• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Harun Al-Rasyid dan Sikap Agungnya terhadap Ilmu

by Dini Koswarini
6 tahun ago
in Ibrah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Pinterest

Foto: Pinterest

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

HARUN al-Rasyid, salah seorang raja di era Khilafah Abbasiyyah yang dikenal suka memuliakan ulama dan ilmu. Ia begitu mengagungkan Islam hingga terwujud peradaban yang sangat gilang gemilang pada saat itu. Dan pula yang paling penting, ia sangat mencintai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam beberapa risalah, Al-Qadhi Iyadh, memiliki kesan yang cukup mendalam terhadap figur Harun al-Rasyid.

Beliau mengatakan, “Tidak kuketahui seorang raja pun yang bersafar menempuh perjalanan belajar kecuali al-Rasyid. Ia berjalan bersama dua orang anaknya al-Amin dan al-Makmun, untuk mendengar kajian al-Muwaththa yang disampaikan oleh Imam malik rahimahullah.”

BACA JUGA: Harun Al-Rasyid, Raja Di Raja, karena Mahir Memimpin Negeri yang Besar dan Makmur

ArtikelTerkait

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

Istighfar dan Para Ulama Salaf

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

Saat akhir hayat sang khalifah, Abdullah bin al-Mubarak bersedih. Ia duduk penuh duka. Sampai orang-orang pun menghiburnya. Abdullah bin al-Mubarak adalah seorang ulama tabi’ tabi’in saat era kekhalifaan Harun. Seorang yang shaleh dan wara’.

Abu Muawiyah ad-Dharir mengatakan, “Tidaklah aku menyebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan al-Rasyid kecuali beliau mengucapkan, ‘Shalawat untuk junjunganku’. Kemudian aku riwayatkan sebuah hadits kepadanya. (Rasulullah bersabda) ‘Sungguh aku ingin berperang di jalan Allah, kemudian terbunuh. Kemudian hidup kembali. Kemudian terbunuh lagi’. (mendengar hadits itu) Harun al-Rasyid menangis tersedu-sedu.”

Berikut sabda Rasulullah tersebut:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ وَدِدْتُ أَنِّي أُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، فَأُقْتَلُ ، ثُمَّ أُحْيَا ، ثُمَّ أُقْتَلُ ، ثُمَّ أُحْيَا ، ثُمَّ أُقْتَلُ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku berandai, berperang di jalan Allah. Kemudian terbunuh. Kemudian hidup kembali. Kemudian terbunuh lagi. Kemudian hidup kembali. Kemudian terbunuh kembali.” (HR. al-Bukhari dalam Kitab at-Tamanni, 6713).

BACA JUGA: Ibadahnya Harun Al-Rasyid

Mendengar hadits itu, dan semangat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memperjuangkan Islam serta berusaha merengkuh pahalanya, Harun al-Rasyid menangis tersedu-sedu.

Ada satu pertanyaan, dimanakah sikap hati kita saat mendengar atau membaca sabda Rasul tersebut? Akankah sama seperti Harun al-Rasyid?

Dari sini, barulah kita bisa membedakan antara cinta kita dengan Rasulullah dan hadits beliau, beda dengan cintanya Harun al-Rasyid kepada Rasulullah dan haditsnya. Salah seorang figur pemimpin yang kelak didambakan umat ini. []

SUMBER: KISAHMUSLIM

Tags: Harun al-RasyidKhilafah Abbasiyyah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Khutbah Jumat – Kuat Memikul Derita Berat karena Bertobat 

Next Post

Teladan Hasan Al-Basri

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

Sultan Abdul Hamid II

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

7 Juli 2025
Imam Syafi'i, Ulama, Madzhab, Istighfar

Istighfar dan Para Ulama Salaf

5 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

4 Juli 2025
Pahala, Sunnah Keluar Rumah

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

21 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.