islampos
Media islam generasi baru

Adzan Berkumandang, Bupati Trenggalek Utamakan Shalat Ketimbang Rapat

Foto: Antara Jatim
0

TRENGGALEK–Momen Ramadhan dimanfaatkan oleh Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak untuk menjaring aspirasi dan mendengar keluh kesah dari warganya. Emil juga membagikan pengalaman lucu saat rapat beserta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Trenggalek.

Ia berupaya, agar para stafnya memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Salah satu caranya, dengan mengatur jadwal rapat agar tidak berbenturan dengan waktu buka puasa. Bahkan, setelah kumandang adzan, Emil mengajak para stafnya untuk menunaikan shalat terlebih dahulu.

“Jadi kalau ada rapat-rapat terutama menjelang buka saya tanya mau buka di rumah apa disini mereka jawab di rumah. Yasudah pokoknya 20 menit lagi harus selesai ternyata saya sudah mau selesai staf saya yang masih tanya pak ini gimana, saya tanya kalian ini pengen pulang apa enggak kok malah mereka yang pengen rapat lama,” terangnya.

Ia merasa jika rapat terlalu lama kasihan para stafnya tidak bisa pulang untuk menikmati momen berbuka bersama keluarga. Sementara Emil mengaku waktu berbuka bisa lebih fleksibel karena rapat dilaksanakan di Pendopo.

“Buat saya ini bagus bahwa kita ingin menguji sebenarnya kita secara spiritual ingin disiplin shalat tepat waktu setelah adzan tidak semua mengganggu kerja kita. Jadi bulan puasa menjadi satu momen yang terus bisa kita lanjutkan,” ucap suami dari Arumi Bachsin tersebut.

Terlepas dari bulan Ramadhan, menurutnya waktu rapat bisa diatur agar terjadi keseimbangan antara kerja dengan ibadah. “Saya bukan santri yang terlalu alim tapi ya namanya shalat lima waktu kan wajib. Justru momen bulan puasa menjadi momen kita semua saling membenahi kualitas ibadah kita,” imbuhnya.

Di sisi lain, Emil dan keluarganya menggemari aneka takjil yang berasa manis. Setiap hari, secara bergiliran ia mengundang pedagang takjil untuk berjualan di depan Pendopo. Terkadang, Arumi membawa anak-anaknya untuk belanja takjil di depan Pendopo atau di depan Alun-Alun. “Favorit kita yang manis-manis pokoknya,” ujar alumnus Universitas New South Wales, Australia tersebut. []

Sumber: Republika

loading...
loading...