• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Utsman bin Mazh’un, Awal Masuk Islam karena Malu

by Yudi
8 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
utsman bin mazhun

Ilustrasi: Unslpash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TIDAK seluruh sahabat Rasulullah dikenal termasuk Utsman bin Mazh’un. Utsman bin Mazh’un merupakan sahabat Rasulullah, bapaknya adalah Mazh’un bin Wahab bin Hudzafah bin Jumuh Al-Quraisyi, sedangkan ibunya ialah Suhailah binti Al-Anbas bin Ahban bin Khudzafah.

Utsman masuk Islam beserta seluruh keluarganya. Dia adalah orang ketiga belas yang masuk Islam. Dia sangat rajin beribadah. Dia pun hijrah dua kali ke Habsyi. Dia ikut berperang di perang Badar bersama Rasulullah. Dia meninggal dunia setengah tahun setelah peristiwa Hijrah. Nabi menguburkannya di Baqi’ dan memberi tanda di kuburannya dengan batu. Nabi juga sering menziarahi kuburannya. Hal ini sekaligus merupakan dalil bahwa ziarah ke kubur merupakan Sunnah Rasulullah.

BACA JUGA: Puncak Kesedihan Para Sahabat

Kelak, salah seorang putra Utsman syahid di perang Yamamah, ketika kelompok Musailamah Al-Kadzdzab melakukan pemberontakan. Kesetiaan Utsman bin Mazh’un kepada Allah dan Rasul-Nya lebih tinggi daripada kesetiaannya kepada yang lain. Ketika orang-orang Islam dikejar-kejar dan dianiaya. Utsman hijrah ke Habsyi beserta seluruh keluarganya.

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Ketika Utsman bin Mazh’un kembali dari Habsyi ke Makkah, penindasan masih berlangsung. Orang-orang Islam masih disiksa dan dianiaya. Dia menghadapi ancaman terhadap diri dan keluarganya.

Akhirnya, dia mencari perlindungan kepada keluarga AI-Walid bin Mughirah, seorang penyair yang sejak dulu dekat dengan Utsman.

Pada awalnya, Utsman bin Mazh’un masuk Islam karena rasa malu. Rasulullah sering berdakwah kepadanya dan berulang-ulang mengajak Utsman bin Mazh’un masuk Islam. Utsman pernah berkata. “Aku ini masuk Islam karena malu saja. Rasulullah berulang-ulang mengajakku masuk Islam. Waktu itu. Islam belum ada dalam hatiku. Sampai suatu hari. ketika aku sedang bersama Rasulullah, tiba-tiba Rasul memandang ke langit. Seakan-akan beliau sedang memahami sesuatu. Setelah Rasulullah merenung, aku bertanya kepadanya tentang apa yang terjadi.”

Rasulullah menjawab. “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”(QS Al-Nahl : 90).

BACA JUGA: Saat Istri Para Sahabat Mendengar Suaminya Gugur di Medan Perang

Saat ltulah, Islam menetap dalam hati Utsman. Itulah saatnya Utsman masuk Islam yang sungguh-sungguh. karena Utsman tersentuh oleh ayat yang indah itu. Lalu Utsman mendatangi paman Nabi. Abu Thalib, dan Utsman kabarkan keislamannya. Beliau memberi nasihat. ”Ya Ahli Quraisy, ikuti Muhammad. nanti kamu mendapat petunjuk. Karena Muhammad tidak memerintah kecuali kepada akhlak yang mulia.”

Kemudian, Utsman mendatangi Walid bin Mughirah dan membacakan ayat itu kepadanya. Mughirah pun terpesona. Dia berkata, “Sungguh, dalam ayat-ayat itu ada kemanisannya. Di atasnya juga ada keindahannya. Pada puncaknya ada buahnya. Ini bukan ucapan manusia. Kalau itu ucapan Muhammad. alangkah bagusnya ucapan Muhammad itu. Dan kalau itu ucapan Tuhannya. alangkah bagusnya Tuhan Muhammad.” []

Sumber: The Road To Muhammad/ Penulis: Jalaludin Rakhmat/ Penerbit? Mizan/ 2009

Tags: sahabatsirahutsman bin mazhun
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mo Salah Hapus semua Akun Media Sosialnya, Kenapa?

Next Post

Banjir dan Longsor di Sulsel, BNPB: 26 Orang Meninggal

Yudi

Yudi

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.