islampos
Media islam generasi baru

Kecanduan Onani, Bagaimana Menghentikannya?

Foto: Shutterstock
0

Asssalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

MASALAH yang saya hadapi lumayan sulit. Saya memiliki kebiasaan buruk. Umur saya 18 tahun, dan saya sedang jadi-jadinya mengalami masa pubertas. Masalah saya adalah saya telah kecanduan melakukan kebiasaan terlarang yaitu onani. Jika saya tidak melakukan ini dalam sehari, saya akan mengalami kesulitan untuk tidur. Dan tangan saya selalu gatal untuk melakukannya. Saya mohon solusi dan nasihat yang tepat untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini lagi, terimakasih.

NN

Wasssalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jawaban dari DR. Ahmad Abdullah

Saudaraku yang budiman, saya berterima kasih kepadamu atas pertanyaan ini, yang saya rasa ini merupakan permasalah yang sangat penting bagi mereka yang seusia denganmu. Onani merupakan perbuatan seks yang dilakukan anak muda dan memberi banyak efek negatif, baik dilihat dari kacamata fikih ataupun kedokteran.

Pengaruhnya akan terlihat dari anggota tubuh dan jiwa seseorang. Motif yang mendorong seseorang melakukan onani bermacam-macam, seperti suka melihat hal-hal yang dapat membangkitnya syahwat sampai kepada cara untuk melampiaskan birahi yang sangat membara dalam tubuh dan akalnya.

Kecanduan ini banyak menjangkiti anak-anak muda yang belum menikah. Apabila kecanduan ini tidak hilang di saat usianya telah melewati 20 tahun, akan lebih sulit untuk menghilangkannya karena tingkatan libido seseorang itu berbeda dalam segi umur dan keinginan seseorang semakin banyak. Malah ada orang yang sudah menikah masih saja kecanduan onani.

Ketika saya melakukan studi pasca sarjana (Magister), saya memilih melakukan penelitian tentang permasalahan ini, dan kesimpulan dari penelitian itu adalah: Setiap perlakuan seks yang dilakukan bukan dengan pasangan hidup yang halal (suami-istri) akan berakibat negatif, dari jiwa yang tidak tenang, takut, sampai dengan ejakulasi dini.

Masalah pascaonani benar-benar akan terlihat dan nampak dalam diri pelakunya, karena onani hanyalah memberi kenikmatan sesaat dan penipuan syahwat (unsur pemaksaan untuk memperoleh orgasme). Oleh karena itu onani memiliki dampak negatif.

“Akan tetapi, apa yang dapat saya lakukan? Tubuh saya tidak mampu menahan gejolak birahi, otak saya tidak dapat menahan dari membayangkan hal-hal yang penuh birahi? Khususnya pada masa pubertas seperti sekarang.”

Inilah wahai saudaraku, makna dari pertanyaan yang kau ajukan kepada kami. Gejolak itu adalah perkembangan dan peningkatan jiwa seseorang. Akan tetapi hidup ini bukan hanya untuk seks. Benar, seks bagi kalangan pemuda merupakan hal yang luar biasa, dan ini normal. Hanya saja jangan jadikan seks sebagai perhatian utama baginya.

Jadi bagaimana menghindari perbuatan onani di saat birahi bergejolak?

Kekosongan waktu adalah musuh utama kita. Seorang yang tidak ada kegiatan budaya, olahraga, seni, ilmu, dan kegiatan-kegiatan lainnya akan mudah terjerat tali perbuatan onani. Banyaknya kegiatan positif akan menyibukkan dirinya, dan tidak memikirkan hal-hal yang berbau seks. Bukankah seorang pemuda memiliki sifat ingin tahu dan senang dengan hal-hal yang baru? Maka, cara pertama adalah isi hari-harimu dengan kegiatan-kegiatan positif.

Sebagian ulama fikih berpendapat bahwa onani lebih baik daripada perbuatan zina akan tetapi menjaga diri lebih baik dari keduanya. Kita selalu menjaga petuah dari Rasululllah, “Barangsiapa yang mampu maka menikahlah, karena ia akan menundukkan pandanganmu (kepada hal-hal yang haram) dan lebih menjaga kemaluanmu. Barangsiapa yang belum mampu hendaklah ia berpuasa, karena itu akan mengurangi gejolak birahi,”(Bukhari-Muslim).

Puasa menurut bahasa adalah menahan diri. Bukan hanya menahan dari makanan dan minuman saja akan tetapi menahan dari segala yang negatif, selain mengalihkan pandangan kepada hal-hal selain seks. Tubuh memerlukan kegiatan yang dapat menguatkan otot-otot anggota tubuh. Pikiran memerlukan kegiatan yang dapat memuaskan kebutuhan akal. Hati memerlukan ibadah-ibadah yang dapat memberikan ketenangan jiwa.

Pada masa internet ini, tidaklah salah seseorang mengikuti perkembangan zaman. Karena pengetahuan itu sangat luas sekali, tidak hanya terfokus di sekolah atau universitas. Kau dapat membuka berbagai situs yang banyak manfaatnya dengan menghindari membuka situs porno atau cerita seks.

Wahai Saudaraku, pergunakan masa mudamu sebaik-baiknya dan ukirlah prestasi sebanyak mungkin untuk masa yang akan datang. []

Sumber: Ikhwan Zone/Yusuf Al-Qaradhawi/Zikrul Hakim/Jakarta/2005.

loading...
loading...