Universitas Oxford Bersatu Lawan Kebijakan Trump

Foto: ouisoc
0

INGGRIS—Persatuan mahasiswa Muslim Oxford bersama mahasiswa, dosen dan anggota rektorat dikabarkan telah ikut aksi mengecam kebijakan Donald Trump. Pasca perintah eksekutif ditandatangani pada Jumat pekan lalu, yang melarang imigrasi ke AS dari tujuh negara mayoritas Muslim, aksi penolakan terus bermunculan dari seluruh dunia.

Di Inggris, 2500 orang turun ke jalan-jalan di Oxford pada Senin (31/1/2017) malam untuk menolak perintah eksekutif Trump ini.

Penolakan terhadap kebijakan ini juga diikuti oleh aksi protes lainnya pada Rabu (1/2/2017) dan pernyataan PM Theresa May yang secara terbuka mengutuk larangan Donald Trump ini.

Aksi protes yang menggambarkan “keragaman dan inklusivitas” selama seminggu ini dipuji oleh Kepala Bidang Budaya Islam Universitas Oxford.

“Kami sebagai masyarakat Islam Universitas Oxford merasa bangga untuk datang bersama-sama dengan kelompok-kelompok masyarakat setempat untuk menentang kebijakan Donald Trump. Kami amat berterima kasih kepada semua orang yang datang dan berdiri untuk membela keragaman dan inklusivitas. Juga menentang terhadap perpecahan, larangan dan kebencian,” ungkap Younes Said, Kepala Bidang Budaya Islam Universitas Oxford.

Menurut laporan Cherwell pada Sabtu (4/2/2017), Rektor Universitas Oxford Lord Patten juga mengingatkan bahwa AS didirikan untuk menciptakan sebuah rumah untuk para pengungsi yang melarikan diri dari tragedi kemanusiaan di seluruh dunia. []

loading...
loading...