• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 4 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Apakah Ucapan Dua Kalimat Syahadat Cukup untuk Masuk ke Surga?

by Yudi
5 tahun ago
in Tanya Jawab
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

Foto: Unsplash

TANYA:

Saya pernah mendengar bahwa jika seseorang mempercayai bahwa ‘Tiada tuhan melainkan Allah dan Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam adalah utusan-Nya’, maka hal itu cukup baginya untuk masuk surga?

JAWAB:

Islam itu tidak cukup hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat saja. Bahkan harus merealisasikan syarat kedua syahadat ini agar orang yang mengucapkan itu menjadi muslim yang benar. Rukun Islam itu adalah keyakinan, ucapan dan perbuatan.

ArtikelTerkait

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

25 Pertanyaan tentang Dosa Besar

Bagaimana Nasib Lembaran-Lembaran Suci (Kitab) Ibrahim, dan Zabur Daud ‘Alaihima Assalam?

Apa Hukum Pakaian yang Terkena Air Liur Anjing, dan Bagaimana Cara Membersihkannya?

BACA JUGA: Bersyahadat, Wajib dengan Keyakinan yang Kuat!

Dari Ubadah bin Shamit radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ (رواه البخاري، رقم 28 ومسلم، رقم 3252)

“Barangsiapa yang mengucapkan ‘Saya bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah saja dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya.

(Dan meyakini bahwa) Isa adalah hamba Allah anak dari hambanya serta kalimat-Nya yang dihembuskan ke Maryam dan ruh dari-Nya. (Dan meyakini bahwa) sesungguhnya surga itu nyata dan neraka itu nyata. Maka Allah akan masukkan ke dalam surga dari pintunya yang delapan yang dikehendaki.’ (HR. Bukhari, no. 28, dan Muslim, no. 3252)

Syekh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah berkata,

‘Ucapan ‘Barangsiapa yang bersaksi bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah’ yakni orang yang mengucapkan tahu artinya, mengamalkan isinya luar dalam.

Dalam dua kalimat syahadat itu harus ada ilmu, keyakinan dan beramal dari (kandungannya). Sebagaimana Firman Allah Ta’ala, ‘Maka ketahuilah bahwa tiada tuhan melainkan Allah.’ Dan firman-Nya, ‘Kecuali orang yang bersaksi dengan kebenaran sementara dia dalam kondisi mengetahuinya.’

Adapun kalau cuma sekedar ucapan saja tanpa mengetahui maknanya, tidak yakin, tidak beramal dengan kandungan yang ada di dalamnya. (termasuk berlepas diri dari kesyirikan, ikhlas dalam ucapan dan perbuatan.

Ucapan hati dan lisan. Amalan hati dan anggota tubuh) itu tidak akan bermanfaat menurut kesepakatan (ijma’) ulama’.

Al-Qurtubi rahimahullah berkata di kitab ‘Al-Mufhim ‘Ala Shahihil Muslim’ Bab La Yakfi Mujarrod At-Talaffuz Bissyahadatain, Bal Laa budda Min Istikanil Qalbi (bab tidak cukup hanya sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat, bahkan harus ada keyakinan dalam hati)’. Penjelasan ini mengingatkan akan sesatnya pemahaman mazhab Murjiah radikal yang mengatakan bahwa bahwa mengucapkan dua kalimat syahadat itu cukup dalam beriman.

Hadits-hadits dalam bab ini menunjukkan akan kesesatannya. Bahkan ia adalah mazhab yang telah diketahui sesatnya dalam syariat bagi orang yang memperhatikan. Karena hal itu berarti dibolehkannya sifat kemunafikan. Sementara menghukumi   orang munafik dengan keimanan yang benar itu adalah jelas-jelas salah.

Dalam hadits ini ada yang menunjukkan hal itu, yaitu pada ungkapan ‘Man Syahida (barangsiapa yang bersaksi) karena persaksian itu tidak sah kecuali kalau ada ilmu, keyakinan, ikhlas dan kejujuran. ‘Fathul Majid, hal. 36.

Syarat ‘Syahadah Lailaha illallahu’ itu ada tujuh syarat, tidak bermanfaat orang yang mengucapkannya kecuali kalau terkumpul semuanya.

BACA JUGA: Rasulullah Tak Pernah Ucapkan Kata “Laa” (Tidak) Kecuali dalam Syahadatnya

Secara garis besar syarat-syarat tersebut adalah:

Pertama, ilmu yang menafikan kebodohan.

Kedua, yakin yang meniadakan keragu-raguan.

Ketiga, penerimaan yang meniadakan penolakan.

Keempat, merealisasikan yang meniadakan meninggalkan.

Kelima, ikhlas yang meniadakan kesyirikan.

Keenam, jujur yang meniadakan kebohongan.

Ketujuh, kecintaan yang meniadakan kebalikannnya yaitu kebencian.

Syarat ‘Syahadah Muhammad Rasulullah’ adalah sama dengan persyaratan ‘Syahadah Lailaha illallah’. Hal tersebut telah disebutkan dengan dalil-dalilnya di dua jawaban soal no. 12295 dan 9104.

Wallahu’alam. []

SUMBER: ISLAMQA

Tags: dua kalimat syahadatkalimat syahadatsurgaSyahadat
Previous Post

Sosok Imam Ahmad, Penghafal 1 Juta Hadist

Next Post

Apakah Wanita Bebas dari Tanggungan Nafkah?

Yudi

Yudi

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.