• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 20 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Jangan Berbekam pada Hari-hari Ini, Kenapa?

by Sodikin
7 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
puasa

ilustrasi. Foto: Harwoth group

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

DARI Anas ra, bahwa Rasulullah SAW biasa berbekam pada akhda’in dan tengkuk. Beliau berbekam pada tanggal tujuh belas, Sembilan belas, dan dua puluh satu (HR. Tirmidzi). Ia berkata, “Hadits hasan”. Hadits ini disahihkan pula oleh Albani dalam Shohihu ‘l-Jami’ :4927.

Dari Abu Hurairah ra yang berkata: Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa berbekam pada tanggal tujuh belas, Sembilan belas, dan dua puluh satu, maka itu akan menyembuhkan semua penyakit.” (HR. Abu Dawud)

Hari-hari dalam Sepekan

Mengenai hari-hari dalam sepekan, ada riwayat yang dibawakan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya 3478, “Ath-Thibb” dari Nafi dari Ibnu Umar ra yang berkata, “Wahai Nafi, berbekamlah dengan berkah dari Allah pada hari Kamis, berupayalah menghindari berbekam pada hari rabu, jum’at, dan sabtu. Berbekamlah pada hari Senin, Selasa, karena itu merupakan hari di mana Ayyub disembuhkan dari Bala’ dan Allah menimpakan bala’ kepadanya pada hari Rabu, karena sesungguhnya penyakit kusta dan belang mulai muncul selalu pada hari rabu atau malam rabu.”

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

BACA JUGA: Contoh Pembahasan Kasus Bekam Sinergi 

Juga diriwayatkan dalan Sunan-nya 2479, “…maka barang siapa yang berbekam, hendaklah berbekam pada hari Kamis dengan nama Allah, hindarilah berbekam pada hari jum’at, hari sabtu dan hari ahad; berbekamlah pada Senin dan Selasa, dan hindarilah berbekam pada hari Rabu, karena hari Rabu adalah hari di mana Ayyub terkena bala’. Dan penyakit kusta maupun belang mulai muncul selalu pada hari Rabu atau malam Rabu.”

Berdasarkan hadits-hadits di atas, kita bisa mengambil beberapa kesimpulan:

Larangan keras melakukan bekam pada hari Rabu atau malam Rabu, begitu pula pengobatan dengan operasi, berdasarkan hadits-hadits di muka mengenai hal itu yang menyebutkan turunnya penyakit pada saat itu. Sebab metodologi syariat menetapkan bahwa apabila agama memperingatkan bahasa sesuatu yang lebih kecil, maka hal itu juga merupakan peringatan untuk sesuatu yang lebih besar bahayanya.

Memilih Senin, Selasa, dan Kamis. Jangan memilih hari-hari lain dalam sepekan, khususnya hari Ahad.

Dalam Fathul Bari Jilid XII hal 296 disebutkan “Dikisahkan, ada orang yang berbekam pada hari Rabu, lantas ia terkena penyakit belang, dikarenakan ia meremehkan hadits tersebut.”

Saya katakan bahwa di sini ada sebuah pertanyaan: Apakah berbekam itu dilakukan sekali saja sepanjang hidup ataukah sekai saja dalam setahun, ataukah sekali saja dalam sebulan?

BACA JUGA: Bolehkah Memberi Upah pada Tukang Bekam?

Sebenarnya, saya belum menemukan nash shohih maupun tidak shohih mengenai jumlah berapa kalinya, tetapi kesan yang  bisa ditangkap dari hadits-hadits tentang bekam adalah sebagaimana yang akan dijelaskan dalam pembahasan mengenai puasanya orang yang berbekam, bahwa para sahabat barangkali melakukan bekam setiap bulan secara rutin.

Sehingga apabila mereka memasuki bulan Ramadhan, mereka tidak perlu melakukan bekam pada bulan ini. Mereka berbekam secara adat istiadat, setiap bulan. Salah satunya Ibnu Umar, sebagaimana yang dikemukakan biasa berbekam pada siang hari bulan Ramadhan sampai ketika beliau telah tua dan lemah, maka beliau berbekam pada malam hari, yaitu setelah buka puasa, karena kondisi fisiknya lemah.

REFERENSI : Syihab Al-Badri Yasin, Bekam Sunnah Nabi dan Mukjizat Medis

Tags: bekam
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dipulangkan Usai Diperiksa hingga 20 Jam, Ustaz Rahmat Baequni tidak Ditahan

Next Post

Merokok untuk Sembuhkan Batuk, Apa Hukumnya?

Sodikin

Sodikin

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.