• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Dilanda Kekeringan, Warga Jepara Mandi di Saluran Irigasi

by Yudi
7 tahun ago
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Warga Jepara Mandi di Saluran Irigasi. Foto: Detik

Warga Jepara Mandi di Saluran Irigasi. Foto: Detik

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

JEPARA–Warga Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara terpaksa mandi di sungai aliran irigasi karena kekeringan. Untuk keperluan lainnya, warga bahkan harus membeli air.

Saluran irigasi Kedung Boso tiap pagi dan sore ramai menjadi tempat mandi dan mencuci. Padahal, air di lokasi tersebut tampak berwarna cokelat.

Salah seorang warga, Nur Azizah (27) menuturkan bahwa kekeringan yang melanda desanya sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir.

BACA JUGA: Akibat Kemarau, Danau Seluas 2400 Meter Persegi ‘Kering Kerontang’

ArtikelTerkait

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

“Sumur sudah tidak ada airnya, ya sekitar dua bulan ini. Jadi warga sulit dapat air bersih,” katanya, Rabu (10/7/2019).

Tiap hari, dia harus membeli air untuk keperluan memasak dan lainnya. Satu jeriken berisi 30 liter seharga Rp 10 ribu. Sedangkan dalam sehari keluarganya membutuhkan minimal dua jeriken air.

Tak hanya itu, kata Nur, warga juga menyediakan tandon-tandon air di jalan untuk menampung bantuan air yang datang.

“Ya, beli pakai jeriken dengan harga Rp 10 ribu per jerikennya. Ada yang keliling jualan air di sini,” paparnya.

Sedangkan untuk mandi, dia dan warga lainnya harus ke sungai atau saluran irigasi. Dia mengayuh sepeda berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.

“Kalau mau mandi di sungai atau di saluran irigasi. Airnya warnanya cokelat. Tiap pagi dan sore pasti ramai di situ. Tapi untuk orang dewasa, kalau yang masib bayi pakai air beli,” imbuhnya.

Kepala Desa Raguklampitan, Maskan menyampaikan bahwa bencana kekeringan memang terjadi tiap tahun saat memasuki musim kemarau.

“Sudah langganan kalau kekeringan. Untuk itu sudah ada upaya penanggulangan dengan membangun sumur-sumur di beberapa titik. Anggarannya dari DAK, ada juga dari DD,” jelasnya.

Namun, sumur itu dinilai masih belum maksimal menanggulangi kekeringan, terutama di RT 24, 25 dan 26 RW 5. Sehingga saat musim kemarau warga terpaksa mandi di saluran irigasi dan sungai.

“Ke depan nanti kami akan terus berupaya menanggulangi kekeringan di sini,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengutarakan ada tiga desa yang mengalami kesulitan air bersih. Yakni Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit, Desa Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari dan Desa Plajan Kecamatan Pakisaji.

BACA JUGA: 95% Wilayah Indonesia Alami Kemarau, Ini Imbauan BMKG

“Ketiga desa tersebut sudah laporan dan kami lakukan droping air,” ujarnya.

Puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Agustus mendatang. Namun, ia memastikan ketersediaan air untuk droping ke beberapa wilayah masih cukup.

“Agustus diperkirakan puncaknya. Tapi prinsipnya Jepara siap mengatasi kekeringan tahun ini,” tandas dia. []

SUMBER: DETIK

Tags: Jepara
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sejak Ditahan 2016 Silam, Tawanan Palestina Ini Ratusan Kali Diadili Israel

Next Post

Seorang Jutawan Berencana Tarik Gunung Es dari Antartika ke UEA

Yudi

Yudi

Related Posts

JISc

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

24 Juni 2025
Mam Fifi, JISc

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

18 Mei 2025
Israel

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

9 April 2025
Depok

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

28 Maret 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.