• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 25 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Djoko Santoso Sarankan 7 Langkah ‘Selamatkan’ Indonesia

by Eneng Susanti
8 tahun ago
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Boikot Metro TV

Djoko santoso, Foto: Portal Satu

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

JAKARTA— Djoko Santoso, calon ketua tim kampanye nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan bahwa Indonesia sedang menghadapi ancaman besar. Dia juga memaparkan tujuh upaya yang perlu dilakukan agar Indonesia tetap bertahan.

“Tujuh langkah ini sebenarnya masalah bela negara,” ucap Djoko usai merayakan ulang tahun ke 66 di kediamannya, Jakarta, Sabtu (8/9/2018).

Hal pertama yang harus dilakukan masyarakat Indonesia yakni membangun kesadaran berbangsa dan bernegara secara maksimal. Menurutnya, setiap warga negara benar-benar harus memahami hak dan kewajibannya.

BACA JUGA: Prabowo Pastikan Djoko Santoso Jadi Ketua Timsesnya

ArtikelTerkait

Setujui Gencatan Senjata, Negosiator Israel Segera Tiba di Qatar untuk Gelar Perundingan

24 Jam Terakhir, Rumah Sakit Gaza Konfirmasi 80 Korban Jiwa, Jumlah Syuhada Tewas Meningkat Jadi 57.418

Innalillahi, Dr. Marwan Al-Sultan asal Indonesia, Syahid di Gaza

Euro-Med: Israel Sedang Lakukan Depopulasi di Gaza!

Kedua, tokoh-tokoh nasional harus menjalin sinergi dalam membangun bangsa. Konsolidasi harus dilakukan oleh semua pihak.

“Tidak hanya berebut kekuasaan,” ucap Djoko.

Ketiga, Djoko menilai perlu ada revitalisasi nasionalisme. Menurutnya, nasionalisme masyarakat Indonesia sudah lama runtuh, sehingga perlu ada pembaharuan.

Nasionalisme yang dimaksud yakni menolak penguasaan pihak asing atas segala hal yang dimiliki Indonesia. Selain itu, Indonesia juga mesti menolak dan kebal terhadap kapitalisme.

“Peluru kapitalis itu duit. Ditembak ke kita kok malah enak. Kalau ditembak peluru timah, mati. Ini kok enak. ini mengancam negara kita maka harus diwaspadai,” ucap Djoko.

Keempat, Indonesia mesti meningkatkan kewaspadaan nasional. Djoko mengatakan Indonesia menghadapi persaingan dengan negara lain secara global. Indonesia harus selalu waspada. Jika tidak, kata Djoko, akan menjadi lemah. Karena lemah, Indonesia akan kalah. Jika Kalah, lanjutnya, Indonesia akan menderita.

Kelima, Djoko menilai Indonesia mesti menggerakkan roda ekomomi kerakyatan yang berkeadilan secara optimal. Menurutnya, itu telah diamanatkan UUD 1945 khususnya Pasal 33.

Djoko mengatakan saat ini Indonesia belum optimal menjalankan roda ekomomi yang berasaskan kerakyatan.

“Kalau saya lihat ini muka-mulanya ini tidak punya duit ya. Karena gajinya sedikit. Padahal sebagai negara yang layak, tenaga kerja di indonesia seharusnya [berpendapatan] layak. Tapi di sini belum layak kita,” kata Djoko sambil bercanda.

Keenam, Djoko menganggap perlu ada rekonstruksi konstitusi atau UUD 1945. Dia mengamini bahwa UUD 1945 telah empat kali mengalami perubahan atau amandemen. Namun, menurutnya, justru amandemen dilakukan dengan salah.

“kita sudah diamandemen empat kali dan amandemennya itu tidak sesuai aturan. Maka harus diamandemen lagi,” ucap Djoko.

BACA JUGA: Meski Belum Diumumkan, Parpol Koalisi Prabowo-Sandi Sepakat Djoko Santoso Jadi Ketua Tim Suksesnya

Menurut Djoko ekonomi seharusnya dimananfaatkan untuk kepentingan rakyat sebagimana yang disebutkan dalam Undang-undang dasar.

“Ekonomi ya untuk kemakmuran sebesar-besarnya rakyat. Tidak ada lagi rakyat yang ditindas dengan pajak yang memberatkan dan sebagainya. Nah itu semua bisa terlaksana jika kita melakukan rekonstruksi konstitusi,” lanjutnya.

Ketujuh, Djoko mengatakan masyarakat Indonesia mesti memilih pemimpin yang benar-benar Pancasilais dan menginspirasi rakyat untuk bersatu.

“Untuk bangkit, untuk bergerak agar Indonesia ini berubah. Kalau tidak benar memilih, maka bangsa Indonesia ini bisa punah,” kata Djoko. []

SUMBER: CNN

Tags: djoko santoso
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rusia Dituding Mata-Matai Prancis dari Luar Angkasa

Next Post

AS Potong Dana Bantuan untuk Rumah Sakit di Palestina

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Israel

Setujui Gencatan Senjata, Negosiator Israel Segera Tiba di Qatar untuk Gelar Perundingan

7 Juli 2025
Rumah Sakit Gaza

24 Jam Terakhir, Rumah Sakit Gaza Konfirmasi 80 Korban Jiwa, Jumlah Syuhada Tewas Meningkat Jadi 57.418

7 Juli 2025

Innalillahi, Dr. Marwan Al-Sultan asal Indonesia, Syahid di Gaza

3 Juli 2025
Israel

Euro-Med: Israel Sedang Lakukan Depopulasi di Gaza!

3 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.