ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Skema Bebas Tarif Jadi Upaya Indonesia Dukung Palestina?

0

Advertisements

JAKARTA –Di tengah perbincangan hangat tentang klaim Yerusalem sebagai ibukota Israel oleh pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini, Indonesia sedang menggodog sebuah bentuk dukungan bagi Palestina. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menerapkan skema perdagangan bebas tarif dengan Palestina.

Rencana itu disampaikan Retno pada sela-sela Seminar dan Pameran Foto Palestina di Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Selasa (5/12/2017).

“Dalam isu perdagangan, Palestina beberapa kali telah meminta agar diberikan pemotongan atau peniadaan tarif untuk beberapa produk mereka yang masuk ke Indonesia. Tentang rencana itu, kita sudah bahas dengan Kementerian Perdagangan RI dan kementerian terkait lainnya,” kata Menlu Retno seperti dikutip dari Liputan 6.

Retno juga menegaskan, “Saat ini pemerintah kita sedang memasuki tahap final. Jadi, mudah-mudahan, awal tahun depan, zero-tariff untuk beberapa produk Palestina yang dikirim ke Indonesia, dapat terwujud.”

Related Posts
1 of 13

Mengenai produk yang masuk dalam skema bebas tarif tersebut, Duta Besar RI untuk Yordania – Palestina Andy Rachmianto menjelaskan, “Awal yang sudah dimintakan itu, minyak zaitun dan kurma. Keduanya sudah dikenakan pemotongan tarif, hingga sekarang cuma sekitar 5 persen.”
Lebih rinci, Andy menjelaskan, “Ada sekitar 20 jenis komoditas lain dan itu sudah masuk dalam pembahasan. Seperti, sepatu, batu marmer, kerajinan tangan, dan beberapa daftar produk lain.”

Menurut Retno, dukungan terhadap Palestina tidak hanya bisa dilakukan secara politis, tapi juga secara nyata.

“Dukungan tak hanya berbentuk politis, tapi juga yang sifatnya konkret,” papar perempuan yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Belanda itu.

Selain rencana implementasi perdagangan bebas tarif, bentuk dukungan konkret yang dilakukan Indonesia kepada Palestina antara lain, pemberian bantuan teknis pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia dan pemerintahan, pemberdayaan perempuan, bantuan pendirian fasilitas medis, dan proyek publik lainnya — terbaru, pembangunan sistem desalinasi air.

Seluruh proyek itu merupakan bentuk kontribusi Indonesia dan dibantu oleh sejumlah organisasi masyarakat-kemanusiaan di Tanah Air. []

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline