islampos
Media islam generasi baru

Tiap hari, 300 Ton Air Zamzam Dikirim ke Madinah

Foto: Kemenag
0

ARAB SAUDI—Bagi Jemaah haji Indonesia, tak lengkap rasanya jika pulang ke Tanah Air tanpa membawa Air Zamzam sebagai oleh-oleh. Dan ternyata, saat di Makkah maupun di Madinah, Air Zamzam adalah minuman favorit jemaah Indonesia karena dipercaya memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Melansir Kemenag.go.id pada Rabu (27/9/2017) sumber air Zamzam berada di sekitar Baitullah, Ka’bah di Mekkah. Lantas bagaimana air tersebut bisa sampai ke Madinah, kota berjarak lebih 450km dari Makkah.

“Setiap hari tidak kurang 300 ton air Zamzam yang didatangkan melalui tangka-tangki truk dari Makkah melalui jalur darat,” terang Director of Public Relation Nabawi, Abdul Wahid Al-Hetab saat ditemui di kantor Pengelola Masjid Nabawi, Madinah, Selasa (26/9/2017).

Menurut Hetab, setibanya di Madinah, sebagian dari air Zamzam tersebut dilakukan proses pendinginan sehingga bisa diminum dalam kondisi dingin. Sebagian lainnya, dibiarkan apa adanya.

“Sehingga jemaah bisa memilih akan minum yang dingin atau tidak,” ujarnya.

Sejak tahun 2010, pengemasan dan distribusi air Zamzam dikelola oleh badan khusus, yaitu: King Abdullah ibn Abdul-Aziz Project for Zamzam Water 1435H (KPZW), tempat pengemasan air Zamzam. KPZW terletak di wilayah Kudai, Makkah, tepatnya sekitar 4 kilometer dari Masjid Al Haram.

KPZW berdiri di atas lahan seluas 13.500m2. Selain gedung perkantoran seluas 752m2, area ini menjadi tempat pengemasan botol air Zamzam, laboratorium, ruang kontrol, serta ruang pompa penyedot air Zamzam dari Masjd Al Haram.  Di dalamnya, terdapat ruang tangki yang dapat menampung air 10.000 meter kubik.

“Proyek ini menggunakan teknologi yang sangat canggih untuk menyediakan dan menjaga kemurnian kualitas air suci ini,” tegas Muhammad at Tarazi, penanggungjawab area KPZW.

Dengan teknologi canggih, air Zamzam di Haram disedot menggunakan pompa besar, melalui pipa baja stainlees berukuran 316 inches menuju KPZW. Setelah  melalui tahap sterilisasi, air kemudian dikirim balik ke Masjidil Haram. []