• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 4 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Ini Alasan Kenapa Ghibah sama Seperti Memakan Bangkai Saudaranya

by Laras Setiani
5 tahun ago
in Islam 4 Beginner
Reading Time: 3 mins read
A A
0
[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

MAU mengaku atau tidak, jika mendengar kata ghibah atau gksip, tentu dalam hati semua orang akan mengiyakan jika kegiatan tersebut sangat lekat dengan image wanita. Wanita dan ghibah merupakan dua hal yang sulit untuk dipisahkan karena kenyataannya memang kaum wanita lah yang paling sering melakukan kebiasaan ini dibanding pria.

Maka dari itu gak jarang jika kebiasaan minus ini sewaktu-waktu bisa memicu pertengkaran antar kedua belah pihak atau antar kelompok karena masing-masing merasa tidak terima jika dirinya yang dijadikan bahan gosip. Meski memang wanita (gak semua) gemar menggosipkan sesamanya, namun mereka akan sangat tidak terima dan tersinggung jika sewaktu-waktu giliran dirinya yang dijadikan bahan ghibah.

BACA JUGA: Ukhti Jaman Now: Syar’i, tapi Kok Hobi Ghibah?

Sebuah penelitian terbaru dari Tania Reynolds, membuktikan bahwa kaum wanita mempunyai kecenderungan untuk menggosipkan wanita lainnya untuk membuat diri sendiri terlihat lebih baik. Ide ghibah seringkali digagas oleh para wanita lalu menyebarkan desas-desus tentang wanita lain dengan maksud untuk mencari kepuasan diri sendiri.

ArtikelTerkait

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

Memang kebiasaan gemar mengghibah secara tidak langsung telah menunjukan jika si pelaku ghibah seolah terlihat lebih baik dari orang yang mereka ghibahkan saat itu. Alih-alih mencari apa yang salah dan kurang pada diri orang lain, secara tak sadar dirinya sedang menunjukan kualitas diri yang rendah, karena telah memberi asumsi pribadi dengan menuruti nafsu emosionalnya, tanpa dirinya tahu persis apa yang sedang dijalani dan dirasakan oleh orang yang sedang dighibahkan.

Ghibah sejatinya bisa timbul dari rasa iri, dengki dan benci karena pada dasarnya wanita lebih rentan diliputi rasa iri dan kurang suka bila dirinya merasa tersaingi. Gak jarang, ketika ada teman mereka yang baru saja merayakan kebahagiaannya, dihati terdalam kebanyakan wanita (gak semua) tentu ada perasaan iri dan gak rela, meski hanya secuil. Gak jarang akhirnya mereka melontarkan perasaan ketidak sukaannya dengan cara ghibah dengan orang lain.

Menurut penilitian, wanita tiga kali lebih banyak bicara dibanding pria, jadi wajar saja jika wanita mendapat gelar sebagai makhluk yang gemar bicara alias ‘cerewet’. Berbeda dengan pria, dimana ghibah jarang terjadi karena mereka punya karakter kompetitif yang lebih terbuka, fisik, jelas dan konfrontatif. Sedangkan wanita sejak awal memang adalah agen yang aktif bersaing pada sesamanya.

Cara wanita memulai suatu obrolan bisa berawal dari sekedar basa-basi dengan menanyakan hal-hal receh namun seterusnya bisa merembet pada topik yang lebih seru lagi, yaitu mencakup kehidupan seseorang. Karena bagi mereka para pelaku dan penikmat ghibah cara ini bisa membuat suasana obrolan terasa hidup sehingga mereka betah berlama-lama menghabiskan waktu untuk itu.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12).

Dalam ayat di atas, Allah ta’ala menyamakan orang yang mengghibah saudaranya seperti memakan bangkai saudaranya tersebut. Apa rahasia dari penyamaan ini?

Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan, “Ini adalah permisalan yang amat mengagumkan, diantara rahasianya adalah:

Pertama, karena ghibah mengoyak kehormatan orang lain, layaknya seorang yang memakan daging, daging tersebut akan terkoyak dari kulitnya. Mengoyak kehormatan atau harga diri, tentu lebih buruk keadaannya.

Kedua, Allah ta’ala menjadikan “bangkai daging saudaranya” sebagai permisalan, bukan daging hewan. Hal ini untuk menerangkan bahwa ghibah itu amatlah dibenci.

Ketiga, Allah ta’ala menyebut orang yang dighibahi tersebut sebagai mayit. Karena orang yang sudah mati, dia tidak kuasa untuk membela diri. Seperti itu juga orang yang sedang dighibahi, dia tidak berdaya untuk membela kehormatan dirinya.

BACA JUGA: Ghibah, Penyakit Hati

Keempat, Allah menyebutkan ghibah dengan permisalan yang amat buruk, agar hamba-hambaNya menjauhi dan merasa jijik dengan perbuatan tercela tersebut” (Lihat: Tafsir Al-Qurtubi16/335), lihat juga: I’laamul Muwaqqi’iin 1/170).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menjelaskan, “Ayat di atas menerangkan sebuah ancaman yang keras dari perbuatan ghibah. Dan bahwasanya ghibah termasuk dosa besar. Karena Allah menyamakannya dengan memakan daging mayit, dan hal tersebut termasuk dosa besar. ” (Tafsir As-Sa’di, hal. 745). []

Tags: Bangkaighibahgosipmuslimahperempuanwanita
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kebiasaan Berbohong; Dosa dan Dampak Buruknya bagi Kesehatan

Next Post

4 Kategorisasi Orang yang Meninggalkan Perkara Haram

Laras Setiani

Laras Setiani

Related Posts

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

13 Juli 2025
Rahmat Allah, Kebaikan, Prinsip

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

7 Juli 2025
Tajwid, Surat Al-Baqarah, Amalan

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

6 Juli 2025
Pembatal Shalat

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

3 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.