• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 3 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Warisan Kerajaan Islam di India: Falooda, Kuliner Paling Dicari setiap Musim Panas

by Eneng Susanti
6 tahun ago
in Resep
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Falooda. Foto: GoFooddy

Falooda. Foto: GoFooddy

PADA masa kejayaannya, Peradaban Islam tak hanya berkontribusi terhadap penyebaran ajaran agama, tapi juga pada beragam inovasi dalam kehidupan. Tak terkecuali dunia kuliner.

Hingga kini, kuliner berusia ribuan tahun yang merupakan warisan peradaban Islam masih bisa dilacak di berbagai belahan dunia. Salah satunya di India. Di negara tersebut ada sebuah hidangan populer bernama Falooda.

Jika ditelusuri hingga ke akar sejarahnya, Falooda berasal dari Iran. Kuliner yang kerap diburu setiap musim panas ini dibawa ke India pada era Kerajaan Mughal.

BACA JUGA: 5 Kuliner Khas Timur Tengah untuk Buka Puasa

ArtikelTerkait

Gimana Cara Masak Mi Instan Rebus yang Enak?

Resep Lasagna, Boleh Dicoba!

Resep Pembangkit Stamina dari Dokter Zaidul Akbar

Camilan Lebaran, Permen Jelly Agar-Agar so Sweet

Sejatinya, Falooda merupakan makanan penutup khas Persia. Namun, popularitasnya kemudian menyebar ke hampir seluruh Asia, terutama wilayah Asia Selatan. Negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan sekitarnya sudah tak asing lagi dengan kuliner berumur lebih dari 2500 tahun ini.

Falooda atau Faloodeh (di Persia) dibuat dengan mencampur mie buatan sendiri dengan es. Untuk mempersiapkan Faloodeh ini, digunakan lah bihun. Sedangkan di Pakistan, Bihun ini dapat dikatakan berbentuk seperti spageti yang tebal dan disebut sebagai mie gandum.

Dengan berlalunya waktu dan beragamnya selera, orang Persia meningkatkan teknik pembuatan Faloodeh dan menambahkan air mawar serta gula bersama bihun. Saat ini ada beberapa cara untuk menyiapkan falooda. Ada juga beragam bahan yang bisa ditambahkan untuk memberikan rasa yang berbeda menjadi Falooda yang istimewa.

Kendati mie menjadi bagian penting dari falooda, tetapi dalam beberapa versi falooda dibuat tanpa mie dan digantikan oleh campuran  buah-buahan. Uniknya, Falooda juga dapat disajikan sebagai milkshake.

Salah satu versi falooda versi milkshake yang sangat populer adalah sajian bersama Kulfi. Kulfi itu semacam es potong yang juga merupakan kuliner khas Asia Selatan. Dalam versi ini, kufi ditambahkan dengan mie dan sirup manis untuk meningkatkan rasanya. Banyak bahan lain seperti jeli, buah-buahan kering, mutiara tapioka dan buah-buahan kalengan ditambahkan di dalamnya. Berbagai rasa seperti rasa mangga, rasa cokelat, rasa stroberi dan rasa ara, juga tersedia di falooda.

Saking uniknya, Falooda bahkan bisa disebut sebagai makanan, tapi juga bisa disebut sebagai minuman. Komponen utamanya adalah bihun beras, biji selasih, susu beku, dan sirup mawar. Komponen lainnya berupa kacang pistachio, almond, dan es krim.

Perpaduan itu sensasi renyah dan lembut dalam kombinasi cita rasa yang kaya dan wangi membuat Falooda jadi kuliner paling diburu kala musim panas tiba.

BACA JUGA: Manisan Khas Arab, Cocok Buat Oleh-Oleh Jamaah Haji (1)

Di India, selain sirup mawar, sirup rasa seperti anggur, jeruk, nanas, dan kismis hitam menjadi varian Falooda yang dapat ditemukan di kafe-kafe.

Masyarakat Mumbai menjadi pionir dalam memperkenalkan falooda ke seluruh India, bahkan dunia. Dari Mumbai, falooda menyebar ke seluruh dunia sejak abad ke-17 setelah sebelumnya dibawa oleh orang-orang Persia pada tahun 800 SM.

Jika awalnya Falooda (India) yang berevolusi dari Faloodeh (Persia) merupakan minuman khusus para raja Mughal, kini kuliner unik ini bisa dinikmati masyarakat umum. Saat ini, kios falooda di Mumbai, sangat mudah dijumpai di sepanjang pantai. Bahkan, kios-kios ini umumnya merupakan franchise. []

SUMBER: DOST PAKISTAN

Tags: FaloodaFaloodehindiaKulinermughalsejarah
Previous Post

5 Karakter Dasar yang Harus Dimiliki Seorang Guru

Next Post

Ketika Nabi Melewati Rumah-rumah Kaum Tsamud

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.