• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 26 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Inilah 4 Gaya Alquran Sampaikan Pesan

by Eneng Susanti
7 tahun ago
in Miracle of Quran
Reading Time: 3 mins read
A A
0
surat yasin, kaidah ushul fikih, surat alquran untuk memperkuat ingatan, pola narasi dalam alquran

Ilustrasi. Foto: uaalim

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

PENYAMPAIAN pesan biasanya dilakukan dengan beragam cara. Baik lisan maupun tulisan, salah satu yang menunjang dalam penyampaian pesan adalah gaya bicara atau gaya bahasa. 

Gaya khusus ini juga terdapat dalam Alquran. Untuk menyampaikan pesannya, Alquran menggunakan berbagai gaya. Berikut ini gaya bahasa yang dimaksud tersebut:

Narasi dalam Quran

Alquran berisi banyak narasi (qisas/kisah) sebagaimana disebut sendiri dalam Al-Quran:

“Kami menceritakan kepadamu kisah-kisah yang paling indah.” (QS Yusuf: 3)

ArtikelTerkait

Kenapa Kita Harus Paksakan Diri untuk Membaca Al-Quran

Adab Membaca Al-Quran

Pernah Bulan Terbelah, Benarkah?

Ayat Quran yang Pertama Turun dan yang Terakhir, Apa?

BACA JUGA: Abu Al-Walid Kagum dengan Isi Alquran yang Dibacakan Rasulullah

Narasi-narasi ini, yang menggambarkan dan menggarisbawahi aspek-aspek penting dari pesan Al-Quran, memenuhi fungsinya dalam berbagai cara. Berikut ini adalah beberapa pola yang lebih umum ditemukan dalam Alquran:

1. Menjelaskan pesan umum Islam
2. Memberikan panduan umum dan pengingat
3. Memperkuat keyakinan Nabi dan para mukmin
4. Mengingatkan para nabi sebelumnya dan perjuangan mereka
5. Menunjukkan kesinambungan dan kebenaran pesan Muhammad
6. Memberikan argumen terhadap beberapa penentang Islam, seperti Yahudi dan Kristen
7. Sejauh menyangkut isi narasi ini, orang dapat, secara umum, membedakan antara tiga jenis berikut:

  • Kisah-kisah para nabi Allah, umat mereka, pesan mereka, panggilan mereka, penganiayaan mereka, dll., Seperti narasi tentang Nuh (Ash-Shu`ra ’26, Nuh 71), Musa (Al-Qasas 28), ` Isa (Maryam 19) dan banyak lainnya.
  • Narasi Alquran lainnya tentang orang atau peristiwa masa lalu, seperti narasi tentang para sahabat gua, atau tentang Dhul Qarnain (Al-Kahf 18)
  • Referensi ke peristiwa yang terjadi selama masa hidup Nabi Muhammad, seperti Pertempuran Badr (Aal` Imran 3:13), Pertempuran Uhud (Aal` Imran 3: 121-128), Pertempuran Al-Ahzab (33: 9-27), Perjalanan Malam (Al-Israa ’17: 1)

Perumpamaan dalam Quran

Alquran juga menggunakan perumpamaan di banyak tempat untuk menjelaskan kebenaran tertentu atau untuk membawa pulang poin-poin penting dari pesan tersebut, dengan menyamakannya dengan sesuatu yang diketahui atau menggambarkannya secara bergambar (Lihat, misalnya, An-Nahl 16: 75-76).

Ayat berikut adalah contohnya:

“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.” (QS Ar-Ra`d:17)

Perintah “Qul”

Lebih dari 200 ayat dalam Alquran dibuka dengan kata “qul” (katakanlah), yang merupakan instruksi kepada Nabi Muhammad untuk menyampaikan kata-kata berikut pengantar ini kepada pendengarnya dalam situasi tertentu, seperti menjawab pertanyaan, atau sebagai penegasan masalah kepercayaan, atau pengumuman putusan hukum.

Contohnya:

“Katakan: Tidak akan terjadi apa-apa pada kita kecuali apa yang sudah Tuhan tetapkan untuk kita: Dia adalah Pelindung kita.” (QS At-Taubah: 51)

Sumpah dalam Quran

Di sejumlah tempat, Al-Quran menggunakan ungkapan-ungkapan seperti sumpah (aqsam, qasam tunggal). Fungsi sumpah ini adalah untuk memperkuat dan mendukung argumen, dan untuk menghilangkan keraguan dalam pikiran pendengar. Dalam teks Arab ayat-ayat ini sering dibuka dengan kata “wa” atau frasa “la uqsimu” (memang, aku bersumpah).

Berikut ini beberapa contohnya:

1. Terkadang sumpah menggunakan nama Allah sendiri:

“Tetapi tidak, demi Tuhanmu, mereka tidak dapat memiliki iman yang nyata sampai mereka membuatmu menghakimi dalam (semua) perselisihan di antara mereka dan menemukan dalam jiwa mereka tidak ada perlawanan terhadap keputusan-keputusanmu, tetapi menerimanya dengan keyakinan penuh.” (QS Al-Quran: 65)

BACA JUGA: Mereka yang Hatinya Disumbat dan Matanya Ditutup dari Alquran

2. Sumpah dengan nama ciptaan Allah:

“Demi matahari dan kemegahannya (mulia), oleh bulan saat dia mengikutinya, dari hari ke hari saat kemuliaan matahari terlihat, pada malam saat menyembunyikannya, oleh cakrawala dan strukturnya (luar biasa), oleh bumi dan bentangannya, oleh jiwa dan proporsi serta urutan yang diberikan padanya …” (QS Ash-Shams: 1-7)

“Tidak, aku bersumpah dengan kota ini …” (QS Al-Balad: 1). []

SUMBER: ABOUT ISLAM

Tags: alquranBahasagaya
ADVERTISEMENT
Previous Post

Shalat Ashar di Bani Quraidhah

Next Post

Aku Akan Menulis Secarik Kertas untuk Sungai Nil

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Cara Membentengi Diri, Janji Allah dalam Al-Quran, Sebab Al-Quran Diturunkan secara Bertahap,Tafsir. Qiroat, Hukum Muslim yang Tak Bisa Baca Al-Quran, Al-Quran

Kenapa Kita Harus Paksakan Diri untuk Membaca Al-Quran

9 Mei 2025
Keutamaan Pembaca Quran, Orang yang Dirindukan Surga, Surat Al-BAqarah, Adab Membaca Al-Quran, Quran,

Adab Membaca Al-Quran

25 April 2025
Bukti Asal-Usul Bulan, Bulan Terbelah

Pernah Bulan Terbelah, Benarkah?

13 April 2025
Surah Al-Baqarah, Rasulullah, Lukmanul Hakim, Ayat Quran

Ayat Quran yang Pertama Turun dan yang Terakhir, Apa?

28 Desember 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.