• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Adab Belajar dari Nabi Khaidir

by Saad Saefullah
2 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sejarah Penulisan Hadis, Imam Ahmad, Fiqh, Keutamaan Menghafal Hadits Nabi, Pahala dari Membaca Hadits Nabi, Hadits, Nabi Khaidir, Hadits Palsu, Hadits Palsu, Hadits tentang Keutamaan Shalawat kepada Nabi, Hadits Qothiyyatus Tsubut, Maqashid Syariah, Fathul Majid, Qaul Jadid, Hadits Qudsi

Foto: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

CARA mendapatkan ilmu Laduni? Bersabarlah. Ikuti saja liku-liku kehidupan. Perhatikan, amati dan jalani. Memang rentang waktunya panjang. Namun ilmunya menjadi sangat mendalam. Dapat mengetahui peristiwa di balik peristiwa. Mengetahui peristiwa sebelum terjadi. Seperti Nabi Musa yang belajar kepada Nabi Khaidir.

Sabar menjadi syarat bagi Nabi Musa untuk belajar kepada Nabi Khaidir. Dengan sabar, akan paham siklus detik, menit, jam, harian, bulanan, tahunan, 5 tahunan, 10 tahunan, 30 tahunan, 50, 80 dan 100 tahunan. Polanya dipahami untuk mendalami sebuah peristiwa.

Tak banyak bertanya, itulah syarat kedua yang disampaikan Nabi Khaidir kepada Nabi Musa. Ilmu Laduni butuh perhatian, pengamatan, berfikir hingga rasa yang mendalam. Ini tidak bisa didapatkan dari orang lain, walapun gurunya seorang Nabi. Ilmunya harus lahir dari hati dan jiwanya sendiri.

Ilmu Laduni berasal dari pergulatan hidup. Bukan dari kitab atau buku. Bukan dari wejangan dan nasihat. Tetapi dari goresan pena sendiri dari mengikuti perjalanan hidup. Seperti Nabi Musa yang mengikuti perjalanan gurunya.

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

Setiap perjalanan memberikan makna, rasa dan ilmu tersendiri bagi setiap yang menjalaninya. Mengapa berbeda? Karena setiap orang akan menjalani peran yang unik yang tak tergantikan dalam hidup ini. Medan perjuangan dan dakwahnya berbeda.

BACA JUGA: Disayangi Penduduk Langit dengan Berkebun

Yang dirasakan Nabi Musa dan Nabi Khaidir sangat berbeda dalam melihat peristiwa yang sama. Mengapa? Medan perjuangan keduanya berbeda. Nabi Musa harus menghadapi Firaun. Sedangkan Nabi Khaidir menyapa manusia yang tersembunyi namun memiliki peran besar bagi kehidupan.

BACA JUGA: Dakwah Nabi Yusuf

Semua liku-liku kehidupan adalah ilmu laduni. Semua yang bisa dilihat, didengar dan dirasakan adalah sumber filosofi dasar ilmu laduni. Terjun dalam kehidupan adalah tempat belajar ilmu dunia. Setiap orang akan menggoreskan ilmu tersebut pada hati dan jiwanya. []

Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirimke: islampos@gmail.com, dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter.

Tags: nabi khidirNabi MusaNasrulloh Baksolahar
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keluar Nanah, Apakah Membatalkan Puasa?

Next Post

Haid Datang 5 Menit Sebelum Magrib, Apakah Puasa Diteruskan?

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.