ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Wahai Suami, Hargailah Perjuangan Seorang Istri

Foto: Islamic Life
0

MENJADI seorang istri, tentu tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dilakukan. Tanggungjawab yang diembannya pun cukup banyak. Bukan hanya tanggungjawab pada suami, tetapi keluarganya juga. Itulah sebabnya seorang istri harus rela tidur larut malam dan bangun lebih pagi.

Tugas seorang istri adalah mengusurus keluarga. Baik itu suami maupun anak-anaknya. Sehingga istri harus bisa bangun lebih pagi karena harus mempersiapkan sarapan bagi keluarganya. Jadi, pada saat suami bangun pagi, makanan sudah tersedia. Bahkan istri cukup repot mengurus anak-anak yang harus berangkat ke sekolah.

Setelah suami berangkat kerja, anak-anak sudah berangkat ke sekolah, istri harus mencuci pakaian, belanja, dan memasak untuk makan siang. Lewat tengah hari memberi makan anak-anak, membimbingnya untuk tidur siang, lalu bersih-bersih, dan menyiapkan anak-anak berangkat mengaji, kemudian menyiapkan makan malam, bersih-bersih diri karena sebentar lagi suami pulang dari kantor.

Malam menemani anak-anak belajar. Lalu ketika anak-anak mulai berangkat tidur, melayani suami sebagai tugas mulia. Sampai suami tertidur pulas dan mendengkur, barulah istri merebahkan badannya perlahan-lahan dan memejamkan mata. Untuk kemudian bangun pagi-pagi sekali sebelum suami dan anak-anak terbangun.

Begitulah rutinitas kehidupan seorang istri dalam rumah tangga. Apakah istri tidak layak mendapat penghormatan besar dari suami, terhadap jasanya yang tidak merasa lelah mengurus anak-anak dan keluarga? Lantas, apa yang harus dilakukan suami?

Suami haruslah menghargai perjuangan seorang istri. Yakni dengan melakukan beberapa hal, yaitu:

1. Memberikan pujian atas semua pekerjaanya dan tidak melecehkan kelemahannya.

2. Memberi dukungan moral dan bantuan tenaga untuk meringankan beban tugas dan perannya.

3. Jika memungkinkan, penuhi segala keperluan yang dapat memudahkan tugas-tugasnya itu.

4. Memberikan hadiah tertentu yang dapat menyenangkan hatinya. Tentu bukan mahalnya yang jadi prioritas, tetapi bentuk kesungguhan perhatian yang lebih utama. []

loading...
loading...