabi yang akan diutus, rasul yang kedatangannya ditunggu dan diberitakan oleh para rahib dan pendeta. Dan jika hal itu benar, aku berharap Engkau tidak menyia-nyiakan perbuatanku, ajaklah aku kepada Tuhan yang kelak akan mengutusmu itu.”

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Nabi Muhammad menjawab, “Aku tidak tahu kebenaran ucapanmu itu, wahai Khadijah. Namun, demi Allah, jika benar aku menjadi seperti yang kau kira, aku tentu tidak akan menyia-nyiakanmu sampai kapan pun. Dan jika tidak, maka Tuhan yang Engkau telah berbuat kebaikan ini karenaNya, pasti tidak akan pernah menyia-nyiakanmu.”

Sayyidah Khadijah dan Nabi Muhammad (shalallahu ‘alaihi wa salam) menjalin rumah tangga karena Allah. Karena itulah pernikahan mereka menjadi begitu berkah, cinta mereka kekal abadi. Sebab ada Allah dalam hubungan cinta mereka, ada Allah dalam niat pernikahan mereka, ada Allah yang menjadi landasan setiap keputusan yang mereka buat sebagai suami dan istri. Dan inilah sumber kekuatan terbesar yang dimiliki manusia. Tak aneh jika Khadijah bertahan saat ujian pernikahan mereka menghadang.

Tatkala badai datang mengombang-ambingkan biduk pernikahan mereka. Tatkala kemiskinan menyapa padahal sebelumnya ia adalah wanita kaya raya, tatkala kelaparan bahkan memaksanya untuk makan rumput berbulan-bulan lamanya hingga ia merasa giginya menjadi tajam karenanya.

Andai saja kau dengar perbincangan pasangan suami istri itu pada suatu malam, pada masa-masa tersulit keduanya. Masa ketika Nabi dan seluruh keluarganya diasingkan kaum Quraiys. Hingga tak ada makanan yang dapat mereka peroleh kecuali dengan sembunyi-sembunyi. Tidur pun hanya beralas tikar pelepah kurma, yang tak cukup menghangatkan tubuh di musim dingin. “Aku merasa malu kepadamu, wahai Khadija,” sang Suami membuka percakapan.

“Mengapa kau merasa begitu, wahai Rasulullah?”

“Sebab aku menikahimu dan Engkau mulia di kaummu, kini mencaci maki dirimu. Aku menikahimu, dan kau kaya raya, semua yang kau inginkan tersedia. Kini kau makan ala kadarnya bahkan seringkali harus menahan lapar untuk waktu yang lama.”

Sang istri memandang wajah suaminya penuh cinta. Mengingatkan bahwa bahagianya bukan terletak pada gelimang harta atau dianggap mulia di antara kaum yang tidak mengenal tuhannya. Bahagianya ada bersama dengan sang tercinta, bahagianya ada pada pengorbanan dalam membela agama. Maka ia pun menjawab, “Duhai Rasulullah, hilangkanlah segala perasaan itu. Engkau harus tahu, jangankan sekedar harta sebab seluruh tenaga, waktu, rasa, hidup dan matiku telah kupersembahkan untuk Allah dan RasulNya.”

Alangkah indahnya ucapan itu.

Sungguh tulus hati dan jiwanya dalam pembuktian cinta kepada Allah dan RasulNya, hingga para ahli sejarah menyimpulkan kemuliaan Khadijah dengan mengatakan:

“Dia adalah seorang istri yang tidak pernah berkata tidak kepada suaminya. Cinta mereka adalah legenda, perwujudan keabadian cinta dan kesejatian cinta. Semoga kita dapat meneladani mereka.”[]

 

Sumber: nasehatislami

Tags: cintaKhadijahmuhammad
ADVERTISEMENT
Previous Post

Permintaan Pembiayaan Syariah Meningkat, LPDB KUKM Siapkan 600 Milyar

Next Post

Jin Jatuh Cinta pada Manusia, Ini Sebabnya

Adam

Adam

Dengan Ilmu, engkau berani bertindak dan dapat menahan diri untuk diam

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.