• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 2 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

7 Pijakan Aqidah yang Orangtua Harus Ajarkan pada Anak

by Dini Koswarini
2 tahun ago
in Pena Wanita
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Foto: Freepik

Foto: Freepik

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

KESALAHAN orang tua dalam mendidik anak yang paling fatal adalah tidak mengajarkan akidah kepada mereka. Semuanya harus dimulai dengan pijakan aqidah yang benar.

Alasan yang paling umum terjadi adalah karena mereka sendiri tidak paham Islam dan akidah yang benar sehingga bagaimana mungkin bisa mengajarkan kepada anak.

Islam sudah mengajarkan bagaimana peran orang tua dalam mengajarkan akidah.

Salah satu pendidikan akidah terdapat dalam Al-Qur’an yakni ketika Lukman pernah mengajarkan anaknya tentang tauhid dengan tidak menyekutukan Allah dan berbuat syirik.

ArtikelTerkait

Musibah Itu Ujian, Teguran, Hukuman, ataukah Azab?

Keutamaan dan Amalan di Hari Arafah

Menaati Ulil Amri, Siapa Ulil Amri?

Siapa sebenarnya Ulil Amri dalam Al-Qur’an?

Alasan lainnya adalah bahwa orang tua menganggap bahwa usia di bawah 7 tahun anak belum mampu berpikir abstrak sehingga merasa tidak perlu diajarkan akidah. Padahal hal ini adalah ajaran yang berasal dari Barat.

Orang tua sering mengira menyayangi anaknya yakni dengan mengikuti segala keinginan mereka atau membebaskan tanpa aturan. Sehingga anak cenderung berbuat mengikuti hawa nafsu dan tidak menghiraukan aturan.

Sehingga rusaknya anak-anak ternyata diawali karena kesalahan orang tuanya sendiri.

Ada beberapa pijakan yang perlu diperhatikan orang tua dalam mengajarkan akidah kepada anak-anak.

Pijakan tersebut diantaranya,

1. Pijakan Aqidah pertama

Harus dipahami bahwa anak itu lahir dalam keadaan fitrah (iman, Islam, tauhid, tabiat dan lain sebagainya). Artinya lahir dalam keadaan suci atau baik.

Oleh karenanya tugas orang tua adalah menjaga dan menumbuhkan pemikirannya.

BACA JUGA: 5 Hal Sepele yang Tak Boleh Orangtua Lakukan pada Anak

Jika tergerus fitrahnya maka ia menjadi buruk.

Ada konsep dari barat bahwa anak adalah miniatur orang tuanya. Namun konsep ini tidak mutlak benar. Dan dikoreksi oleh Jhon Locke yaitu terkenal dengan konsep tabula rasa (kertas kosong). Ia mengatakan bahwa anak lahir seperti kertas kosong. Namun konsep ini pun tidak mutlak benar.

Kemudian ada lagi konsep dari Williem strern yang mengatakan bahwa anak itu lahir disertai pembawaan baik atau buruk. Dan hingga sekarang banyak teori-teori psikologi barat dalam mendidik anak. Semuanya pun sifatnya tidak mutlak benar.

Sebagai seorang muslim, tentunya kita mengambil konsep yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam. Yakni semua anak lahir dalam keadaan fitrah/ suci.

Sebagaimana beliau shalallahu’alaihi wasallam bersabda,

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

Artinya: “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Pijakan Aqidah kedua

Memahami bahwa anak adalah amanah. Sehingga anak menjadi tanggung jawab untuk dipersiapkan menjadi hamba Allah.

Karena kita sebagai manusia lemah dan terbatas maka kita butuh partner atau kerjasama dengan pihak lain dalam mendidik anak, misalnya sekolah yang sesuai dengan visi dan misi kita dalam mendidik anak sebagai investasi dunia akhirat.

3. Pijakan Aqidah ketiga

Mengajarkan anak tauhid. Tauhid adalah hak Allah yang harus dipenuhi oleh setiap hamba termasuk hak anak yang harus diajarkan oleh orang tuanya.

4. Pijakan Aqidah keempat

Tauhid adalah pondasi dalam membentuk kepribadian. Sulit untuk taat, mudah mengalami stress, bahkan mengalami depresi merupakan salah satu akibat dari rapuhnya pondasi akidah seseorang.

Bahkan dengan banyaknya hafalan Al-Qur’an tapi akidah belum kuat akan membuat anak mudah futur dan labil. Dan akhlak mulia itu adalah buah akidah yang kuat.

5. Pijakan Aqidah kelima

Tauhid membangun koneksi dengan Allah.

Siapa saja yang memperbaiki koneksinya dengan Allah maka Allah akan memperbaiki koneksinya dengan makhluk lainnya.

Saat anak nakal maka periksalah koneksi kita dengan Allah. Cek dan kroscek koneksi dengan orang tua, dan juga suami. Bila bermasalah maka segeralah untuk memperbaikinya. Karena terkadang kehancuran anak lahir dari kehancuran orang tua. Anak yang sholih kebanyakan lahir dari orang tua yang sholih.

6. Pijakan Aqidah keenam

Tauhid pendidikan hati.

Hati adalah sentral anggota tubuh lainnya. Apabila hati baik maka baik pula seluruh anggota tubuhnya.

Arti Kata Tabarakallah, Keutamaan Memuliakan Anak Yatim, Definisi Anak Yatim, Pijakan Aqidah
Foto: Unsplash

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

BACA JUGA:  15 Adab Anak pada Kedua Orangtua

Oleh karenanya Islam mengajarkan bagaimana cara menjaga amalan hati. Bahkan dikatakan bahwa keutamaan amalan hati itu lebih tinggi daripada keutamaan amalan anggota badan. Sholat, puasa, bersedekah, haji dan amalan lainnya belum bisa dikatakan benar bila tidak diiringi dengan tauhid, keikhlasan, sabar, dan amalan hati lainnya.

7. Pijakan Aqidah ketujuh

Tauhid kunci segala kebaikan. Kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena iman adalah nikmat terbesar yang lebih baik daripada dunia beserta isinya.

Demikianlah 7 pijakan dan pegangan bagi orang tua dalam mendidik akidah anak-anak. Semoga bermanfaat. Wallahul muwaffiq []

Disarikan dari Kajian Parenting Imam Nawawi School Ciomas Bogor oleh Ustadz Abu Salma

BERSAMBUNG

Tags: Kesalahan Orangtua dalam Mendidik AnakPijakan Aqidah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kisah Sunan Kalijaga alias Raden Said yang Diusir oleh Ayahnya Sendiri (2-Habis)

Next Post

Tahukah Kamu Apa Makna 2 Kalimat Syahadat?

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

Keutamaan Berjima di Malam Jumat, Tempat Duduk Penghuni Surga, Nasihat, Nabi Luth, Posisi Duduk yang Dimurkai, Manusia, Hasan Al-Bashri, ujian

Musibah Itu Ujian, Teguran, Hukuman, ataukah Azab?

12 Juni 2025
REPORTER: RHIO ATMA P. | ISLAMPOS, Haji, Golongan Umat Islam yang Akan Masuk Surga, Larangan di Bulan Dzulhijjah, Hari Arafah

Keutamaan dan Amalan di Hari Arafah

5 Juni 2025
Ulil Amri

Menaati Ulil Amri, Siapa Ulil Amri?

2 Juni 2025
Sakaratul Maut, amal, Penghalang Rezeki, Arwah, Shalat Malam, renungan ramadhan, PMO, Keutamaan Pemimpin yang Adil, Shalat Malam, Orang yang Dibenci oleh Allah SWT, Kesabaran, Ulil Amri, Ibnu Abbas, Hari Kiamat

Siapa sebenarnya Ulil Amri dalam Al-Qur’an?

23 Mei 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.