• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 5 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Jangan Engkau Tinggalkan Do’a Ini di Penghujung Shalat

by Adam
7 tahun ago
in Islam 4 Beginner
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tata cara shalat wanita yang mengalami keputihan, mukena muslimah

Foto: Pinterest

 

Oleh: Al Faqir Ilallah: M. Abduh Tuasikal, MSc

DI TASYAHUD akhir, ada doa yang dituntunkan yang bisa kita baca dan semestinya dihafalkan, yaitu doa meminta pada Allah untuk rajin berdzikir, bersyukur dan bagus dalam ibadah.

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang tangannya lalu berkata,

ArtikelTerkait

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ

“Wahai Mu’adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu, sungguh aku mencintaimu.”

BACA JUGA: Basmalah dalam Shalat, Dikeraskan atau Dipelankan? (1)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya bersabda,

أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Aku memberikanmu nasehat, wahai mu’adz. Janganlah engkau tinggalkan saat di penghujung shalat (di akhir shalat) bacaan doa: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik (Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur dan beribadah yang baik pada-Mu).”

Disebutkan di akhir hadits,

وَأَوْصَى بِذَلِكَ مُعَاذٌ الصُّنَابِحِىَّ وَأَوْصَى بِهِ الصُّنَابِحِىُّ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ.

“Mu’adz mewasiatkan seperti itu pada Ash Sunabihi. Lalu Ash Shunabihi mewasiatkannya lagi pada Abu ‘Abdirrahman.” (HR. Abu Daud no. 1522 dan An Nasai no. 1304. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Ada tiga permintaan yang diminta dalam doa ini.

Pertama, meminta pada Allah agar dimudahkan berdzikir. Di sini bisa berupa membaca Al Quran, memuji Allah, menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfaat, dan semacam itu. Lantas kenapa dzikir didahulukan dari syukur? Karena jika seseorang tidak berdzikir berarti ia tidak bersyukur pada Allah. Allah Ta’ala berfirman,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al Baqarah: 152).

Kedua, meminta pada Allah untuk rajin bersyukur. Syukur adalah menampakkan bekas nikmat Allah pada lisan hamba-Nya sebagai bentuk pujian, juga ada bentuk pengakuan dalam hati dan diwujudkan dengan ketundukkan pada anggota badan. Disebut syukur tentu saja dengan memanfaatkan nikmat tersebut untuk ketaatan yang dicintai dan diridhai oleh Allah, serta menjauhkan diri dari maksiat pada-Nya.

BACA JUGA: Mengapa Perempuan Lebih Utama Shalat di Rumah?

Ketiga, meminta pada Allah supaya bisa beribadah dengan baik. Yang dimaksud ibadah yang baik adalah ibadah yang ikhlas dan ibadah yang sesuai tuntunan.

Dalam hadits disebutkan bahwa doa tersebut dibaca di dubur shalat. Dubur shalat itu bisa berarti sebelum salam, bisa pula sesudah salam. Namun yang lebih tepat di sini adalah sebelum salam karena dua alasan:

  • Dubur shalat itu adalah ujungnya sesuatu dan masih merupakan bagian dari sesuatu tersebut, sehingga lebih tepat dimaknakan dubur shalat di sini adalah di akhir shalat sebelum salam.
  • Sebelum salam itu adalah tempatnya doa. Namun kalau lupa dilakukan sebelum salam, maka bisa memilih sesudah salam karena sama-sama disebut dubur shalat.

Semoga bermanfaat, semoga doanya bisa dihafalkan dan dipraktekkan. Semoga Allah memberikan kita kemudahan dalam berdzikir, bersyukur dan beribadah.

Selesai disusun di Panggang, Gunungkidul, 16 Muharram 1436 H. []

Referensi:

  • Minhatul ‘Allam fii Syarh Bulughil Marom, Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al Fauzan, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan ketiga, tahun 1432 H, 3: 194-196.
  • www. rumaysho.com
Tags: doaShalatTasyahud
Previous Post

Tanpa Alasan, 9 Anggota Parlemen Palestina Ditahan Israel

Next Post

Kelancangan Ukkasyah kepada Rasulullah Membuatnya Memperoleh Derajat Tinggi di Surga

Adam

Adam

Dengan Ilmu, engkau berani bertindak dan dapat menahan diri untuk diam

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.