• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 22 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Ini Efek Mengerikan Senjata Kimia Suriah

by M Ardiansyah
8 tahun ago
in Tahukah Anda
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sejumlah mayat korban gas kimia tergeletak di sebuah gedung yang ditemukan oleh Syrian Civil Defence dan dipublikasikan di media sosial, Ahad (8/4/2018). Foto: AFP

Sejumlah mayat korban gas kimia tergeletak di sebuah gedung yang ditemukan oleh Syrian Civil Defence dan dipublikasikan di media sosial, Ahad (8/4/2018). Foto: AFP

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump kembali mengancam akan menyerang rezim Suriah atas tuduhan serangan senjata kimia di Douma. Trump mengatakan, Washington memiliki banyak opsi militer untuk rezim Damaskus.

Pemimpin Gedung Putih telah bertemu dengan komandan militer AS untuk membahas respon atas dugaan serangan kimia di Suriah. Washington bahkan siap bertindak meski tanpa mandat atau persetujuan PBB.

“Serangan kimia yang diduga terjadi di Suriah akan ditanggapi dan itu akan ditanggapi dengan paksa,” kata Trump, Senin (9/4/2018).

Trump juga menyebut sudah mengetahui siapa yang bertanggungjawab dibalik serangan di Douma tersebut.

ArtikelTerkait

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

Apa itu senjata kimia?

Senjata kimia adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun senyawa kimia untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Penggunaan senjata kimia berbeda dengan senjata konvensional dan senjata nuklir karena efek merusak senjata kimia terutama bukan disebabkan daya ledaknya. Penggunaan organisme hidup (seperti antraks) juga bukan dianggap senjata kimia, melainkan senjata biologis.

Menurut Konvensi Senjata Kimia (Chemical Weapons Convention), yang dianggap sebagai senjata kimia adalah penggunaan produk toksik yang dihasilkan oleh organisme hidup (misalnya botulinum, risin, atau saksitoksin). Menurut konvensi ini pula, segala zat kimia beracun, tanpa memedulikan asalnya, dianggap sebagai senjata kimia, kecuali jika digunakan untuk tujuan yang tidak dilarang (suatu definisi hukum yang penting, yang dikenal sebagai Kriteria Penggunaan Umum, General Purpose Criteron).

Polusi radiasi akibat penggunaan senjata bilogi dan kimia saat perang merupakan ancaman besar. Sebab kandungan bahan berbahaya bagi manusia dan makluk hayati lainnya sangat besar.

Sejarah senjata kimia

Dalam sejarahnya, senjata semacam ini digunakan di era imperium Romawi yang membuang mayat-mayat ke dalam sungai agar airnya terkontaminasi. Juga bangsa Tartar yang menggunakan alat pelempar manusia yang terkena wabah menular ke dalam pemukiman penduduk yang menolak menyerah kepada mereka.

Perang dunia pertama adalah medan pertama penggunaan senjata berbahan mematikan ini. Kemampuan manusia untuk berinovasi akhirnya digunakan untuk melakukan kerusakan dan melampaui batas. Sejak itu puluhan nyawa manusia melayang akibat senjata pemusnah massal. Sebagian terbunuh dalam medan pertempuran dan lainnya di desa-desa dan kota menjadi tubuh bernyawa namun seperti beku atau terurai. Menyedihkan.

Efek senjata kimia

Senjata kimia memiliki imbas racun secara langsung terhadap tubuh manusia karena senyawa yang beragam. Ia membunuh atau melukai manusia. Senjata kimia akan bertahan dalam waktu yang lama di titik targetnya. Senjata biologi berupa bakteri, virus, atau bius bisa mamatikan manusia, binatang dan tumbuhan. Ia mengenai manusia melalui udara, makanan, air.

Sakit akibat senjata biologi berawal sejak bakteri dan virus itu berkembang biak dalam tubuh tanpa dirasakan gejalanya. Saat itulah penyakit itu menjadi wabah. Film dokumenter berjudul Artichoke code: Experiences secret Central Intelligence Agency on the human mengungkap bagaimana pemerintah Amerika menyembunyikan program perang biologinya yang digunakan sejak perang 1952 dalam perang Korea.

Dua wartawan Jerman Edmund R. Doetsch dan Michael Waitch produser film ini menfokuskan pada kasus Dr. Frank Wilson yang meninggal 28 November 1953 akibat terjatuh dari lantai 13 dengan penyebab yang penuh teka-teki di kota New York. Ia adalah ilmuwan di bidang senjata biologi, terutama program “proses artichoke” yang dikoordinasi antara rencana militer dengan marinir.

Dalam perang Korea, Pyong Yang dan Peking menuding Amerika menggunakan senjata bakteri. Tudingan itu didasarkan kepada gambar korban dan penguraian di laboratorium dan sisa-sisa bom bakteri. Tahun 1952, dua komisi internasional yang mendiagnosa kawasan berlangsungnya perang dengan bantuan Rusia dan Cina menyimpulkan bahwa militer Amerika benar-benar menggunakan senjata biologi bakteri. []

Tags: Bashar Al Assadsenjata kimiasuriah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Namaku Ahmad, Tapi di Pos Pemeriksaan Israel Namaku ‘Nomor 36’

Next Post

Apa yang Terjadi ketika Rasulullah SAW Isra Mi’raj?

M Ardiansyah

M Ardiansyah

Related Posts

Sakaratul Maut, amal, Penghalang Rezeki, Arwah, Shalat Malam, renungan ramadhan, PMO, Keutamaan Pemimpin yang Adil, Shalat Malam, Orang yang Dibenci oleh Allah SWT, Kesabaran, Ulil Amri, Ibnu Abbas, Hari Kiamat

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

13 Juli 2025
Ngabuburit, Prinsip Kebahagiaan, Muslim yang Bersyukur, Ikhlas, Target, Rahasia

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

10 Juli 2025
Tanda Kucing Sayang sama Kamu, Kucing

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

9 Juli 2025
Manfaat Tidur di Awal Malam, Bahaya Tidur Sore untuk Kesehatan, Penyebab Tidur Tidak Teratur, Ketindihan, Tidur di Awal Malam, Cara Mengatasi Insomnia, Adab Tidur, Bangun

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.