islampos
Media islam generasi baru

Demi Agama, Harus Rela Korban Harta

Foto: deenspiration.com
0

Umat muslim yang cinta terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya, harus rela mengorbankan hartanya. Seperti halnya Utsman bin Affan yang rela memberikan sebagian hartanya demi membela agama.

DALAM Islam kita mengenal berbagi terhadap sesama. Itulah yang dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Dari berbagi, maka kita akan merasakan indahnya kebersamaan. Dapat kita rasakan ketenangan dan kenyamanan dalam diri. Sebab, kita melihat orang lain yang kita bantu merasakan kebahagiaan dari apa yang telah kita beri.

Tetapi, tak sedikit pula orang yang enggan untuk berbagi. Padahal, secara materi terlihat berkecukupan bahkan lebih dari cukup. Ada kelebihan yang ia miliki, tapi tidak ia keluarkan untuk orang lain. Dan seharusnya hal itu tidak ia lakukan. Mengapa? Sebab, jika ia benar-benar mencintai Allah SWT sebagai Tuhannya, termasuk Islam sebagai agamanya, maka ia harus rela mengorbankan hartanya demi kesejahteraan umat.

Sebagaimana hal ini telah dibuktikan oleh Utsman bin Affan yang mengaku cinta terhadap Rasulullah ﷺ.

Dikisahkan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersiap-siap untuk memerangi orang-orang Romawi. Kaum muslimin ketika itu berada dalam kesulitan yang luar biasa hingga pasukan beliau dinamakan “pasukan yang kesulitan”. Pada perang tersebut, Utsman bin Affan bersedekah dengan uang sepuluh ribu dinar, tiga ratus unta lengkap dengan alas penanya, dan lima puluh ribu kuda. Jadi, ia menanggung separuh perbekalan pasukan.

Subhanallah bukan? Sungguh besar pengorbanan yang dilakukan oleh Utsman bin Affan demi kepentingan dan kesejahteraan umat. Jika kita pun perduli terhadap kepentingan umat, maka bersedekahlah. Jika harta tak cukup bagi kita untuk membantu sesama, maka kita masih memiliki tenaga untuk membantu. Juga Allah SWT telah memberikan kita akal untuk berpikir, maka kita bisa menyumbangkan suatu hal yang baru dari pikiran kita, yang berguna bagi masa depan umat. []

Referensi: Ensiklopedi Muslim Minhajul Muslim/Karya: Abu Bakr Jabir Al-Jazairi/Penerbit: Darul Falah

loading...
loading...