• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Cara Mengetahui Diterima Tidaknya Ibadah Kurban

by Eneng Susanti
4 tahun ago
in Tahukah Anda
Reading Time: 3 mins read
A A
0
diterimatidaknya ibadah kurban, akikah, syarat sah penyembelihan hewan kurban, kambing domba hewan qurban Idul Adha

Ilustrasi. Foto: The Siasat Daily

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

KURBAN yang dilaksanakan pada 10-13 Dzulhijah merupakan sebuah ibadah kepada Allah SWT. Lantas, bagaimana cara mengetahui diterima tidaknya ibadah kurban?

Seperti diketahui, hari raya Idul Adha 1443 hijriah akan segera tiba. Sebagian muslim mengerjakan ibadah haji. Sebagian lagi akan melaksanakan ibadah kurban.

Sebagaimana dikutip dari Okezone, Pimpinan Majelis Taklim Dzikrul Muhajirin Depok Ustadz Amar Ma’ruf atau akrab disapa Gus Ma’ruf Halim mengatakan, amal ibadah diterima atau tidak oleh Allah Subhanahu wa ta’ala memang sulit diukur.

Ia mengungkapkan, siapa pun tidak boleh mengklaim atau meyakini diri bahwa ibadah yang dilakukan telah diterima oleh Allah Azza wa Jalla.

ArtikelTerkait

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

“Begitu pula sebaliknya, seseorang tidak boleh pesimis atas amal ibadah yang telah dilakukan, apakah ditolak oleh Allah Subhanahu wa ta’la. Diterima atau ditolaknya sebuah amal ibadah merupakan hak prerogratif-Nya,” kata Gus Ma’ruf saat dihubungi MNC Portal beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, para ulama sangat hati-hati dalam membahas hal ini. Ulama hanya bisa memberikan ciri-ciri atau tanda-tanda bahwa amal ibadah diterima oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

BACA JUGA: Bolehkah Berutang untuk Membeli Hewan Kurban?

Salah satu ulama yang memberikan ciri atau tanda bahwa amal ibadah diterima oleh Allah Subhanahu wa ta’ala adalah Syekh Ibnu Athoillah As-Sakandari al Misry.

Dalam kitabnya yang bernama ‘Kitab Al Hikam’, beliau berkata:

. من وجد ثمرة عمله عاجلاً فهو دليل على وجود القبول

“Siapa yang memetik buah dari amalnya seketika di dunia, maka itu menunjukkan Allah menerima amalnya.”

Mengenali Buah Amal untuk Mengetahui Diterima Tidaknya Ibadah Kurban

Syekh Ahmad Zarruq dalam mensyarahi kitab ‘Al Hikam’ memberikan penjelaskan bahwa buah dari amal itu berbentuk kemaslahatan keagamaan dan kemaslahatan duniawi. Ia menyebut secara konkret bahwa buah dari amal ibadah adalah:

Kebahagiaan hidup yang diukur dengan perasaan bebas dari kekhawatiran dan kesedihan

قلت ثمرة العمل ما ينشأ عنه من الفوائد الدينية والدنياوية. وذلك يدور على ثلاثة: حصول البشارة بزوال الخوف والحزن

“Menurut saya, buah amal itu adalah faedah keagamaan dan keduniaan apa pun yang muncul dari amal tersebut. Buah dari amal itu hanya terdiri atas tiga bentuk: Pertama, munculnya kebahagiaan karena sirnanya kekhawatiran dan kesedihan,” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 80)

Ketenangan hidup yang ditandai dengan keridhaan batin dan sifat qana’ah atas segala pemberian Allah Subhanahu wa ta’ala

والحياة الطيبة بالرضا والقناعة

“Kehidupan yang baik karena hati penuh ridha dan qonaah.”

Keterbukaan rahasia atas penguasaan alam semesta

وظهور سر الخلافة بتسخير الكائنات وانفعالها ظاهرا وباطنا

“Penampakan rahasia kuasa atas penundukan dan pengaruh terhadap alam semesta lahir dan batin.”

BACA JUGA: 5 Syarat Sah Penyembelihan Hewan Kurban dalam Kitab Minhajul Muslim

Kenikmatan dalam menjalankan ibadah itu sendiri sudah merupakan buah dari amal

Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa kenikmatan dalam menjalankan ibadah itu sendiri sudah merupakan buah dari amal.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

وفى الحديث الصحيح قول ذلك الصحابي: فمنا من أينعت له ثمرته فهو يهديها، ومنا من مات لم يستوف من أجره شيئا منهم مصعب بن عمير رضى الله عنهم أجمعين. ومن طيب الحياة حلاوة الطاعة، فمن ثم يصح كونها ثمرة لا من حيث ذاتها فتدبر ذلك، وبالله التوفيق.

“Dalam hadis shahih seorang sahabat Rasul berkata, ‘Sebagian kami ada yang memiliki ‘buah’ matang, lalu Allah menghadiahkan untuknya. Tetapi sebagian kami ada yang wafat dan belum sempat mencicipi buah dari amalnya, salah satu dari mereka adalah Mush’ab bin Umair Radhiyallahu anhu.’ Salah satu bentuk ketenangan hidup adalah merasakan kelezatan aktivitas ibadah. Dari sini kemudian dapat dipahami bahwa kelezatan aktivitas ibadah itu sendiri bisa disebut sebagai bentuk dari buah amal, bukan sekadar aktivitasnya itu sendiri.” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 80-81)

Bertambahnya ketakwaan

Ada pula ulama yang mengatakan bahwa ukuran diterima atau tidaknya sebuah amal ibadah termasuk berkurban pada hari raya Idul Adha adalah setelah seseorang melakukannya. Ia makin tambah ketakwaannya. Di antaranya lebih rajin beribadah menjalankan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala dan menjauhi larangan-Nya.

Syekh Ahmad Zarruq menyebut, jika setelah melakukan ibadah dan di kemudian hari tidak berdampak positif terhadap diri sendiri, maka patut introspeksi diri. Bisa jadi amal ibadah yang pernah dilakukan belum diterima Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Setidaknya setelah seseorang melakukan ibadah kurban diharapkan mendapat keberkahan yaitu tambahnya kebaikan kepada diri orang yang telah berkurban tersebut,” pungkasnya. []

SUMBER: OKEZONE

Tags: Diterima Tidaknya Ibadah Kurbanibadah kurbanKurban
ADVERTISEMENT
Previous Post

4 Berkah Haji

Next Post

Kecerdasan Nabi Sulaiman Membedah 4 Kesaksian Palsu

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Sakaratul Maut, amal, Penghalang Rezeki, Arwah, Shalat Malam, renungan ramadhan, PMO, Keutamaan Pemimpin yang Adil, Shalat Malam, Orang yang Dibenci oleh Allah SWT, Kesabaran, Ulil Amri, Ibnu Abbas, Hari Kiamat

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

13 Juli 2025
Ngabuburit, Prinsip Kebahagiaan, Muslim yang Bersyukur, Ikhlas, Target, Rahasia

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

10 Juli 2025
Tanda Kucing Sayang sama Kamu, Kucing

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

9 Juli 2025
Manfaat Tidur di Awal Malam, Bahaya Tidur Sore untuk Kesehatan, Penyebab Tidur Tidak Teratur, Ketindihan, Tidur di Awal Malam, Cara Mengatasi Insomnia, Adab Tidur, Bangun

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.