ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kala Orangtua Lansia, Bagaimana Bakti Kita Sebagai Anak? (2-Habis)

0

Advertisements

MESKI kebutuhan sebagian orang yang lanjut usia pada energi berkurang, tapi mereka tetap membutuhkan protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang memadai, guna menggantikan kekurangan yang disebabkan oleh kelemahan tubuh, serta tidak adanya kemampuan tubuh untuk menyerap secara sempurna unsur-unsur tersebut.

Khusus bagi kaum wanita diharuskan untuk mengonsumsi kalsium dalam jumlah yang memadai selama hidup, agar tidak kekurangan kalsium saat tua nanti. Dan juga harus mengonsumsi zat besi yang cukup agar tidak mengalami kekurangan darah.

BACA JUGA: Ngeri, Banyak Lansia di Korsel Berubah jadi Pelaku Kejahatan Brutal

Sebagaimana makanan orang lanjut usia harus meliputi berbagai macam buah-buahan, sayur-sayuran, daging, dan berbagai olahan susu. Semua makanan itu harus mengandung serat dan cairan air dalam jumlah yang memadai. Khususnya ketika selera makan berkurang.

Selain itu, orang-orang yang sudah lanjut usia perlu dibuatkan aneka macam makanan agar lebih mengundnag selera dan mudah dicerna. Dianjurkan untuk menyediakan makanan rebus atau kukus dari pada makanan yang digoreng.

Lebih dianjurkan pula untuk menyajikan daging merah daripada daging yang banyak mengandung lemak.

Mereka disarankan untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih banyak pada pagi hari dan mengurangi porsi tersebut pada sore harinya.

Perlu dicatat, tidak ada batasan umur tertentu untuk mengatagorikan seseorang dalam golongan lanjut usia. Sebab, tanda-tanda munculnya penuaan itu tergantung oleh tingkat kebudayaan, kegiatan individu, kondisi psikologis dan kesehatan secara menyeluruh.

Islam telah memersembahkan berbagai saran untuk mendapatkan kehidupan mulia bagi orang-orang lanjut usia. Di mana ia telah mewajibkan anak untuk memperlakukan ayah dna ibu mereka dengan baik. hal itu didasarkan pada firman Allah SWT:

“Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah” dan jaganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang serta ucapkanlah, ‘wahai Rabbku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidiku di waktu kecil.” (QS. Al-Isra: 23-24)

Dalam Islam, merawat orang yang sudah lanjut usia merupakan satu kewajiban yang menjadi perhatian besar agama ini. Islam telah, menjadikan hal tersebut sebagai hak orang tua atas anak. Perawatan terhadap orang-orang yang lanjut usia dianggap belum dilakukan, jika diserahkan kepada panti-panti jompo.

BACA JUGA: Anak Nakal Vs Orang Tua Kehabisan Akal

Sebab, hal itu jelas jauh berbeda jika dilakukan dalam keluarga yang saleh, dimana anak dengan sabar dan senang hati mau merawat orang tuanya, mendidik anak-anak mereka supaya mau bersikap baik, lemah lembut, dan penuh kasih sayang kepada orang-orang lanjut usia.

Jadi, memenuhi berbagi kebutuhan makanan saja bagi orang-orang lanjut usia, tidka cukup, jika tidak dibarengi dengan suasana penuh kasih sayang, kelembutan, dan nuansa kekeluargaan yang kental, serta silaturahmi dalam arti yang lebih luas.

Dengan demikian, makanan seimbang dan sempurna yang mengandung unsur-unsur nutrisi sangat penting bagi tubuh manusia sepanjang fase kehidupan yang dilaluinya. []

Artikel Terkait :

Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend