• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Fahri Hamzah Sebut Pemimpin Ibu Kota Harusnya ‘Orangnya’ Presiden

by Yudi
4 tahun ago
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
fahri hamzah

Foto: Fahri Hamzah (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom).

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

POLITISI Fahri Hamzah memberikan pernyataan terkait siapa seharusnya sosok yang memimpin ibu kota. Dia menilai, Ibu Kota seharusnya dipimpin oleh ‘orangnya’ presiden. Lalu apa alasan Fahri Hamzah berkata demikian?

Awalnya, Fahri bicara mengenai Sodetan Ciliwung, dia mengaku tidak mengetahui pasti masalah Sodetan Ciliwung. Namun, Fahri menyarankan agar ibu kota tidak melibatkan konflik dengan pemerintah pusat.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya kaget dengan Pj Gubernur Heru Budi Hartono yang melanjutkan Sodetan Ciliwung setelah 6 tahun mangkrak. Sementara itu, diketahui Gubernur DKI Jakarta sebelumnya adalah Anies Baswedan.

BACA JUGA: Anies Pakai Baju “Abdi Nu Ngider Naha Anjeun Nu Keder” saat Berkunjung ke Bandung, Apa Artinya?

ArtikelTerkait

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

Fahri Hamzah kemudian berbicara mengenai leadership pemimpin Ibu Kota dan pemerintah pusat terkait masalah Sodetan Ciliwung itu. Fahri sekali lagi menekankan bahwa ibu kota seharusnya tidak berkonflik dengan pemerintah pusat.

“Menurut saya juga kalau bisa dibilang bagian dari kelemahan leadership pada kedua belah pihak ya itu sebenarnya nggak boleh terjadi,” kata Fahri dalam diskusi Adu Perspektif kolaborasi detikcom dengan Total Politik dengan tema ‘Politik Kekuasaan Desa’, Rabu (25/1/2023).

Menurut Fahri Hamzah, pemimpin Ibu Kota seharusnya adalah ‘orangnya’ presiden. Sebab, kata dia, pemimpin Ibu Kota akan mendampingi presiden untuk mengamankan kantor pemerintah pusat.

“Memang harusnya, kalau menurut saya ya, pemimpin Ibu Kota itu orangnya presiden, karena dia mendampingi presiden untuk mengamankan kantor-kantor pemerintahan pusat, kenyamanan pejabat-pejabat pusat, tamu-tamu negara dan seluruh situasi yang diperlukan para pejabat di tingkat pusat terutama untuk mengambil keputusan secara tenang, itu tugas pemimpin Ibu Kota,” tutur dia.

Mantan Wakil Ketua DPR itu menegaskan konflik di Ibu Kota ini harus dihindari di tahun mendatang. Dia juga menantang partai politik dan calon presiden untuk berdebat mengenai pembangunan IKN Nusantara yang digagas Jokowi.

“Dan karena itu memang harus dihindari di masa depan. Nggak boleh kita membiarkan, sekali lagi Ibu Kota dia itu menjadi medium friksi yang paling tajam. Makanya kan kalau kita mau memikirkan ini sekaligus dalam memikirkan masa depan dari Ibu Kota,” kata Fahri.

“Makanya nanti relevan, saya menantang teman-teman di partai politik atau capres-capres untuk memikirkan masa depan dari inisiatif Pak Jokowi di IKN itu,” imbuhnya.

BACA JUGA: Saat PDIP Ungkit “Dosa” Anies Baswedan saat Pilkada 2017

Mengenai IKN, Fahri Hamzah mengaku belum memberikan posisi yang jelas. Dia ingin lebih dulu berdebat masalah pemindahan Ibu Kota Negara.

“Saya sendiri belum meletakkan posisi saya, tapi saya mau berdebat dengan siapapun untuk menjelaskan apa yang terbaik bagi Indonesia ke depan dalam memilih Ibu Kota. Tetap pindah transisi atau pindah permanen ke IKN, ayo kita debatkan,” tutur dia.

“Karena ini penting, jangan partai-partai ini dan capres-capres ini sembunyi karena ini tema penting. Nah kasus ini cuma residu menurut saya dari ketidakmauan kita untuk menyelesaikannya secara tuntas,” lanjutnya. []

SUMBER: DETIK

Tags: Anies BaswedanFahri HamzahIbu Kota
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keutamaan 2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah setiap Malam

Next Post

PKS Jelaskan Mengapa Belum Deklarasi Capres Bareng NasDem-Demokrat

Yudi

Yudi

Related Posts

JISc

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

24 Juni 2025
Mam Fifi, JISc

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

18 Mei 2025
Israel

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

9 April 2025
Depok

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

28 Maret 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.