islampos
Media islam generasi baru

Ini Lafal Niat Puasa Asyura

Foto: Islampos
0

BULAN Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Bulan ini disebut oleh Nabi Muhammad SAW sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Tentunya, bulan ini memilki keutamaan yang sangat besar.

Kaum  Muslimin dianjurkan memperbanyak puasa pada bulan Muharram. Jika tidak mampu, berpuasalah sesuai kemampuannya. Lebih tepatnya adalah tidak boleh berpuasa Muharram sebulan penuh. Aisyah.ra berkata,

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan. Aku tidak pernah melihat beliau banyak puasa dalam sebulan selain pada bulan Sya’ban.” (HR. Muslim no. 1156).

Dari sekian hari di bulan Muharram, yang lebih afdhol untuk melaksanakan puasa adalah puasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram). Dan sehari sebelumnya melaksanakan puasa Tasu’a (9 Muharram).

Untuk memantapkan hati, ulama menganjurkan seseorang untuk melafalkan niatnya, karena tempat niat sesungguhnya adalah di dalam hati. Berikut ini contoh lafal niat puasa Tasu‘a.

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.”

Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.

Sedangkan untuk puasa Asyura lafal niatnya adalah:

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.”

Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.

Orang yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan sunah puasa Tasu’a atau Asyura diperbolehkan berniat sejak ia berkehendak puasa sunah. Karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib (menurut madzhab Syafi’i). Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Ia juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Tasu’a atau Asyura di siang hari. Berikut lafalnya.

Lainnya dari Kategori ini
1 of 262

“Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â awil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.”

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.” Wallahu a’lam. []

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/81653/ini-lafal-niat-puasa-tasua-9-muharram-dan-asyura-10-muharam