Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk KLB Campak dan Gizi Buruk di Asmat

0

JAKARTA—Lembaga kemanusiaan Rumah Zakat menyalurkan bantuan untuk korban gizi buruk dan kejadian luar biasa (KLB) Campak di Kabupaten Asmat, Papua.

Pada Senin (22/1/2018), relawan Rumah Zakat mulai bergerak menuju lima distrik yang terdampak KLB gizi buruk dan Campak yakni Swator, Fayit, Pulau Tiga, Jetsy dan Siret. Mereka akhirnya berhasil memasuki 2 distrik di Kabupaten Asmat yang terdampak KLB Gizi Buruk dan Campak, yakni Siret dan Swator.

Kabar tersebut diketahui dari  ungahan video di akun Instagram Rumah Zakat, Selasa (24/1/2018).

BANTUAN PANGAN UNTUK DISTRIK SWATOR DAN SIRET DI KABUPATEN ASMAT Relawan Rumah Zakat akhirnya berhasil memasuki 2 distrik di Kabupaten Asmat yang terdampak KLB Gizi Buruk dan Campak pada hari Senin kemarin (23/01). . "Kami mengunjungi distrik Siret dan Swator bersama-sama dengan pemerintah setempat," ungkap Fauzi, Relawan Rumah Zakat Jayapura. Untuk mencapai dua distrik tersebut, Relawan harus menempuh perjalanan cukup panjang dengan menggunakan speedboat dari Ibukota Asmat, Agats. . "Dibutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk tiba di Distrik Siret dan 6 jam untuk tiba di Distrik Swator dengan menggunakan speedboat kecepatan tinggi," jelas Fauzi. Relawan mengunjungi Kampung Waganu 1 di Distrik Siret dan Kampung Jinak di Distrik Swator. Jika melihat kondisi fisik warga di sana, hampir semua memang mengalami masalah gizi. Karenanya, Relawan mencoba membagikan bantuan secara merata kepada seluruh warga. . "Untuk warga yang terdampak campak, hampir semuanya telah dirujuk ke Rumah Sakit di Agats oleh pemerintah setempat," tutur Fauzi. "Di Waganu 1, kami menemukan satu balita yang terkena campak dan belum dirujuk," tambahnya. Hari Selasa ini (23/01), Relawan akan kembali mendistribusikan bantuan di lokasi lainnya di Kabupaten Asmat. "Selain makanan, kami akan mendistribusikan juga pakaian untuk anak-anak di Asmat," ujar Fauzi. Sahabat, mari peduli dan berbagi kepada saudara-saudara kita yang terdampak KLB Gizi Buruk dan Campak di Papua. Transfer donasi: Mandiri 132000 481 974 5 BNI Syariah 155 555 5589 Link donasi: klik di BIO #GiziBuruk #Asmat #KabupatenAsmat #SharingHappiness #RumahZakat

A post shared by Rumah Zakat (@rumahzakat) on

“Kami mengunjungi distrik Siret dan Swator bersama-sama dengan pemerintah setempat,” ungkap Fauzi, Relawan Rumah Zakat Jayapura.

Bersama unggahan tersebut, Rumah Zakat juga melaporkan bahwa untuk mencapai dua distrik tersebut, relawan harus menempuh perjalanan  panjang dengan menggunakan speedboat dari Ibukota Asmat, Agats.

“Dibutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk tiba di Distrik Siret dan 6 jam untuk tiba di Distrik Swator dengan menggunakan speedboat kecepatan tinggi,” jelas Fauzi.

Rumah Zakat mengungkapkan, kondisi waraga Kampung Waganu 1 di Distrik Siret dan Kampung Jinak di Distrik Swator hampir semua mengalami masalah gizi. Karenanya, Relawan mencoba membagikan bantuan secara merata kepada seluruh warga.

“Untuk warga yang terdampak campak, hampir semuanya telah dirujuk ke Rumah Sakit di Agats oleh pemerintah setempat. Sedangkan, di Waganu 1, kami menemukan satu balita yang terkena campak dan belum dirujuk,” tutur Fauzi.

Rencananya bantuan akan kembali didistribusikan pada Selasa ini (23/1/2018).

“Selain makanan, kami akan mendistribusikan juga pakaian untuk anak-anak di Asmat,” ujar Fauzi.

KLB gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat menyebabkan sejumlah anak meninggal dunia, antara lain karena minimnya fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai di sana. Pemerintah sudah mengirim tim dan menyalurkan bantuan ke Asmat untuk membantu penanganan kejadian luar biasa itu.

Hingga Selasa (23/1/2018), tercatat 68 anak dan balita meninggal akibat KLB Campak dan gizi buruk di Asmat. []

SUMBER: RUMAH ZAKAT | ANTARA | SUARA PAPUA

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun