• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Hakikat Qurban

by Saad Saefullah
3 tahun ago
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Qurban, Hukum Aqiqah

Foto: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Arsyad Arifi
Ketua Umum Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Yaman
arsyadarifi@gmail.com

IBADAH Qurban merupakan ritus tradisi umat Islam. Disyariatkan pada tahun kedua hijriyah, kini Qurban telah membudaya dan memiliki corak tersendiri di berbagai komunitas umat Islam. Karenanya Qurban memiliki hakekat yang sangat dalam dan wajib diketahui oleh seorang muslim.

A. Definisi

1. Etimologis

a. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam bukunya ‘Pengembangan HPT (II): Tuntunan Idain dan Qurban’ menyatakan bahwasannya Qurban secara etimogis berasal dari kata قرب – يقرب -قربانا (qaraba-yaqrubu-qurbanan) yang artinya mendekat.[ Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pengembangan HPT (II) : Tuntunan Idain dan Qurban, t.t., hlm. 20.]

b. Dalam kitab fiqih klasik Qurban disebuat dengan أضحية (udhiyah). Imam Khatib Syirbini dalam Mughni al-Muhtaj mengatakan bahwasanya أضحية berasal dari kata الضحوة yang berarti. Qurban dinamakan demikian karena waktu awal pelaksanaannya dilaksanakan pada waktu dhuha.[ Imam al-Khatib asy-Syirbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Ma’ani al-Minhaj; Dar al-Ihya wa at-Turats, Beirut juz 6, hlm.122.]

ArtikelTerkait

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

The End of Medsos

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

BACA JUGA: Ini Niat dan 7 Tata Cara Qurban

2. Terminologis

Imam Khatib Syirbini mendefinisikan Qurban sebegai :

ما يذبح من النعم تقربا إلى الله تعالى من يوم العيد إلى آخر أيام التشريق[ Ibid.]

Artinya :

“Segala yang disembelih dari hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (yang dimulai) pada hari ied sampai akhir hari tasyrik.” (Mughni/6/122)

Cara Islam Sembelih Sapi, Qurban
Foto: Nutrition Secrets

Definisi inilah yang dikutip Dr. Wahbah Zuhaily dalam ‘al-fiqh al-Islamy wa Adillatuhu’ dan menjadi definisi Qurban menurut Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah,

هي ذبح حيوان مخصوص بنية القربة فى وقت مخصوص أو ما يذبح من النعم تقربا إلى الله تعالى في أيام النحر

[Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pengembangan HPT (II) : Tuntunan Idain dan Qurban, t.t., hlm. 20.]

Artinya :

“Menyembelih hewan khusus dengan niat bertaqarrub kepada Allah SWT di waktu khusus atau segala yang disembelih dari hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah pada hari nahr.” (al-Fiqh/3/594)

B. Filosofi Qurban

Allah SWT tidak menjadikan segala sesuatu begitu saja tanpa manfaat. Tentu di setiap ciptaan Allah SWT termasuk syariatnya ada hikmahnya seperti yang difirmankan oleh Allah Ta’ala :

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya :

“(Orang berakal) adalah yang mengingat Allah baik ketika berdiri, duduk, maupun tertidur, dan senantiasa memikirkan dalam penciptaan langit dan bumi (sedangkan ia berkata), wahai tuhanku sungguh engkau tidak menciptakan semua ini sia-sia maha suci engkau maka hindarkan kami dari adzab neraka”. Q.S. Yusuf 111

Maka dari itu setidaknya ada tiga hakikat Qurban yaitu :

1. Bergembira atas rahmat Allah SWT.

Qurban merupakan ibadah yang disyariatkan bersama hari raya Iedul Adha. Kita diperintahkan untuk memperlihatkan kegembiraan dan sukacita yang dimanifestasikan dengan Qurban . Karena dengan Qurban para umat bisa menyantap hidangan daging Qurban yang mungkin untuk sebagian orang hanya bisa memakannya setahun sekali. Rasulullah SAW bersabda :

إنها أيام أكل و شرب و ذكر الله تعالى

Artinya :

“Sesungguhnya hari itu (tasyrik) hari untuk makan, minum dan mengingat Allah.” (HR Muslim)

Karenanya Qurban merupakan rahmat kita diperintahkan untuk memperlihatkan suka cita kita seperti yang difirmankan Allah SWT :

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُون

Artinya :

“Katakanlah dengan nikmat keutamaan Allah dan rahmat-Nya maka bersenang-senanglah.” (QS. Yunus 58)
Karena hal tersebut maka diharamkan berpuasa pada hari nahr hingga akhir hari tasyriq.

BACA JUGA:  Penting Diketahui, Ini 5 Syarat Hewan Qurban

Hal ini disabdakan oleh Nabi SAW :

نهى رسول الله صلى الله عليه و سلم عن صيام يومين يوم الفطر و يوم الأضحى (متفق عليه)

Artinya :

“Rasulullah SAW melarang puasa pada dua hari yaitu hari iedul fitri dan iedul adha.” (HR Bukhari Muslim)

Nabi Ibrahim, Cara Membagi-Bagi Hewan Qurban, Qurban
Foto: Pixabay

Bahkan Imam Taqiyyudin al-Hishni dalam kitabnya, ‘Kifayatul Akhyar’ mengatakan,

لا فرق بين أن يصومها تطوعا أو عن واجب أو عن نذر ولو صومهما لم ينعقد نذره

[Imam Taqiyyuddin al-Hishni, Kifayat al-Akhyar fi Halli Ghayat al-Ikhtishar, hlm. 291.]

Artinya :

“Tidak ada bedanya antara puasa sunnah, qadha puasa wajib, atau puasa nadzar (tetap haram) jika tetap puasa di dua hari tersebut tidak sah nadzarnya.”

Maka dari itu hendaknya kita bergembira dan bersuka cita dengan menyantap hidangan Qurban bersama keluarga dan umat Islam lainnya karena dengannya kita termasuk orang-orang yang senantiasa mengingat Allah SWT.

2. Meneladani para Nabi

Qurban merupakan syariat qadimah yang telah ada semenjak zaman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Bahkan sebagian ulama juga mengatakan bahwasannya Qurban ada semenjak zaman Nabi Adam as. yang masyhur dengan kisah Qabil dan Habil. Dalam pensyariatan Qurban tersebut terdapat kisah teladan yang perlu kita ikuti. Allah SWT berfirman :

Imam ath-Thabari mengkisahkan dalam kitabnya ‘Tarikh ath-Thabari’[ Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari, Tarikh ath-Thabari; Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, 2005, Juz 1, hlm. 165.] dari Ibn Ishaq bahwasannya ketika Nabi Ibrahim as. diperintahkan untuk menyembelih anaknya, ia berkata kepada anaknya sebelum menyebutkan maksud yang sebenarnya, “Wahai anakku ambillah tali dan pisau lalu pergilah denganku ke syi’ib ini untuk mencari kayu bakar.” Setelah pergi menuju syi’ib tersebut datanglah Iblis yang menyamar menjadi seorang lelaki untuk menghalanginya. Kemudian Iblis itu berkata kepada Nabi Ibrahim as.,”Wahai Syekh kemana hendak engkau pergi?” Nabi Ibrahim menjawab, “Aku ingin pergi ke syiib ini untuk keperluanku.” Lalu Iblis berkata, “Demi Allah sungguh aku telah melihat setan mendatangi engkau dalam mimpimu dan menyuruhmu untuk menyembelih anakmu ini, lantas engkau ingin menyembelihnya?” Mendengar perkataan tersebut Nabi Ibrahim as. menyadari bahwasannya seorang lelaki tersebut adalah Iblis. Maka dari itu beliau berkata kepadanya,” Engkau tidak akan mendapatkan apapun dariku wahai musuh Allah, sungguh demi Allah akan kuteruskan perjalanan ini untuk melaksanakan perintah Allah.”

Setelah mendengar perkataan tersebut putus asalah Iblis untuk menggoda Nabi Ibrahim as. Maka dari itu ia pergi untuk menggoda puteranya, Nabi Ismail as yang berada di belakang ayahnya membawa tali dan pisau. Iblis berkata,”Wahai anak kecil, apakah kau tahu akan dibawa kemana dirimu oleh ayahmu?” Nabi Ismail as. menjawab, “Mencari kayu bakar untuk keluarga kami ke syi’ib ini.” Iblispun berkata, “Demi Allah sesungguhnya ayahmu membawamu kesana untuk menyembelihmu.” Nabi Ismail as. bertanya, “Mengapa demikian?” Iblis menjawab, “Ia beranggapan bahwasannya Tuhannya memerintahkan untuk melakukannya.” Nabi Ismail as berkata, “Jika demikian maka lakukanlah apa yang telah diperintahkan oleh Tuhannya maka aku akan tunduk dan patuh.”

Setelah mendengar perkataan tersebut Iblis kembali berputus asa untuk menggoda Nabi Ismail. Maka dari itu ia pergi untuk menggoda Ibunya yaitu Sayyidah Hajar yang sedang berada di rumah. Iblis berkata, “Wahai ibu Ismail, apakah kamu mengetahui kemana perginya Ibrahim dengan Ismail? Sy. Hajar menjawab,”Pergi dengannya untuk mencari kayu bakar ke syi’ib ini.” Iblis berkata, “Seungguh Ibrahim pergi dengan Ismail untuk menyembelihnya.” Mendengarnya maka sy. Hajar mengingkarinya seraya berkata, “Tidak mungkin, sungguh ia sangat mencintainya.” Lalu Iblis berkata, “Sesungguhnya Ibrahim beranggapan bahwasannya tuhannya yang memerintahkan hal itu.” Sy. Hajar menjawab, “Jika Tuhannya memerintahkan hal tersebut maka aku akan tunduk dan patuh terhadap perintah-Nya.”

Setelah mendengar perkataan tersebut, maka pulanglah Iblis dengan penuh amarah karena telah gagal menggoda keluarga Nabi Ibrahim as. Maka sesampainya di syi’ib Tsabir, berkatalah Nabi Ibrahim as. kepada anaknya, “Wahai anakku, sungguh aku melihat dalam mimpiku bahwasannya aku menyembelihmu.” Nabi Ismail menjawab, “Wahai Ayahku lakukanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu, Insyaallah aku termasuk orang-orang yang sabar.”

Dalam kisah tersebut dapat kita petik hikmah yang sangat berarti, yaitu keteguhan Iman dalam mengerjakan perintah Allah SWT. Allah SWT telah meneguhkan Iman segenap keluarga Nabi Ibrahim as. dan dengannya rencana Iblis gagal. Maka hendaknya kita kokohkan iman dan mengerjakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT termasuk Qurban ini secara sukarela, tunduk, dan patuh.

3. Bersyukur atas Nikmat Allah SWT

Qurban merupakan momen sukacita yang menjadi salah satu dari rangkaian hari raya Idul Adha. Dalam hari raya tersebut kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk bersyukur terhadap segala nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita.

BACA JUGA: Hukum Arisan Qurban

Allah SWT berfirman,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Artinya:

“Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” (QS al-Baqarah : 152)

Cara Islam Sembelih Sapi Doa , Qurban
Foto: Freepik

Maka dari itu umat Islam diperintahkan untuk menyembelih Qurban sebagai manifestasi dan simbol rasa syukur terhadap Allah SWT. Setelah menyembelih Qurban kita disunnahkan untuk memakannya dan membagikannya kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Karenanya Qurban mencerminkan makanan yang baik dan diridhai Allah SWT. Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al-baqarah :172)
Bersyukur dengan cara ini patut dilaksanakan, karena orang yang bersyukur terhadap nikmat Allah SWT akan mendapat tambahan nikmat dan ampunan dari Allah SWT. Seperti yang difirmankan Allah SWT,

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

Artinya:

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman?. Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”. (QS. An-Nisa : 147) []

Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirim ke: islampos@gmail.com, dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter.

Tags: Hakikat Qurbanqurban
ADVERTISEMENT
Previous Post

Salah Satunya Sering Kesemutan, Inilah 5 Tanda Tubuh Tak Mendapat Nutrisi dengan Baik

Next Post

3 Cara Sehat Makan Mie Instan

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Leasing, Bisnis

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

11 Juli 2025
telur

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

16 Juni 2025
Threads

The End of Medsos

14 Juni 2025
Syarat Taubat Diterima, Waktu Mustajab untuk Berdoa, Hukum Menggunakan Masker ketika Shalat, Waktu Berdoa yang Mustajab, Hadits tentang sabar, Sedekah Shubuh, ibadah, keutamaan berdoa, Syarat Taubat, Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat, Hukum Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri, Doa Memohon Ampunan pada Allah SWT, Perkara Iman, Istighfar,Hukum Meminta Doa dari Orang Lain, Nimbus

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

13 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.