• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 4 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

97% Berasal Penguapan Air Laut, Kenapa Air Hujan Tawar?

by Sodikin
6 tahun ago
in Miracle of Quran
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ilustrasi. Foto: detiknews

ilustrasi. Foto: detiknews

KITA tahu bahwa air hujan berasal dari laut. Dan kita tahu laut itu memiliki rasa asin. Tapi, setelah menjadi air hujan rasanya menjadi tawar. Hingga, kita pun bisa meminumnya. Lantas, bagaimana bisa hal itu terjadi?

Dalam firman-Nya, Allah bertanya tentang air yang kita minum. Apakah kita yang menurunkannya dari langit atau Allah yang menurunkannya. Apabila Allah menjadikan air hujan dengan rasa asin dan pahit, maka adakah dari kita yang bisa mengubahnya menjadi air tawar.

BACA JUGA: Perhatikan 9 Hal Ini agar Kulit Anda Tetap Terawat di Musim Hujan

Seperti yang kita tahu bahwa air hujan berasal dari penguapan air, 97% adalah penguapan air laut yang asin. Tapi Allah tetap menjadikan air hujan sebagai air tawar karena adanya hukum fisika sesuai ketetapan Allah. Berdasarkan hukum Allah inilah yang membuat dari apapun air berasal, baik air danau dengan berbagai mineral, air laut yang asin ataupun lumpur, maka air hujan tetap tidak mengandung bahan lain. Air hujan tetap jatuh dengan bersih dan murni.

ArtikelTerkait

Kenapa Kita Harus Paksakan Diri untuk Membaca Al-Quran

Adab Membaca Al-Quran

Pernah Bulan Terbelah, Benarkah?

Ayat Quran yang Pertama Turun dan yang Terakhir, Apa?

Secara ilmiah, matahari memancarkan energi ke permukaan bumi termasuk permukaan laut, dan setiap meter persegi mendapat energi rata-rata sekira 1 kilowatt, sehingga 1.000 joule per detik. Hal ini memberikan energi untuk partikel air di laut dan jelas melarutkan beberapa ion seperti, natrium dan klorida yang menyebabnya laut asin.

Meski molekul air lengket dan tetap berpegang pada molekul air lain karena mereka molekul dipol, sinar matahari dapat mematahkan ikatan molekul air tersebut, menahannya di dalam air, dan dapat melarikan diri sebagai uap air. Dari sini, uap air menuju atmosfer bumi dengan membawa kandungan beberapa zat terlarutnya.

BACA JUGA: Kemarau Panjang, Muslim Australia Gelar Doa Bersama Meminta Hujan

Sementara itu, garam yang memiliki massa jenis lebih berat tetap bertahan di laut. Banyaknya konsentrasi garam di laut terus terlarut dengan datangnya hujan atau air dari sungai, namun jumlahnya tidak sanggup membuat air laut menjadi lebih tawar.

Di sisi lain, air yang kita minum tidak terasa asin karena mereka sudah mengalami proses pelapukan saat meresap di dalam tanah atau penyaringan. Di mana rasa asin dari mineral garam terlalu rendah konsentrasinya di dalam air. []

SUMBER: TECHNO.OKEZONE

Tags: air hujanhujan
Previous Post

893 Orang Terinfeksi, 9 Orang Meninggal Akibat Virus Corona di Korsel

Next Post

Buldozer Jenazah Pria Palestina, Tentara Israel Banjir Kecaman

Sodikin

Sodikin

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.