• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Wajib Tahu, Ini Cara Thaharah Menurut Nabi

by Eneng Susanti
4 tahun ago
in Islam 4 Beginner
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Hati yang Tidak Pernah Puas, Teladan Nabi dalam Berumah Tangga, Tata Cara Mandi Wajib, Thaharah,, Cara Thaharah Menurut Nabi, Tata Cara Mandi Junub Khusus Wanita, Air Mustamal

Foto: Pixabay

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

ArtikelTerkait

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

ILMU fikih menamainya “thaharah” atau bersuci sebagai syarat untuk melaksanakan ibadah-ibadah utama dalam Islam, terutama salat, baik wajib maupun sunnah. Bagaimana cara thaharah menurut Nabi?

Ilmu bersuci adalah masuk dalam kategori ilmu terapan yang fardhu ‘ain, atau seluruh umat Islam wajib untuk tau teori dan praktiknya. Karena itulah setiap kitab-kitab fikih didahului dengan membahas masalah thaharah.

Thaharah ditilik dari segi bahasa bermakna bersih dan suci dari segala bentuk kotoran, sedangkan thaharah menurut istilah syariat adalah ‘mengangkat dan menghilangkan kotoran atau najis’.

Secara umum, thaharah dibagi menjadi dua bagian, maknawiyah dan hissiyah.

Cara thaharah menurut Nabi yang pertama bermakna, bersihnya hati dari segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan serta penyakit-penyakit hati lainnya.

Hakikat thaharah tidak akan terwujud selama kesyirikan masih bersarang dalam hati. Inilah yang disitir firman Allah, Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya orang-orang musyrik itu adalah najis maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam, (QS. At-Taubah: 28). Diperkuat dengan sabda Nabi yang diriwayatkan Imam Bukhari-Muslim, Orang-orang mukmin itu bukan najis.

BACA JUGA: Inilah Manfaat Thaharah Sebelum Beribadah

Cara thaharah menurut Nabi yang  ang kedua hissiyah berarti sucinya anggota badan dari segala kotoran dan najis.

Ini juga terbagi dari dua jenis: suci dari hadats dan suci dari najis. Hadats adalah sesuatu yang melekat pada tubuh seorang muslim yang menyebabkan terhalang melaksanakan ibadah sebelum bersuci seperti salat, thawaf, dll. Hadats pun terbagi lagi menjadi dua macam, kecil dan besar.

Mandi Janabah mani, Sunnah Sebelum Jima, Cara Thaharah Menurut Nabi
Foto: Lakeside Log Cabin | Rudyard Lake

Hadats kecil adalah sebuah kondisi yang mengharuskan seseorang berwudhu sebelum melaksanakan ibadah, misalnya kentut, buang air kecil, buang air besar, dan pembatal wudhu lainnya. Cara bersucinya cukup dengan berwudhu, berdasarkan firman Allah, Hai orang-orang beriman, jika kalian hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu, tanganmu, sampai dengan siku, dan usaplah kepalamu serta basuhlah kakimu sampai mata kaki, (QS. Al-Ma’idah: 6).

Ada pun hadats besar, yaitu kondisi yang mengharuskan seseorang mandi sebelum menunaikan salat, thawaf, dll., seperti junub, haid, dan nifas. Cara bersuci dari hadats besar adalah mandi. Berdasarkan firman Allah, Dan jika kamu junub, maka mandilan, (QS. Al-Ma’idah: 6).

Jenis thaharah hissiyah kedua adalah suci dari najis, wa tsiabaka fathohhir. Dan pakaianmu bersihkanlan, (QS. Al-Mudatstsir: 4).

Cara Thaharah Menurut Nabi,

Untuk bersih dari najis, ilmu fikih menamainya “al-istinja” dan “al-istijmar”. Pertama bermakna ‘membersihkan najis di bagian qubul [kemaluan] atau dubur [pantat] dengan menggunakan air’. Kedua, ‘membersihkan najis pada lubang kemaluan dan pantat dengan menggunakan, batu, tussu, dan sejenisnya.

Karena itulah, seorang muslim diwajibkan mengikuti tatacara buang hajat dan beristinja’ dengan baik dan benar, bila tidak, dia akan mendapat dosa besar dan azab kubur.

Tersebutlah sebuah riwayat dari Imam Bukhari dan Mulism bahwa Rasulullah pernah melewati dua kuburan, maka ia pun mengabarkan, Dua penghuni kuburan ini sedang diazab! Tidaklah diazab karena masalah besar. Ada pun salah satunya, ia diazab karena tidak berhati-hati [menjaga diri] dari air kencing.

Ibnu Daqiqil ‘Ied mengatakan ketika mengomentari hadis di atas bahwa kedua penghuni kuburan tidaklah diazab karena masalah yang sulit untuk diatasi atau mencegahnya serta berhati-hati darinya. Bahwa sebenarnya masalah remeh, mudah, gampang bagi orang yang menjaga diri darinya, ia juga berkata, dua perkara itu termasuk dosa besar. Dalam hadis lain dari Ibnu Majah, Nabi bersabda, Buang air kecil merupakan penyebab yang paling banyak mendatangkan azab kubur.

Tempat yang Dilarang untuk Buang Hajat, Tata Cara Mandi Wajib, Cara Thaharah Menurut Nabi
Foto: Pixabay

BACA JUGA: 2 Perbedaan Hadas dan Najis

Cara Thaharah Menurut Nabi,

Rasulullah lalu mencontohkan ketika buang air kecil dengan baik dan benar yaitu dengan merenggangkan atau menjauhkan kedua kaki ketika jongkok untuk buang hajat guna menghindari percikan air kencing. Al-Hasan berkata, orang yang telah melihat Nabi menceritakan bahwa beliau kencing dalam keadaan jongkok dengan merenggangkan kedua kakinya selebar-lebarnya sampai kami menduga pangkal paha beliau akan terlepas, (H.R. Ibnu Abi Syaibah, 1/121, disahihkan oleh Syekh Muqbil dalam ‘Al-Jami’ush-Shahih, 1/500).

Hadis lain, tentang buang hajat adalah tidak boleh menampakkan aurat termasuk dalam ruang-ruang rest room/toilet yang saat ini menyerupai kamar milik bersama. Sabda Nabi, menutupi aurat dari pandangan jin dan manusia saat buang hajat dapat dilakukan dengan mengucap ‘bismillah’ ketika masuk kamar kecil. Juga harus berusaha agar sekuat tenaga tidak terkena percikan najis, terutama air kencing, karena itulah disunnahkan jongkok dan tidak berdiri sebagaimana tatacara Nabi di atas.

Cara Thaharah Menurut Nabi,

Masalahnya, konsep rest room saat ini sangat tidak syar’I. Penulis beberapa kali menemukan tempat kencing yang disebut pot spot dengan menggunakan sensor, artinya ketika selesai kencing tidak disediakan alat untuk beristinja’ berupa air, atau beristijmar berupa tissue. Tidak diragukan lagi, model kencing dengan konsep pot spot sensor ini, selain tidak syar’i hanya akan mengundang azab kubur.

Yang dibolehkan adalah pot spot yang menyediakan alat untuk beristinja’ baik air maupun tissue, tentu saja air lebih utama, ada pun hukum kencing berdiri pada pot spot adalah mubah berdasarkan sebuah riwayat, Rasulullah melarang kencing berdiri, namun jika ia merasa aman dari percikan air kencingnya maka dibolehkan.

Huzaefah mengatakan, Rasulullah pernah mendatangi tempat pembuangan sampah [subaaathah] lalu beliau kencing berdiri. Ibnu Mundzir sebagaimana dirawikan Imam Bukhari berkata, Saya lebih menyukai kencing duduk, dan kencing berdiri hukumnya mubah.

mani Waktu Terlarang untuk Mandi,, Bolehkah Tidur dalam Keadaan Junub, Tata Cara Mandi Wajib, Cara Thaharah Menurut Nabi
Foto: Kohler

Cara Thaharah Menurut Nabi,

Yang perlu dibenahi pada ruang rest room di tempat-tempat tertentu, terutama di hotel adalah, menyediakan sekat antar satu pot spot dan pot spot lainnya agar saling menjaga aurat. Selain ketersediaan bahan istinja berupa air dan tissue.

BACA JUGA:  Dalil Thaharah dengan Air dan Tanah

Adab-adab lainnya ketika masuk kamar kecil adalah mendahulukan kaki kiri sambil berdoa, Allahumma inni a’udzubika minal khubusi wal khaba’its. Ya Allah Aku berlindung dari gangguan setan jantan dan betina. Saat keluar, menggunakan kaki kanang sambil berdoa, Gufranaka. Aku mohon ampunan-Mu. Ada pula doa ketika sedang membasuh kemaluan, Allahumma hashshin farji minal-fawahisy. Ya Allah, jagalah kemaluanku dari segela perbuatan keji.

Cara Thaharah Menurut Nabi,

Sedangkan masjid-masjid hendaklah mempertahankan jenis toilet yang umum dan syar’I, tidak usah memaksa para jamaah kencing berdiri, kecuali terpaksa atau kepepet. Kencing sambil jongkok bukan saja untuk menghindari dari terkana percikan najis air seni tetapi penelitian menunjukkan, kencing dengan jongkok dapat mereduksi gangguan ginjal dan paling penting, itu adalah sunnah, pelakunya akan mendapatkan pahala, namun jika ia tinggalkan pun tak berdosa. Wallahu A’lam! []

Tags: cara bersuciCara Thaharah Menurut Nabi
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hukum Wanita Bekerja saat Masa Iddah

Next Post

Bung Hatta, Tak Mampu Beli Sepatu Impiannya

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

13 Juli 2025
Rahmat Allah, Kebaikan, Prinsip

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

7 Juli 2025
Tajwid, Surat Al-Baqarah, Amalan

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

6 Juli 2025
Pembatal Shalat

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

3 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.