• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 11 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

3 Amalan yang Bisa Mengubah Takdir dan Nasib Buruk

by Ari Cahya Pujianto
5 tahun ago
in Islam 4 Beginner
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Keimanan yang Dikagumi Rasulullah tawassul, syarat taubat, Mahabbah Ilahiyyah

Foto: Pinterest

PERCAYA adanya takdir adalah salah satu rukun iman dalam Islam. Takdir adalah ketentuan Allah SWT berdasarkan pertimbangan terbaik dari Allah SWT dan hal terbaik bagi hamba-Nya. Banyak orang percaya bahwa takdir tak dapat diubah. Apa yang sudah menjadi ketentuan Allah tidak bisa diubah sama sekali.

Anggapan ini tidak selalu benar. Karena ada takdir yang bisa berubah ketika Allah berkehendak. Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Dia juga Maha Kuasa atas segala sesuatu. Nabi ﷺ mengajarkan sejumlah amalan untuk mengubah takdir.

Takdir ternyata bisa berubah dengan sejumlah amal kebaikan. Artinya, jika seseorang melakukan amal kebaikan, maka takdir buruk yang awalnya akan menimpanya, bisa dihapus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

BACA JUGA: Ringan dan Sederhana, Ini Daftar 35 Amalan Kebaikan yang Bisa Dikerjakan Cuma 5 Menit saja (1)

ArtikelTerkait

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

Lalu, apa saja amal yang bisa mengubah takdir atau nasib seseorang? Setidaknya ada tiga amal atau perbuatan yang bisa mengubah takdir buruk menjadi baik, mengubah nasib yang semula buruk menjadi baik. Berikut di antaranya, berdasarkan kitab Shaihain dan Bulughul Maram, yakni:

Doa

Doa adalah senjata kaum mukminin. Selain berdoa, seseorang juga harus mengirinya dengan usaha dan tawakal. Kekuatan doa sangat besar karena ia adalah permohonan kepada Yang Maha Besar, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Tiada yang bisa menolak takdir Allah, kecuali doa,” (HR. Tirmidzi, Hakim, Ahmad, dan Ibnu Majah).

Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)

Kapan kita harus berdo’a? Jawabannya setiap saat. Selain waktu-waktu tertentu yang mustajab, kita juga perlu terus memanjatkan do’a kita setiap saat.

Berdo’a itu tidak selamanya dengan kalimat-kalimat tertentu saja. Sehabis shalat dhuha memang ada do’a yang dicontohkan. Sehabis shalat tahajud apalagi shalat fardhu. Ada do’a yang sudah dicontohkan dan kita boleh menambahnya dengan do’a kita sendiri sesuai keinginan kita.

Amal Kebaikan

Nabi ﷺ menegaskan, amal kebaikan bisa mengubah hal buruk menjadi hal baik yang akan menimpa seseorang. Bahkan, usia bisa bertambah dengan amal kebaikan.

“Beramalah kamu sekalian, karena beramal (berbuat kebaikan) akan mengubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukan-Nya padamu,” (HR. Bukhori dan Muslim).

“Tiada yang dapat menambah umur seseorang, selain (amal) kebaikan,” (HR. Ahmad dan Thabrani).

Sedekah

Hadits yang menjelaskan tentang manfaat, hikmah atau keutamaan sedekah sangat banyak. Di samping menambah harta dan membuatnya menjadi berkah, sedekah pun bisa mengubah takdir atau nasib.

“Sesungguhnya sedekah itu dapat memadamkan kemarahan Allah dan menolak ketentuan yang buruk,” (HR. Tirmidzi).

BACA JUGA: Amalan Ini Datangkan Pahala Seperti Haji dan Umrah, Mengapa Selalu Kita Tinggalkan?

“Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak pernah mendahului sedekah,” (HR. Thabrani).

“Sesungguhnya sedekah dan silaturahim itu dapat menambah umur dan menolak ketentuan buruk yang tidak disukai dan ingin dijauhi.” (HR. Abu Ya’la Alhambali).

Demikian adalah tiga perkara yang dapat mengubah takdir buruk menjadi takdir baik. Nasib buruk menjadi nasib baik. Semoga kita dapat beramal saleh sehingga mendapatkan nasib baik dan keselamatan di akhirat. Wallahu A’lam.

Allahu a’lam. []

Tags: amalannasihtakdir buruk
Previous Post

Kenapa Merasa paling Benar?

Next Post

Waktu dan Shalawat Terbaik yang Diajarkan Rasulullah

Ari Cahya Pujianto

Ari Cahya Pujianto

Hanya Pemuda Akhir Zaman yang Berharap Ridha dan Ampunan Allah Swt

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.