• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 13 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Kolom

Utusan Khalifah Bani Ummayah Sudah ke Jawa Sebelum Pendirian Candi Borobudur

Oleh Saad Saefullah
2 tahun lalu
in Kolom
Waktu Baca: 2 menit baca
A A
0
Abu Bakar, Salman Al-Farisi, Abu Hurairah, Umar bin Khatab, Kehebatan Umar bin Khattab, Nabi dan Para Sahabat, Istighfar, Khalifah Bani Ummayah,Nabi Zulkifli, Abdul Muthalib, Nabi Ibrahim

Foto: Unsplash

0
BAGIKAN

Utusan Khalifah Bani Ummayah Sudah ke Jawa Sebelum Pendirian Candi Borobudur 1 Bani UmmayahSEJARAWAN Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya Api Sejarah menegaskan bahwa Islam sebagai agama jauh lebih awal dari pembangunan candi Budha misalnya Borobudur. Seperti yang dituturkan dalam sejarah Dinasti Tang, masuknya Islam ke pulau Jawa terjadi pada abad ke-7 M. Sedangkan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, baru didirikan pada abad ke-9 M.

Menurut sejarawan J.G. de Casparis menyebutkan bahwa pendiri Candi Borobudur adalah Raja Samaratungga. Adapun Raja Samaratungga memimpin Mataram Kuno pada tahun 782 – 812 M pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Candi ini terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sedangkan Dinasti Syailendra merupakan kepanjangan tangan dari Raja Sriwijaya di Jawa

Buya Hamka dalam bukunya Sejarah Umat Islam menyebutkan, dalam catatan Tiongkok menyatakan di Kho’po ada sebuah kerajaan Holing. Pada tahun 674-675 M diangkat seorang perempuan menjadi ratu yang bernama Si Ma. Kemakmuran, keamanan, dan keadilan negeri ini terdengar oleh Raja Ta Cheh. Kemudian, dia utuslah orang ke negri itu untuk membuktikannya.

Utusan Raja Ta Cheh mencecerkan pundi-pundi emas di pusat kota, tetapi tidak ada yang mengambilnya. Akhirnya, setelah 3 (tiga) tahun pundi tersebut berhujan panas, datanglah putra raja mengambilnya. Mendengar kejahatan tersebut, sang ratu menghukumnya dengan memotong kaki putranya. Siapakah mereka dalam Catatan Tiongkok ini?

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

Kho Po adalah Tanah Jawa. Holing adalah kerajaan Kalingga di Jawa Timur. Ratu Si Ma adalah Ratu Simo, seorang raja perempuan Kalingga pada masa itu. Raja Ta Chen adalah Raja Arab. Siapakah raja Arab saat itu? Menurut Buya Hamka adalah Muawiyah Abu Sofyan, Sekertaris Rasulullah saw, yang saat itu menjadi khalifah Bani Ummayah.

BACA JUGA:  Nabi Ibrahim dan Ilmu Astronomi

Sejarawan Ahmad Mansur Suryanegara dan Buya Hamka sepakat bahwa Islam masuk sebelum pendirian Candi Borobudur. Bahkan Buya Hamka berdasarkan Catatan Cina sudah sangat yakin bahwa Utusan Kekhalifahan Islam sudah menginjakkan kaki ke tanah Jawa sebelum pendirian Candi Borobudur. Hanya saja utusan sang khalifah tiba di Jawa Timur sedangkan Candi Borobudur di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Shalat Pembuka Kemenangan

Bukti lainnya, Sayyid Qudratullah Fatimi (S.Q Fatimi) dalam ’Two Letters from Maharaja to The Khalifah mengidentifikasi addenda dual surat Raja Sriwijaya kepada Khalifah Bani Umayyah, yakni surat kepada Muawiyah dari kitab Al-Hayawan, karya Abu Usman Amr Ibn Bahr atau dikenal dengan Al-Jahiz (776-869 M/150-255 H). Surat menyurat ini menjadi bukti kuat bahwa hubungan kekhilafan Islam dengan Sriwijaya sudah sangat kuat sebelum Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah dibangun. []

Sumber:
Ahmad Mansur Suryanegara, Api Sejarah, Penerbit Surya Dinasti
Buya Hamka, Sejarah Umat Islam, GIP
https://sma13smg.sch.id/materi/sejarah-candi-borobudur/
https://maktabu.republika.co.id/posts/79643/raja-sriwijaya-pernah-berkirim-surat-ke-muawiyah-begini-isinya- 

Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirimke: islampos@gmail.com, dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter.

 

Tags: Bani UmmayahCandi BorobudurNasrulloh Baksolahar
ShareSendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bicara soal Debat Cawapres, Anies: Kalau Substansi Kuat, Tidak Perlu Banyak Atraksi

Next Post

Kerinduan pada Bulan Ramadhan Berbuah Syurga

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Terkait Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 2 Bani Ummayah

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

Sejarah Hari Ini: 3 Maret 1924, Kekhalifahan di Turki Dibubarkan

Oleh Sodikin
3 Maret 2019
0
Ilustrasi. Foto: Kabarsatu

Memang sejak kecil, jiwa pemberontak telah nampak. Sering ia bertengkar dengan gurunya di sekolah Fatimah. Hingga bapaknya memindahkannya ke sekolah...

Lihat LebihDetails

12 Ayat Al-Quran tentang Istiqamah, Dapat Memotivasi Kita

Oleh Sufyan Jawas
31 Oktober 2021
0
Hadist Nabi Tentang Ikhlas

ayat Al-Quran Tentang Istiqamah

Lihat LebihDetails

8 Doa dalam Surat Al-Imran

Oleh Saad Saefullah
10 Maret 2025
0
Doa Sapu Jagat, Doa agar Dipermudah Mencari Rezeki, Doa dalam Surat Al-Imran

Kisah, sosok dan doa dalam Al-Qur'an, memang tak bisa dipisahkan.

Lihat LebihDetails

85 Motto Hidup dari Kutipan Ayat Alquran

Oleh Eneng Susanti
17 Januari 2023
0
motto hidup ayat Alquran, cara menjadikan Al-Qur'an sebagai penyembuh

SAHABAT mulia Islampos, ada banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari Alquran. Banyak pula kutipan ayat Alquran yang bisa...

Lihat LebihDetails

Bait-bait syair Imam Syafi’i yang Menyentuh dan Menggetarkan Jiwa

Oleh Dini Koswarini
26 Oktober 2022
0
Penilaian Manusia, Muhasabah, Imam Syafi'i, ujian, akad

Inilah Bait-bait syair Imam Syafi’i rahimahullah yang bisa kita jadikan sebagai keteladanan di saat kondisi seperti sekarang ini.

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.