• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 3 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Harry Moekti, Rocker yang Jadi Da’i

by Saad Saefullah
10 tahun ago
in Sosok
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hari Moekti

Foto diambil dari: A slice of my life

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SUATU kali di tahun 1998, di kampus Fakultas Satra Universitas Padjadajaran, Jatinangor, Harry Moekti berbicara di depan ratusan mahasiswa Sastra—sekarang menjadi Fakultas Ilmu Budaya, mengapa ia berhenti bernyanyi.

“Bayangkan,” ujar Harry ketika itu, “saya meneriakkan ‘Assalamuallaikum’ di atas pangung, dijawab ‘Wassalamualaikummmmm’, namun setelah itu kami melupakan Allah SWT!”

Begitulah, itu hanya salah satu alasan mengapa ia kemudian meninggalkan dunia itu.

Harry Moekti hanyalah satu dari beberapa orang rocker yang meninggalkan dunia menyanyi, khususnya panggung musik rock yang identik dengan musik yang keras dan penuh aroma pemberontakan.

ArtikelTerkait

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

Nama Harry Moekti, semoga Allah SWT menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, sangat dikenal para pencinta musik di Tanah Air pada era 80 hingga 90-an. Ia dijulukki “Si Kutu Loncat” karena sangat enerjik ketika berada di atas panggung. Ia sangat diperhitungkan di blantika musik di Indonesia. Vokal yang sedikit serak dan aksi enerjik di atas panggung ini mampu menyihir para penggemarnya.

Berawal dari hobi bermusik semasa sekolah menengah atas, Harry merintis karier di dunia musik dengan membentuk sebuah grup band. Angan-angan untuk eksis dan unjuk kemampuan di ingar-bingar panggung musik mendorongnya menjajal peruntungan di Ibu Kota. Bintang terang mulai menghampiri, saat ia bergabung sebagai vokalis grup band Makara di tahun 1984.

Setahun kemudian, album solonya berjudul Kegelapan mulai memasuki pasaran dan diterima khalayak luas pencinta musik di Indonesia. Tak lama kemudian, disusul dengan album bertajuk Ada Kamu yang membawanya ke puncak ketenaran. Rupiah mengalir deras, kocek semakin tebal dan popularitas di tangan membuat Harry limbung. Ia bahkan sempat bertanya-tanya tentang jalan hidupnya.

Mantan rocker bertubuh mungil ini pun akhirnya melalui masa-masa suram. Hasil keringat merintis karier di dunia tarik suara pun habis tidak berbekas. Saat itulah, ia memutuskan meninggalkan dunia tarik suara dan memilih menekuni dunia religi, sekaligus membangun kehidupan yang baru.

Aktivitas Harry kini jauh dari ingar-bingar musik. Ia justru rajin berkeliling daerah hingga bertandang ke sejumlah negara tetangga untuk memberikan taushiyah sekaligus tiada henti mendengungkan asma Allah: subhanahu wa ta’aala.

Gaya dakwah mantan rocker yang kini berjuluk Ustad Kiai Haji M. Khoir Harry Moekti itu memang memikat jemaah peserta pengajian. Tak sedikit kaum hawa yang memenuhi taushiyah bila mantan penyanyi ini yang memberikan sedikit pengetahuannya.

Harry merasa kehidupan duniawi yang sekarang dijalaninya telah lengkap. Ini setelah kembali membangun bahtera pernikahan keduanya dengan Siti Nurjanah. Rumah sederhana di kawasan Pasir Kuda, Ciawi, Bogor, yang mereka huni makin hangat dengan celoteh dan tingkah tiga buah hatinya.

Memang, kini keseharian dai yang selalu tampil enerjik ini padat dengan kegiatan taushiyah. Semangat berbagi secuil pengetahuan tentang agama didukung dorongan keluarga dan buah hatinya membuat Harry total menggeluti dunia syiar Islam. []

Tags: harry moekti
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bermegah-megahan, Adakah Itu Kita?

Next Post

Suami Nikah Lagi, Sekarang Jadi Enggan Diajak Berhubungan

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Imam Ahmad, Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Ibnu Katsir, Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah yang Luar Biasa

15 April 2025
Sulaiman Al-Qanuni,

Sulaiman Al-Qanuni, Khalifah Tersukses dalam Sejarah Islam

1 Desember 2024
Abu Bakar, Nuaiman bin Amr,Umair bin Wahab Al-Jumhani

Mengapa Abu Bakar Dijuluki Al-Atiq?

14 Oktober 2024

Ibnul Jazari, Bapak Imu Tajwid

10 September 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.