• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 26 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Cry (Sahabat di Tengah Hujan)

by Sodikin
8 tahun ago
in Fiksi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hikmah saat Hujan turun, Fakta Hujan

Foto: becbraid.com

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Zedda Sucitra Asyaroh

NAMAKU Asyima. Aku sangat menyukai hujan. Aku merasa sangat kesepian. Dalam satu rumah yang besar hanya tinggal tiga orang; aku, ayah, dan ibu. Saat ayah dan ibu bekerja, aku hanya sendirian di rumah sebesar ini tanpa seorang pun menemani.

Saat itu hujan menumpahkan rasa resahnya, aku hanya bisa memandangi hujan dari balik jendela saja. Ayah melarangku keras keluar ketika hujan turun. Ketika aku sekolah, dan saat itu hujan, walaupun hanya gerimis, ayah langsung menelpon pak supir untuk menjemputku.

Aku tak tahu alasan ayah melarangku keluar saat hujan. Apa mungkin karena kejadian 15 tahun yang lalu? Entahlah.

ArtikelTerkait

Tapi Ini Tanah Kami, Meski Duka dan Mati Tertanam di Sini

Hidup Itu Seperti UAP… Puisi Terakhir WS Rendra

Suamiku Mantan Majikanku

Gadis Cantik Sebagai Anugerah Tuhan

BACA JUGA: Pulau Cuki yang Bertuhankan Hujan

Pukul 15.00 WIB

Kulangkahkan kakiku ke arah jendela dan kubuka gorden jendela. Ketika pandanganku lurus ke depan, kudapati seorang wanita di tengah hujan yang deras.

“Sepertinya, aku mengenal nya? Naila!”

Kataku dalam benakku. Aku ingin sekali keluar, ingin sekali! Tapi aku takut ayah pulang.

Langkahku cepat menuju pintu utama,aku ingin menemuinya, harus!

Saat aku keluar, kudapati tubuhku sudah berada di luar rumah dengan pakaian basah. Basah? Hujan? Aku berhasil! Yah, aku berhasil bisa bertemu langsung dengan hujan!

“Huaah…” teriakku yang amat bahagia. Seketika hatiku tersontak. Astagfirullah, Naila! Aku sangat lupa dengan Naila, karena rasa bahagiaku.

Dalam satu tatapan lurus, aku dapati dia berada di depan gerbang rumahku. Aku menghampirinya, kudapati dia hanya memberiku sapaan dengan senyumannya.

“Naila, apa yang kau lakukan di tengah hujan yang deras ini?” Tanyaku menatap lurus kearahnya.

“Aku sedang menunggu seseorang.” Jawabnya dengan senyumannya lagi.

“Siapa yang kamu tunggu?” Tanyaku yang ke dua kalinya.

“Kamu!”

“Aku?” Jawabku dengan nada terkejut.

“Ya, kamu. Aku menunggu sahabat datang kepadaku. Sebelum ajalku dipertemukan Yang Maha Kuasa. Terima kasih atas semua waktu yang kau berikan padaku.” Katanya dengan lirih nada sedih.

Aku hanya terdiam kaku tanpa gerak dan suara. “Sahabatku, ada apa dengannya?” Hatiku bertanya-tanya. Aku terdiam dalam benakku, aku hanya bisa meneteskan air mata bersama hujan.

Dia memelukku, dan aku hanya terdiam dan membisu, tak bisaku berkata apa-apa lagi untuknya, hatiku sudah cukup merasa tenang dengan pelukannya.

“Terima kasih, kau sudah menjadi duri dalam mawar, yang selalu melindungi. Dan ku harap kau bisa bahagia dengan sahabat yang lain!” Lirihnya.

“Maksudmu?” Tanyaku singkat.

“Aku mencari sahabat sebelum aku di panggil Yang Maha Kuasa, aku ingin merasakan kebahagiaan bersama seorang sahabat,” jawab Naila dengan air mata mengalir.

“Ada apa denganmu?”

Selama 5 tahun kebelakang, aku sudah mengidap kanket selaput otak stadium lanjut. Mungkin ini saatnya!” Jelasnya sesaat.

BACA JUGA: Bantal Guling

Dalam sekejap wajahnya menjadi pucat, bibirnya memutih, tubuhnya menjadi lemas. Sekejap tubuhnya tumbang ke bawah, aku sangat terkejut.

“Naila, ada apa denganmu?” Tanyaku cemas, namun dia hanya berkata,

“Ketika laut dan langit saling melengkapi, maka hujan dan air kan tetap abadi,” aku hanya bisa menangis bersama hujan.

“Karena hujan dan air tidak akan pernah berpisah walau waktu yang menentang,” Jelasnya.

“Kamu bagaikan air karena selalu ada buat hujan.
Air tidak pernah meninggalkan hujan.
Walaupun hujan menolak, tapi air kan selalu setia.
Dimana pun hujan berada air kan selalu mendampinginya dan menemaninya.
Sampai masa yang memisahkan.”

Sekejap terdiam tak bernyawa. []

Tags: cerpenhujan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Lelucon Simpan Jenazah Palsu di Jalan, 3 Pria Diringkus Polisi

Next Post

Soal Tanggung Jawab Maskapai terhadap Korban Kecelakaan Pesawat, Ini Ketentuannya

Sodikin

Sodikin

Related Posts

Palestina, Semangka, tanah, Pelajaran dari Gaza, Palestina, Palestina

Tapi Ini Tanah Kami, Meski Duka dan Mati Tertanam di Sini

6 November 2023
Hadits tentang Sabar, Konsultasi Kesehatan, Puisi Terakhir WS Rendra

Hidup Itu Seperti UAP… Puisi Terakhir WS Rendra

10 Oktober 2023
KDRT, Balasan bagi Orang yang Suka Memaki dan Menyakiti Orang Lain, Suamiku

Suamiku Mantan Majikanku

17 Agustus 2023
cantik, Rukun Islam, Amal Penghapus Dosa

Gadis Cantik Sebagai Anugerah Tuhan

9 Maret 2023
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.