• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 23 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Imam Al-Ghazali: Gila Jabatan adalah Penyakit Hati

by Laras Setiani
7 tahun ago
in Islam 4 Beginner
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ilustrasi.foto: womantalk

ilustrasi.foto: womantalk

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

JABATAN dan kepemimpinan adalah amanah, titipan Allah SWT, bukan sesuatu yang diminta apalagi dikejar dan diperebutkan. Sebab kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalam menjalankan tanggung jawab melayani rakyat. Semakin tinggi kekuasaan seseorang, hendaknya semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Bukan sebaliknya, digunakan sebagai peluang untuk memperkaya diri, bertindak zalim dan sewenang-wenang. Balasan dan upah seorang pemimpin sesungguhnya hanya dari Allah SWT di akhirat kelak, bukan kekayaan dan kemewahan di dunia. Oleh karena itu, Imam al-Ghazali mengingatkan terhadap seseorang yang menggebu-gebu ingin menjadi pemimpin.

BACA JUGA: Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf Meminta Jabatan

Sifat menggebu-gebu ingin jadi pemimpin dan memiliki jabatan itu termasuk penyakit hati. Sifat ini termasuk nafsu yang paling buruk dan tipuan terselubung yang mana ulama dan para ahli ibadah itu seringkali diuji dengannya.

ArtikelTerkait

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

Kata Imam al-Ghazali, nafsu cinta jabatan ini merupakan nafsu terselubung. Memang kelihatannya mereka tidak berbuat suatu kemaksiatan yang secara jelas melanggar aturan Allah. Namun, persaan ingin dipuji, disanjung, dan dihormati itu termasuk penyakit orang-orang munafik. Mereka merasa dirinya hebat, dan termasuk orang yang dekat dengan Allah, tapi ternyata Allah menilai sebaliknya.

Oleh karena itu, Imam al-Ghazali menyarankan biarlah Allah SWT sendiri yang mempromosikanmu di hadapan makhluk-makhluknya tanpa perlu susah payah. Kesusahpayahnmu mengejar jabatan karena ingin dianggap oleh orang lain itulah yang bagi orang-orang saleh dianggap sebuah dosa yang samar. Hanya orang yang waspada sajalah yang memahami hal tersebut. Namun demikian, bukan berarti kita tidak boleh menjadi pemimpin, sebagaimana imam al-Ghazali berpesan.

BACA JUGA: Sandiaga: Milenial Tak Nyari Jabatan tapi Ikhlas untuk Perubahan

Imam al-Ghazali berpendapat bahwa kepemerintahan dan kepemimpinan itu termasuk ibadah yang paling utama jika dilaksanakan secara adil dan ikhlas. Tapi orang-orang bertakwa menghindar dan lari dari keduanya, karena lebih berat bahayanya. Sebab itu, bisa jadi hati tergerak dan cenderung pada cinta jabatan, rasa ingin menguasai, dan dipermudah. Semuanya itu termasuk kelezatan dunia yang paling besar.

Berikut ini ada 3 ciri yang dimiliki oleh orang yang gila jabatan,

  1. Orang gila jabatan biasanya melihat seseorang itu dari pangkat dan kedudukannya. Dia menganggap orang yang memiliki jabatan tinggi itu adalah orang penting yang harus diutamakan. Sedangkan orang yang tak punya jabatan apapun bisa diperlakukan seenaknya sendiri.
  2. Semua omongannya dia itu harus didengarkan, kalau tidak dia bakal tersinggung atau marah. Dia merasa bahwa apa yang dikatakannya itu hal penting dan semua orang wajib berterimakasih padanya.
  3. Orang gila jabatan itu selalu ingin dihormati, dia ingin semua orang terutama yang lebih muda darinya wajib respek padanya. Padahal dia sendiri juga belum tentu akan menghormati orang lain. []
Tags: gila jabatanImam Al-Ghazalipenyakit hati
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pestisida Sebabkan Penyakit Misterius di Kuba?

Next Post

Abu Bakar Bebaskan Budak Miliki Umar

Laras Setiani

Laras Setiani

Related Posts

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

13 Juli 2025
Rahmat Allah, Kebaikan, Prinsip

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

7 Juli 2025
Tajwid, Surat Al-Baqarah, Amalan

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

6 Juli 2025
Pembatal Shalat

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

3 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.