ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kehangatan Pangeran Harry Saat Buka Puasa Bersama Pemuda Singapura

Foto: Channel News Asia
0

SINGAPURA–Dengan hanya setengah jam yang tersisa, Nazhath Faheema yang berusia 32 tahun diberitahu bahwa dia akan duduk di samping Pangeran Harry Inggris saat berbuka puasa bersama pemuda Muslim saat berbuka puasa.

“Saya bingung bagaimana berperilaku dan bagaimana cara bertindak. Saya bahkan mulai melatih apa yang harus dikatakan,” kata anggota dewan Duta Besar Pemuda Muslim Singapura (MYAP).

“Saya terus mengingatkan diri saya untuk memanggilnya dengan sebutan resminya ‘Yang Mulia’. Tapi begitu kita memecahkan es, rasanya seperti berbicara dengan seorang teman,” katanya.

Berbuka puasa
Foto: Channel News Asia

Mahasiswa pascasarjana di Nanyang Technological University difoto berbagi lelucon dengan pangeran, dalam gambar yang banyak diambil oleh media internasional.

Nazhath bercerita kepada Pangeran Harry bahwa pada umumnya dia memutuskan berbuka puasa dengan makanan sehat, yaitu kurma dan bubur. Setelah itu akan menikmati makanan cepat saji.

Pangeran Harry bertanya kepadanya tentang pentingnya berbuka puasa dengan kurma. Nazhath mengatakan kepadanya bahwa ini adalah praktik yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

“Saya menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad melakukan hal ini, dan bagaimana kita sebagai umat Islam mengikuti jejaknya. Ada banyak manfaat kesehatan untuk berbuka puasa dengan kurma dan bubur. Dia sangat tertarik untuk tahu tentang itu,” kata Nazhath, yang mengingatkannya untuk membuang biji kurma.

Mengingat Korban Serangan London

Selama pembacaan Al-Quran, sebelum mereka berbuka puasa di Jamiyah Singapore, Pangeran Harry dan sekitar 80 pemuda Muslim menundukkan kepala untuk mendoakan orang-orang yang terbunuh dalam serangan London pada hari Sabtu.

Tujuh orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan tersebut, yang oleh kelompok militan Islam mengklaim bertanggung jawab atasnya.

“(Pangeran Harry) menghargai solidaritas dalam mengutuk tindakan orang-orang ini, yang tidak mewakili agama atau komunitas manapun,” kata Nazhath sebagai anggota MYAP yang bertugas menyebarkan kesadaran akan radikalisasi di Asia Tenggara.

“Kami memiliki percakapan terarah tentang usaha kami di Singapura dan dia senang untuk mencatat bahwa kami telah membuat langkah yang baik,” tambahnya. []

Sumber: Channel News Asia

loading...
loading...