Hadapi Musim Dingin, 320 Keluarga Palestina Terima Bantuan Rakyat Indonesia

0

Jakarta–Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) pada awal Januari 2017 telah menyalurkan bantuan dari donasi masyarakat Indonesia sejumlah 150 ribu dolar Amerika untuk Bantuan Musim Dingin di Palestina.

Bekerjasama dengan Hayat Yolu, KNRP distribusikan bantuan ke warga pengungsi Palestina di tiga tempat, yakni di Gaziantep (Turki), Kilis (Turki), dan Nahrul Barid (Jalur Gaza).

“Jumlah penduduk yang menerima bantuan musim dingin yakni 200 Keluarga di Gaziantep, 60 Keluarga di Kilis dan di Nahrul Barid (Jalur Gaza),” ujar Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat pada Kamis (16/3/2017) di Jakarta.

Bantuan yang diberikan berupa sembako, arang, pakaian musim dingin, selimut dan beberapa keperluan musim dingin lainnya.

BACA JUGA:
Janna Jihad (10), Gadis Palestina jadi Wartawan Termuda Dunia
Masyarakat Indonesia Donasi 50 Ribu Dolar Amerika untuk Pejuang Palestina
Dukung Palestina di PBB, Mantan Pejabat PBB Ini Akan Diganjar Penghargaan

KNRP dan Hayat Yolu juga jalin kerja sama dengan salah satu pemilik toko pakaian dalam membantu para pengungsi Palestina yang berada di wilayah Gaziantep.

“Pakaian di toko tersebut dibeli dengan harga lebih murah oleh KNRP dan Hayat Yolu sesuai dengan ridha pemilik took tentunya. Kemudian mempersilakan para pengungsi Palestina yang bermukim di wilayah tersebut untuk mengambil pakaian yang mereka perlukan secara gratis,” lanjut Caca.

Di Gaziantep relawan KNRP sempat mengunjungi tempat tinggal pengungsi Palestina. Mereka tinggal dalam sebuah rumah yang mungkin bagi sebagian orang tidak layak untuk dihuni.

Dalam satu rumah ada yang dihuni oleh dua atau bahkan tiga keluarga, tergantung seberapa luas rumah tersebut.

Anak pengungsi banyak dan masih kecil. Mereka sudah tidak sekolah karena terkendala biaya. Sementara Ayah mereka sudah tiada atau dipenjara di Suriah yang mereka tidak tahu.

“Sejatinya mereka adalah warga Palestina yang mengungsi ke Suriah, namun mengungsi lagi di Turki karena konflik yang terjadi di Suriah. Maka boleh dikatakan bahwa mereka adalah pengungsi yang mengungsi,” jelas Caca.

Usai dari Ganziantep, pada suhu tiga derajat celcius relawan KNRP melakukan perjalanan darat ke Kilis, yang berjarak sekitar 55 KM. Di Kilis, KNRP didistribusikan paket yang berisi selimut, sembako, batubara, dan beberapa keperluan musim dingin.

KNRP juga datangi rumah pengungsi Palestina yang berada di Kilis guna melanjutkan pendistribusian bantuan, demikian dilansir dari KNRP, Jumat (17/3/2017). []

loading...
loading...