• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 26 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Ketika Ahmad bin Khudriya beri Upah kepada Pencuri

by Sodikin
9 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Blender Artists Community

Foto: Blender Artists Community

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

ORANG-orang shalih adalah mereka yang beribadah kepada Allah dengan cita rasa tinggi. Cita rasa yang hadir dari penyisihan kelalaian (ghaflah) dalam mengingat dan menghadirkanNya di hati dan gerak kehidupan.

Dengan menyisihkan lalai, manusia selalu teringat tujuan Allah SWT mengutus nabiNya, “makarim al-akhlaq” atau “mashalih al-akhlaq,” yang keduanya bermakna hampir sama, “menyempurnakan kemuliaan akhlak” dan “memperindah kebaikan akhlak.” Selama manusia menggenggam teguh hal itu, dimanapun dan kapanpun Ia berada, tujuan diutusnya Nabi Muhammad akan selalu membaur dalam kehidupannya.

Dalam sebuah riwayat pernah dikisahkan bahwa ada pencuri masuk di rumah Imam Ahmad bin Khudriya. Ia mencari ke setiap sudut rumah tapi tidak dapat menemukan apa-apa. Ia memutuskan pergi meninggalkan rumah (dengan kecewa), kemudian Imam Ahmad berkata kepadanya:

“Wahai pemuda, ambillah ember dan timbalah air dari sumur. Berwudulah, lalu laksanakan shalat. Tinggallah di sini. Jika Allah memberikan rizki kepadaku, akan kuberikan kepadamu, agar kau tidak keluar dari rumahku dengan tangan hampa.”

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Pencuri itu mengikuti saran Imam Ahmad bin Khudriya. Di pagi harinya, datang seorang laki-laki membawa seratus dinar dan memberikannya kepada Imam Ahmad. Kemudian Imam Ahmad bin Khudriya berkata kepada pencuri itu:

“Ambillah ini. Sesungguhnya, ini adalah upah untuk shalatmu malam tadi.”

Pencuri itu terkejut kagum. Tubuhnya bergetar dan air matanya tumpah. Ia berucap:

“Aku telah mengambil jalan yang salah. Aku hanya bekerja satu malam untuk Tuhan, dan Tuhan memuliakanku dengan ini.”

Pencuri muda itu bertaubat dan kembali ke jalan Allah berkat kehalusan pekerti Imam Ahmad bin Khudriya rahimahu Allah. (Fariduddin Attar, Tadzkirah al-Auliya’, alih bahasa Arab oleh Muhammad al-Ashiliy al-Wasthani al-Syafi’i (836 H), Damaskus: Darul Maktabi, 2009, hlm 372).

Ketika seseorang telah sampai pada keluhuran pekerti, Ia tidak akan takut pada apapun. Kepasrahan adalah jalan hidupnya. Seperti yang dilakukan Imam Ahmad bin Khudriya (145-240 H), ia tidak takut pencuri itu akan menyakitinya. Ia memutuskan keluar dan menyapanya. Bahkan ia merasa bersalah karena tidak bisa memberikan apa-apa kepada pencuri yang memang tengah kesusahan. Subhanallah. []

Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/82882/ketika-ahmad-bin-khudriya-kedatangan-pencuri

Tags: Pencuri
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hati-hati, Jangan Sakiti Tetangga

Next Post

Iran: Arab Saudi dan Seluruh Negara Muslim harus Melawan Keputusan Trump

Sodikin

Sodikin

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.