SEORANG muslim haruslah tahu bagaimana cara menjaga lisan ucapan agar berbicara dengan baik dan menghindari perkataan yang menyakiti orang lain.
Lisan merupakan anugerah besar dari Allah yang memiliki kekuatan luar biasa. Dengan lisan, kita bisa menyampaikan kebaikan dan membangun hubungan yang harmonis. Namun, jika tidak dijaga, lisan juga bisa menjadi sumber perpecahan dan menyakiti hati orang lain. Oleh karena itu, kita wajib berhati-hati dalam berbicara.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 70-71:
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًايَا baiklah. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah kata yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka ia benar-benar telah memperoleh kemenangan yang besar.”
Ayat ini menegaskan bahwa perkataan yang baik akan membawa manfaat, memperbaiki amal perbuatan, dan mendapatkan ampunan dari Allah. Sebaliknya, ucapan yang buruk dapat menyebabkan perpecahan dan menimbulkan dosa.
BACA JUGA: 3 Wasiat Rasulullah: Lakukan Shalat, Jagalah Lisan, dan Jangan Iri pada Orang Lain
Bahaya tidak menjaga Lisan
Rasulullah ﷺ mengingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:
“Ketika manusia memasuki waktu pagi, seluruh anggota tubuhnya dihangatkan lisan, ‘Wahai lisan, bertakwalah kepada Allah dalam menjaga kami! Sebab jika kamu lurus, maka kami akan lurus, dan jika kamu menyimpang, maka kami pun akan menyimpang’.”
Hadits ini menunjukkan bahwa lisan mempunyai pengaruh besar terhadap perbuatan seseorang. Jika lisan digunakan dengan baik, maka seluruh amal akan baik. Sebaliknya, jika lisan digunakan untuk keburukan, maka perbuatan kita pun akan menyimpang dari kebaikan.
Di zaman modern, di mana komunikasi sangat cepat dan luas melalui media sosial, menjaga lisan menjadi semakin penting. Banyak orang yang tidak lagi memperhatikan etika berbicara dan sering menyakiti orang lain dengan kata-kata mereka, baik secara langsung maupun melalui tulisan di dunia maya. Kebiasaan ini bisa menyebabkan permusuhan, kesalahpahaman, bahkan fitnah yang berakibat fatal.
Dampak Ucapan Lisan Terhadap Hubungan Sosial
Ucapan yang keluar dari mulut seseorang mencerminkan isi hatinya. Jika hatinya baik, maka ucapannya pun akan baik. Sebaliknya, jika hatinya dipenuhi kebencian, maka perkataannya akan menyakitkan dan menimbulkan permusuhan. Oleh karena itu, seorang mukmin harus selalu menjaga lisannya agar tidak merugikan orang lain.
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits riwayat Imam Bukhari:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
Hadits ini menjadi pedoman utama dalam berbicara. Jika kata kita tidak membawa manfaat, lebih baik kita diam daripada membagikan sesuatu yang bisa menimbulkan masalah.
Cara Menjaga Lisan
Agar kita dapat menjaga lisan dengan baik, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan:
1. Berpikir sebelum berbicara
Jangan terburu-buru mengucapkan sesuatu tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain.
2. Gunakan kata-kata yang baik dan sopan
Hindari kata-kata kasar, dan hinaan yang bisa menyakiti perasaan orang lain.
3. Jangan menyebarkan berita bohong atau fitnah
Pastikan apa yang kita ucapkan atau bagikan di media sosial adalah kebenaran dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
BACA JUGA: 10 Penyakit Lisan
4. Berbicara dengan menjaga lisan dengan baik
Setiap kata yang kita ucapkan bertujuan untuk menyebarkan kebaikan, memberi nasehat, atau menenangkan hati orang lain.
5. Debat kusir dan perbincangan yang tidak bermanfaat
Jangan terjebak dalam kejadian yang hanya menimbulkan permusuhan dan menghabiskan waktu tanpa hasil yang baik.
Menjaga Lisan adalah amanah yang harus dijaga dengan baik oleh setiap orang. Setiap kata yang kita ucapkan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Oleh karena itu, marilah kita selalu berkata yang baik atau lebih baik diam. Dengan menjaga lisan, kita dapat menciptakan lingkungan yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan.
Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk selalu menjaga ucapan dan menjadikan lisan kita sebagai sumber kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Amin ya Rabbal ‘Alamin. []
SUMBER: NUONLINE | REDAKTUR: JALAL HALIF








