ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Hubungan Maksiat dengan Musibah

0

Advertisements

Oleh: Resti Fauziah
Mahasiswa Akuntansi Syariah STEI SEBI

MUSIBAH bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Baik ia seorang yang taat kepada Allah (muttaqi) atau seorang pendosa (ahli maksiat). Lihat kehidupan berbangsa dan bernegara kita saat ini, musibah menerpa siapa saja. Ada yang kekeringan, banjir, tanah longsor, dan lain-lain musibah, bahkan ada yang tertimpa musibah di jalan diterjang truk tronton yang blong rem-nya sehingga puluhan orang meninggal.

Musibah adalah takdir Allah sebagaimana takdir-takdir yang lain, dan kita tidak tahu kapan akan menimpa. Kepada siapa dan kapan itu akan terjadi. Ini merupakan rahasia Allah semata.

Allah berfirman:

ولقد أرسلنا إلى أمم من قبلك فأخدنهم بابأساء و الضراء لعلهم يتضرعون

“Dan sungguh Kami telah mengutus (Rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.“ (QS. Al An’am 42)

Lihatlah dalam kehidupan sosial masyarakat ini, tampak kemaksiatan merajalela di mana-mana, pergaulan bebas, riba, judi, narkoba, minuman keras dan lain-lain.

Adakah hubungan antara musibah yang menimpa seseorang atau sebuah bangsa dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukannya?

Allah berfirman:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan menimpakan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu. Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.“ (QS. Al A’raf 96)

Ayat ini menunjukkan adanya hubungan antara kemaksiatan dengan dicabutnya berkah dari langit dan bumi. Kemaksiatan adalah lawan kata dari ketaatan. Jika seseorang tidak taat kepada Allah, berarti dia bermaksiat kepada Allah. Musibah adalah suatu kondisi yang tidak disukai yang menimpa pribadi atau bangsa, baik menimpa fisik maupun psikis, atau disebut dengan البأساء : kesempitan hidup, kesusahan, kemiskinan (kondisi yang menimpa kejiwaan) dan الضراء : musibah yang menimpa badan, sakit, gempa bumi, banjir, kekeringan, dan lain-lain.

Allah berfirman:

“Maka masing-masing (mereka itu) kami siksa disebabkan dosanya, diantara mereka ada yang kami timpakan kepada mereka hujan batu kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur dan diantara mereka ada yang kami benamkan ke dalam bumi. Dan Allah sekali-kali tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri.“ (QS. An Ankabut 40)

Kaum para nabi sebelum Rasulullah telah diadzab oleh Allah hanya karena satu kemaksiatan yang mereka lakukan. Contoh Kaum Nabi Luth telah diadzab dengan dibaliknya tanah dimana mereka berpijak yang atas menjadi di bawah, yang bawah menjadi diatas karena tingkah laku homo seksual mereka . Kaum Nabi Nuh telah ditenggelamkan karena mereka menentang nabi mereka. Hanya karena satu kemaksiatan hancurlah mereka, kemudian lihatlah bangsa ini, kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa terdahulu ada pada bangsa ini pada waktu yang sama, menentang dan bahkan melecehkan Rasulullah, homoseksual, mencuri timbangan, riba dan lain-lain.

Kemaksiatan ada pada bangsa kita saat ini. Apa sih kemaksiatan yang tidak ada pada bangsa ini, seringnya bahkan tampak nyata tidak tersembunyi. Orang-orang tidak segan lagi tidak merasa malu terhadap Rabbnya. Seandainya Allah menurunkan adzab pada bangsa ini, kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut, maka itu merupakan suatu hal yang wajar, karena dosa dan kemaksiatan yang telah kita lakukan. Semoga Allah melindungi dan merahmati kita semua.

Rasulullah bersabda:

“Hindarilah Asy Syuhh. Karena sesunguhnya asy syuhh itu menyebabkan kebinasaan kepada orang-orang sebelum kalian. Asy syuhh itu menyebabkan mereka menumpahkan darah dan menghalalkan apa-apa yang dilarang Allah untuk mereka.“ (HR. Muslim)

Related Posts
1 of 122

Ibnu Rajab mengatakan:

“Hakikat asy syuhh adalah kecenderungan jiwa pada apa-apa yang diharamkan Allah dan tidak puasnya seseorang dari apa-apa yang dihalalkan Allah, baik berupa harta, hubungan seksual dan selainnya, setelah itu melampui batas dengan melakukan perbuatan yang dilarang Allah.“

Bila penyakit asy syuhh menimpa sebuah negeri, maka tidak heran jika di negeri itu merajalela perzinaan, khamr, korupsi, pembunuhan, dan lain-lain kemaksiatan, dan tidak mengherankan pula bila bencana kekeringan, banjir, gagal panen, dan lain-lain menimpa negeri tersebut

Syaikh Abdullah bin Bazz mengatakan:

“Musibah–musibah ini karena kesyirikan dan kemaksiatan.“

Loading...

Ketika terjadi gempa bumi di Madinah pada zaman Aisyah, maka beliau berkata, “Ada kemaksiatan di Madinah.”

Allah berfirman:

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalah-kesalahanmu).“ (QS. Asy Syuro 30)

Rasulullah bersabda :

لا يزيد في العمر إلا البر و لا يرد القدر إلا الدعاء و إن الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه

“Tidak dapat menambah usia kecuali kebaikan. Tidak bisa menolak ketentuan (taqdir) kecuali doa. Sesungguhnya seorang manusia diharamkan dari rezekinya disebabkan dosa yang ia lakukan.“ (HR. Ibnu Majah 4087 dari Tsauban)

Seseorang bisa jadi terhalang dari rezekinya atau tertimpa musibah dengan sakit atau musibah-musibah lainnya yang menimpa dirinya dikarenakan kemaksiatan-kemaksiatan yang pernah ia lakukan.

Bila musibah menimpa sebuah daerah atau keluarga karena kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan sebagian penduduknya, maka bisa jadi akan menimpa pada seluruh penduduk daerah tersebut baik ia merupakan pelaku kemaksiatan tersebut atau bukan. Contoh kasusnya adalah ada musibah gempa bumi, banjir atau tsunami yang menimpa Aceh, maka akan menimpa seluruh penduduk negeri baik ia orang jahat maupun orang shalih.

Allah berfirman:

“Dan takutlah kalian dari siksa yang tidak hanya menimpa orng-orang yang dhalim saja diantara kalian. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaNya.“ (QS Al Anfal 25)

Jadi jelaslah bahwa ada hubungan antara kemaksiatan yang dilakukan oleh penduduk sebuah negeri dengan musibah-musibah yang menimpa negeri tersebut. Dan jika musibah ini datang maka akan menimpa seluruh penduduk negeri tersebut tanpa kecuali.

Oleh sebab itu takutlah dengan kemaksiatan, sekecil apapun kemaksiatan itu. Jangan pernah remehkan kemaksiatan. Mohonlah ampun kepada Allah atas dosa dan kemaksiatan yang pernah kita perbuat. Semoga Allah mengampuni kita semua. []

OPINI ini adalah kiriman pembaca Islampos. Kirim OPINI Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi Islampos.

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline