• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 27 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kisah Ayah Durhaka kepada Anak di Zaman Umar

by Sodikin
7 tahun ago
in Kultum Ramadhan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi. Foto: Unsplash

Ilustrasi. Foto: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: M. Ishom el-Saha 

Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten

TIDAK sedikit orang tua yang meminta putra-putrinya berbakti kepada orang tua. Tapi dia sendiri tidak paham tentang apa pun sebutan ayah yang durhaka untuk ayah. Jika anak durhaka berhasil lolos sia-sia, begitupun orang tua yang durhaka kepada keturunan.

Diriwayatkan pada masa Umar bin Khattab ada ayah yang menyeret putranya untuk dihadapkan kepada Amirul Mukminin. Di depan Umar, orang tua itu mengadukan kelakuan putranya yang tak mau dihormati dan durhaka menerima.

ArtikelTerkait

6 Kerugian Umat Islam di Bulan Ramadhan

3 Sifat yang Bisa Jerumuskan Seseorang ke Neraka

Langkah ke Depan Alumni Ramadhan

Ciri Orang Munafik

“Mohon nasihati dia, wahai Amirul mukminin!” kata orang tua itu.

BACA JUGA: Sikap Orangtua Seperti Ini, Sebabkan Anak Durhaka

Umar lalu menasihati anak lelaki itu. “Apa kamu tidak takut kepada Tuhan-mu sebab ridha-Nya tergantung ridha orang tuamu.”

Tak disangka-sangka anak itu mulai bertanya: “Wahai Khalifah! Apa yang ada di samping itu adalah soal anak yang berbakti kepada orang tua, termasuk juga cara orang tua yang bertanggung jawab terhadap apa?”.

Umar bin Khattab menjawab: “Ya, benar ada! Seharusnya ayah menyenangkan dan mencukupi nafkah istri sekaligus ibu dari putra-putrinya, memberikan nama yang baik untuk putra-putrinya, serta mengajari putra-putrinya Al-Quran dan memelajari ilmu agama lainnya.”

Mendengar penjelasan Amirul Mukminin, anak laki-laki itu membalas: “Jika demikian, bagaimana aku berbakti kepada ayahku? Demi Allah, ayahku takir ke ibuku yang tak perlu menggantinya di hamba sahaya. Sekali pun dia minta uang untuk ibuku, sebanyak 400 dirham untuk menebus ibuku. Dia juga tak menamaiku dengan nama yang baik: Aku dinamai ayahku dengan nama “Juala” (Jadian). Dia juga tak mengajariku mengaji, satu ayat pun!”

BACA JUGA: Sungguh Terhina Anak yang Durhaka pada Orang Tua

Seketika itu Umar bin Khattab berpaling, memandang tajam ke arah orang tua anak itu, sambil berkata: “Kalau begitu bukan anakmu yang durhaka, tapi kamulah orang tua durhaka!”

Jadi, ayah yang durhaka tanda-tandanya adalah:

1.tidak menyayangi lahir-batin istri yang menjadi sumber belajar pertama kali anak kandungnya.

2.berkata kasar dan tidak memanggil putra-putrinya dengan sebutan yang baik.

3.Tidak mendidik putra-putrinya dengan pendidikan yang baik dan bermanfaat untuk masa depan mereka.

Ibnu al-Qayyim al-Jauzi di dalam kitab “Tuhfat al-Maudud” juga pernah mengatakan: “Barangsiapa menyia-nyiakan pendidikan yang berguna untuk masa depan dan putra-putrinya yang dibiarkan begitu saja, maka dia menjadi orang tua yang paling merugi. Anak menjadi rusak moralitasnya karena faktor orang tua yang menyia-nyiakan pendidikan perputaran. anak-anak itu tidak mengembangkan akal budayanya dan tidak mendatangkan manfaat di masa depan untuk kedua orangtuanya. “

Oleh sebab itu, sebagai orang tua, sebagian besar ayah, sepatutnya mencurahkan pikiran, tenaga, dan keuangan untuk masa depan serta pendidikan buah hatinya. Berapa banyak yang dicurahkan orang tua untuk putra-putrinya semua adalah bernilai sedekah dan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. []

SUMBER: KEMENAG

Tags: ayah durhakaRamadhanumar bin khattab
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerintah Tetapkan Senin 6 Mei 2019 Sebagai 1 Ramadhan 1440 H

Next Post

Ini Menu Sahur agar Badan Tidak Lemas dan Ngantuk

Sodikin

Sodikin

Related Posts

Tata Cara Puasa Senin dan Kamis, Niat Puasa Senin-Kamis, Manfaat Puasa, Yang Dilakukan oleh Seorang Muslim di Bulan Ramadhan, Jenis Puasa Sunnah, Hukum Puasa Sunah Sebulan Penuh di Bulan Muharram, Batas Akhir Qadha Puasa Ramadhan, Alasan Kenapa Kita Perlu Puasa,Manfaat Intermitten Fasting, Hal yang Membatalkan Puasa

6 Kerugian Umat Islam di Bulan Ramadhan

18 Februari 2021
neraka, dajjal

3 Sifat yang Bisa Jerumuskan Seseorang ke Neraka

22 Mei 2020
khutbah. surga

Langkah ke Depan Alumni Ramadhan

20 Mei 2020
asmaul husna

Ciri Orang Munafik

17 Mei 2020
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.