Jejak-Jejak Sahabat

Foto: FRANCOIS XAVIER MARIT
0

SAATKU berjalan menyelusuri tinta sejarah

Saat itu pula ku sadar atas kelalaianku

Di tanah itu ada jejak tak terungkap

Di bumi ini ada tapak mulia yang terlupa

 

Bukan hanya sekedar tapak kuda atau unta

Yang dengan bisa sekejap hilang oleh angin semata

Bukan hanya sekedar jejak jejak tak bertuah

Yang hanya singgah sebentar lalu terhapuskan oleh masa

 

Jejak-jejak ini sungguh sangat berbeda

Ada keteguhan dan kegigihan di dalamnya

Ada keikhlasan dan kesabaran yang tak terhingga

Hingga dari kejauhanpun sudah terlihat cahaya kemuliaannya

 

Kutelusuri jejak-jejak itu dalam-dalam

Satu demi satu, hingga kutemukan nyalanya

Ibarat cahaya yang terang mengungkap semua kegelapan

Jejak-jejak itu semakin lama semakin mengingatkan kegemilangan

 

Ketika ku buka jejak pertama;

Ada abu bakar, khalifah pertama yang mendapat gelar as-shidik

Karena kejujuran dan kebenaran beliau membela islam yang hak

Ada umar bin khattab, khalifah ke 2 yang mendapat gelar al furqan

Karena mampu membedakan yang hak dan batil dengan Ketegasan dan keberanian

Lalu Ada usman bin affan, khalifah ke 3 yang mendapat gelar Dzun Nur ‘Ain

Karena menikahi 2 putri nabi , Ruqqayah dan Ummu Kultsum

Dan Ada ali bin abi thalibb, khalifah ke 4 yang mendapat gelar azzubair ibnul awwam

Karena kesetiaannya mengikuti rasulullah dari sejak awal islam

 

Ketika ku buka jejak kedua;

Ada hamzah bin abdul muthhalib yang sangat pemberani dalam melindungi rasulullah

Ada Thalhah bin Abdullah yang rela menjadikan dirinya sebagai perisai bagi Rasulullah

Lalu Ada abu ‘ubaidah bin jarrah yang dipilih sebagai orang kepercayaan rasulullah

Ada Zubeir bin Awwam yang selalu berada dalam barisan terdepan di berbagai pertempuran

Ada sa’ad bin abi waqqas yang rela menafikan keinginan ibunya

Demi kesetiaan dan kecintaannya terhadap islam

Lalu Ada Abdurrahman bin ‘Auf yang sangat dermawan dan memiliki jiwa entrepreneur dalam perdagangan

Ada bilal bin rabah yang rela di panggang, di pancung bahkan di timpa batu besar demi mempertahankan keimanan

 

Astagfirullah…mengapa selama ini aku tak mengetahui semua jejak-jejak gemilang itu?

Apa karena aku tak mau mencarinya?

Atau mungkin karena aku terlalu sibuk,dengan mengidolakan orang-orang barat

yang tanpa sadar membius diriku?

Padahal,aku tahu perilaku mereka sangat jauh dari nilai-nilai keislaman

 

Akhirnya, semua itu membuka pikiranku

Ternyata ada sesuatu yang belum aku tahu

Ternyata ada jejak-jejak sejarah yang belum terjamah olehku

Yah, itulah jejak-jejak sahabat

Yang harus kita teladani sebagai umat islam yang taat. []

loading...
loading...