ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Arti di Balik Lagu ‘Suci Dalam Debu’

0

Advertisements

MALAYSIA—Salah satu pentolan grup band Iklim, Saleem Majeed telah meninggal pada usia 56 tahun di Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (14/10/2018).

Penyanyi senior asal Malaysia yang meninggal akibat kecelakaan ini sangat terkenal di tahun 1990an bersama grup band Iklim yang beraliran slow rock.

BACA JUGA: Saleem Pelantun Suci Dalam Debu Meninggal Dunia

Mereka pernah menggebrak industri Malaysia lewat singel “Suci Dalam Debu” dari album Satu Kesan Abadi (1997).

Lagu tersebut tidak hanya hits di Malaysia tapi juga Indonesia.

Suci Dalam Debu yang berhasil nge-hit di Asia, termasuk Indonesia. Lagu itu menduduki puncak tangga musik di berbagai negara di awal tahun 1990-an.

“Suatu hari nanti pasti kan bercahaya. Pintu akan terbuka kita langkah bersama. Di situ kita lihat bersinarlah hakikat debu jadi permata, hina jadi mulia,” begitu bunyi lirik pada bagian reff lagu ini.

Suci Dalam Debu sendiri menceritakan tentang makna cinta di dalam jiwa yang begitu dalam. Liriknya banyak berisi tentang kekuatan seseorang untuk memperjuangkan rasa cintanya meski harus dipandang hina orang lain.

BACA JUGA: Malaysia Cabut UU Hukuman bagi Penyebar Berita Palsu

Bersama Iklim, nama Saleem pun terdengar ke luar Malasyia. Dari Indonesia hingga Thailand bahkan Australia. Lagu-lagu lain dalam album debut Saleem itu antara lain Hakikat Sebuah Cinta, Sandiwara Cinta Semusim Ammarah Bujang Kota, dan Seribu Penghargaan. []

SUMBER: VIVA

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline